Berapa Denda E-Tilang? Ini Penjelasan Lengkapnya

Berapa Denda E-Tilang? – Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) atau akrab sebagai E-Tilang telah diberlakukan oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Tilang elektronik yang didukung penggunaan CCTV ini bertujuan memudahkan polisi saat menentukan pelanggaran di jalan raya.

Sistem E-Tilang memungkinkan pemantauan kendaraan bermotor dilakuan dari monitoring room, bukan lagi di jalanan. Petugas akan merekam dan mencatat nomor plat kendaraan yang melakukan pelanggaran.

Selanjutnya, petugas akan mengirimkan surat tilang elektronik kepada pemilik kendaraan yang tercatat. Dalam surat itu sekaligus terdapat perintah untuk melakukan pembayaran denda  akibat pelanggaran lalu lintas.

Berapa Besaran Denda E-Tilang?

berapa denda e-tilang
ilustrasi : Petugas Memantau CCTV E-Tilang Di Ruang Control NTMC Polri.

Lalu, berapa denda E-Tilang yang harus dibayar oleh pengendara motor atau mobil ketika melakukan pelanggaran lalu lintas? Hal ini telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Denda paling besar dikenakan pada pengendara yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) yaitu pidana kurungan 4 bulan atau denda maksimal Rp1 juta.

Apabila pengendara melanggar rambu-rambu lalu lintas atau aturan batas kecepatan, pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500 ribu. Ini adalah pelanggaran lalu lintas yang paling banyak dilakukan oleh pengendara roda dua. Jumlah yang sama pun harus dibayar jika motor tidak memiliki pelat nomor polisi.

Sementara itu, pada siang hari, sepeda motor yang tidak menyalakan lampu utama akan dikenakan pidana selama maksimal 1 bulan atau denda paling banyak Rp100 ribu.

Denda E-Tilang untuk Mobil

Khusus untuk mobil, pengendara yang tidak mempersiapkan perlengkapan seperti ban cadangan, segitiga pengaman, peralatan pertolongan pertama, juga dapat dipidana 1 bulan kurungan atau paling banyak Rp250 ribu. Begitu pula jika pengendara tidak mengenakan helm standard nasional.

Pelanggaran lain, seperti tidak menggunakan sabuk pengaman saat mengendarai mobil, akan dikenai sanksi berupa pidana paling lama 1 bulan atau denda paling besar Rp250 ribu. Denda tersebut juga berlaku untuk pengendara yang kondisi kendaraan tidak memenuhi persyaratan, misalnya tidak menggunakan spion, kaca depan, bumper, penghapus kaca, dan sebagainya.

Anda juga harus berhati-hati dengan penggunaan lampu, baik pada malam hari maupun siang hari. Lampu utama yang tidak dinyalakan pada malam hari atau berbelok tanpa menggunakan isyarat lampu, akan mendapatkan pidana kurungan maksimal 1 bulan atau denda maksimal Rp250 ribu.

Cara Membayar Denda E-Tilang

cctv untuk e-tilang
CCTV berguna sebagai kepanjangan tangan polisi dalam memantau e-tilang

Jika Anda mendapatkan E-Tilang, pada dasarnya cara pembayaran dendanya tidak jauh berbeda dengan tilang biasa. Ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan  untuk mengurus E-Tilang, yaitu:

1. Memeriksa surat E-Tilang

Pengendara yang terekam CCTV melanggar peraturan lalu lintas akan mendapatkan surat E-Tilang. Surat ini dikirimkan ke alamat pemilik kendaraan melalui Pos Indonesia.

Di dalam surat tersebut, Anda akan menemukan foto bukti pelanggaran, jenis pasal yang dilanggar, tenggang waktu konfirmasi, link dan kode referensi, serta lokasi dan waktu terjadinya pelanggaran. Periksa terlebih dahulu E-Tilang tersebut untuk memastikan keabsahannya.

2. Melakukan konfirmasi

Setelah menerima surat E-Tilang, Anda wajib melakukan klarifikasi. Ada dua cara yang bisa dipilih, yaitu cara online atau cara manual. Secara online, Anda bisa mengunjungi situs www.etle-pmj.info. Kedua, Anda bisa mengirimkan blanko konfirmasi ke posko E-TLE. Untuk melakukan konfirmasi, pelanggar hanya memiliki waktu sekitar 5 hari.

4. Mendapatkan bukti pelanggaran

Setelah itu, Anda akan mendapatkan surat tilang berwarna biru yang merupakan bukti terjadinya pelanggaran. Di dalamnya, terdapat kode BRI virtual yang merupakan kode pembayaran melalui BRI.

5. Membayar denda

Langkah selanjutnya adalah langsung membayar denda melalui bank atau mengikuti sidang yang ditentukan sesuai jadwal. Anda harus membayar denda tersebut secepatnya supaya tidak menumpuk. Denda akan ditagihkan pada saat pemilik kendaraan membayar pajak di SAMSAT.

Nah, pertanyaan mengenai berapa denda E-Tilang kini sudah terjawab. Anda tidak perlu bingung lagi jika tiba-tiba menerima surat yang berisi pelanggaran saat berkendara. Ingat, setelah memastikan surat tersebut, langkah pertama adalah melakukan konfirmasi. Semoga informasi tentang E=Tilang ini bermanfaat bagi Anda!

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *