3 Alasan Beli Yamaha R25, Bukan CBR250RR atau Ninja!

Alasan Beli Yamaha R25 – Di kelas motor sport 250 cc, Yamaha R25 memang kerap dianggap sebelah mata. Salah satu alasannya, kuda besi ini belum dapat penyegaran untuk sektor mesin sejak 2014.

Padahal kalau melihat kompetitor seperti Honda CBR250RR dan Kawasaki Ninja 250, sudah pakai mesin baru. Istimewanya lagi, jantung mekanis lawan punya tenaga mencapai 38,2 hp.

Tenaga itu jauh lebih hebat dibanding R25 yang cuma mampu memuntahkan tenaga 35,5 hp. Gapnya mencapai 2,7 hp!

Meski demikian, Yamaha R25 tidak di semua sisi kalah. Ada beberapa hal yang membuat alasan beli Yamaha R25 tetap relevan. Salah satu keunggulan motor sport garputala adlaah torsi yang besar.

Di atas kertas torsinya bisa menyembur hingga 23,6 Nm. Sementara Kawasaki Ninja 250 cuma 23,5 Nm dan Honda CBR250RR 23,3 Nm.

Mau tahu alasan lain beli Yamaha R25? Simak bahasan berikut sampai habis:

Daftar Harga Yamaha YZF R25

Produk Kelebihan Harga
Yamaha YZF R25 Suspensi upside down dengan lampu full LED Cek Harga Promo di Sini
Yamaha YZF R25 – ABS Sistem pengereman canggih ABS (Anti-Lock Bracking System) Cek Harga Promo di Sini

1. Harga Paling Murah untuk Varian ABS!

alasan beli yamaha r25
Fitur ABS mampu mencegah roda terkunci saat pengendara melakukan pengereman mendadak, sehingga bisa terhindar dari potensi kecelakaan

Alasan Beli yamaha R25 yang pertama, harganya terjangkau untuk kelas sport full fairing 250 cc. Motor ini dijual mulai Rp61,73 juta (OTR Jakarta) untuk varian standar. Sementara varian anti-lock braking system (ABS) mencapai Rp67,585 juta (OTR Jakarta).

Khusus Varian ABS, harga Yamaha R25 paling murah dibanding kompetitor. Kawasaki Ninja 250 ABS Rp74 jutaan. Lalu Honda CBR250RR ABS mulai Rp72 jutaan. Gapnya mencapai Rp4,5 jutaan. Dengan fakta demikian, R25 sangat cocok buat kamu yang punya bujet terbatas.

Lalu untuk harga varian standar Yamaha R25, memang bukan paling murah. Hanya saja termasuk yang ramah kantong. Banderol paling murah dipegang Honda CBR250RR dengan Rp61,2 juta (OTR Jakarta). Sementara Kawasaki Ninja 250 standar, harganya Rp64,1 juta (OTR Jakarta)

Baca juga:

2. Suspensi Upside Down Jadi Alasan Beli Yamaha R25

alasan beli yamaha r25
Fitur di Yamaha R25 cukup modern, ada panel instrumen digital, sistem pencahayaan LED, dan suspensi upside down


Kelebihan Yamaha R25, pakai suspensi upside down. Alhasil tampilannya semakin sportif dan gagah. Ditambah lagi suspensi tersebut dicat emas.

Suspensi upside down juga mampu memberi kestabilan berkendara lebih baik, saat motor dipacu cepat dan bermanuver. Dengan membeli Yamaha R25, kamu tentu diuntungkan dengan mendapat peredam jenis ini. Pasalnya, kompetitor ada yang belum punya, Kawasaki Ninja 250 masih pakai teleskopik.

Alasan beli Yamaha R25 yang selanjutnya adalah jok rendah. Motor ini punya tinggi jok 780 mm, paling rendah dibanding rival. Honda CBR250RR punya jok setinggi 790 mm dan Kawasaki Ninja 250 mencapai 795 mm.

Buat kamu yang tingginya sekitar 170 cm ke bawah, harusnya Yamaha R25 bisa jadi opsi paling ramah untuk kaki. Kemungkinan tetap jinjit, namun tidak terlalu parah.

3. Panel Instrumen Full Digital Jadi Alasan Beli Yamaha R25

Varian standar Yamaha YZF R25 harganya Rp 61 jutaan


Alasan beli Yamaha R25 yang terakhir adalah fitur panel instrumen full digital. Hal ini membuat tampilan motor semakin modern. Di samping itu, pengendara jadi lebih mudah melihat segala informasi terkait motor.

Informasi yang diberikan mulai dari kecepatan, putaran mesin, shift timing light, konsumsi bahan bakar, dan lain-lain. Shift timing light berfungsi sebagai indikator yang presisi untuk memberitahukan waktu perpindahan gigi naik. Dengan begitu, performa akselerasi jadi semakin optimal.

Bandingkan dengan Kawasaki Ninja 250 yang panel instrumennya belum full digital. Shift timing light pun belum ada di motor sport keluaran geng hijau ini.

Usai melihat tiga alasan beli Yamaha R25 di atas, apakah kamu tertarik memilikinya? Jika ingin punya Yamaha R25 dengan DP ringan dan promo menarik lain, langsung klik di sini!

Share this!

Baghendra Lodra

Jurnalis otomotif sejak 2012. Spesialisasinya sebagai reviewer motor dan mobil

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *