Minggu, September 25, 2022

49 Penyelewengan BBM Subsidi Pertamina Tahun 2022 Ditindak

by Tigor Sihombing
Mobil - Mobil yang Bisa Pakai Pertalite

Aparat baru saja menindak 49 kasus penyelewengan BBM Subsidi Pertamina yang terjadi di seluruh Indonesia. PT Pertamina (Persero) melalui keterangan resminya mengatakan tindakan yang dilakukan Polri ini menjadi pilar penting dalam upaya penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran ke masyarakat. 

“Perlu diketahui, anggaran BBM subsidi Pertamina di tahun 2022 ini mencapai lebih dari Rp 500 triliun. Artinya, ada uang negara dan hak masyarakat yang berhak menikmati BBM dengan harga terjangkau pada BBM subsidi yang kita salurkan ini,” kata Direktur Utama Pertamina, Nicke Widyawati.

Tercatat sepanjang 2022 hingga Agustus ini, Polri telah melakukan 49 penindakan kasus penyalahgunaan BBM Subsidi Pertamina. Nicke mengatakan, dari banyaknya kasus penyalahgunaan BBM bersubsidi, paling banyak modus penyelewengan yang dilakukan, yakni melakukan penimbunan dan penyelundupan BBM subsidi, pembelian BBM subsidi dengan jeriken tanpa izin untuk dijual kembali, dan penjualan BBM bersubsidi untuk pelaku industri.

“Pertamina berterima kasih dan mengapresiasi kinerja Polri yang responsif dan tepat dalam menjaga agar penyaluran BBM bersubsidi ini tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan. Ini merupakan wujud komitmen Pertamina dan Polri dalam mendukung dan melindungi hak masyarakat rentan yang seharusnya dapat menikmati BBM subsidi,” tegas Nicke.

Baca juga  Dampak Pertalite Dicampur Premium, Jangan Asal!

Nicke menegaskan, Pertamina akan terus berkoordinasi dan bersinergi dengan berbagai pihak dalam upaya penghentian penyalahgunaan penyaluran BBM bersubsidi ini. Hal ini dilakukan agar subsidi yang diberikan, bisa tepat sasaran.

“Pengawasan ini tidak dapat dilakukan sendirian oleh Pertamina. Selain regulasi, pengawasan bersama adalah cara yang perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya kembali penyalahgunaan agar BBM subsidi pertamina ini disalurkan dengan tepat sasaran,” kata Nicke.

Dari sisi Pertamina sendiri, tidak akan mentolerir jika ada oknum SPBU yang melakukan tindakan melawan hukum, menyelundupkan BBM bersubsidi. Sanksi tegas siap diberikan seperti penghentian pasokan BBM hingga penutupan SPBU jika ada oknum SPBU yang terbukti bersalah.

“Setiap penyelewengan BBM bersubsidi merupakan tindakan kriminal melawan hukum dan pelakunya akan berhadapan dengan aparat penegak hukum,” tegas Nicke.

Kapolri Tindak Tegas Penyimpangan BBM

BBM Subsidi Pertamina

Hingga Mei 2022, setidaknya volume penyalahgunaan BBM subsidi sudah mencapai 257.455 liter.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam Rakor Lintas Bidang Sektoral Bidang Operasional tahun 2022 mengatakan, Polri bersama pemangku kepentingan lain akan melakukan pengawasan hingga penindakan hukum jika ditemukan ada adanya tindakan penyimpangan.

Baca juga  Memilih Oktan Bensin yang Sesuai? Mudah Sob

“Perlu dilakukan upaya pengawasan sampai dengan penindakan hukum jika ada penyimpangan dalam distribusi,” kata Listyo.

Sementara itu, Kepala BPH Migas Erika Retnowati mengatakan, hingga Mei 2022 saja, setidaknya volume penyalahgunaan BBM subsidi sudah mencapai 257.455 liter. Dari total volume yang diduga diselewengkan tersebut, sebanyak 231.455 liter terbukti merupakan volume yang memenuhi unsur pidana.

Untuk itu, Pertamina senantiasa mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi penyaluran distribusi BBM bersubsidi. Apabila menemukan indikasi kecurangan dapat melaporkan kepada aparat kepolisian maupun Pertamina Call Center 135.

Demikian ulasan terkait penyelewengan BBM Subsidi Pertamina. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif.

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika