by

Cara Kerja AC Mobil dan Kenali Gejala Kerusakannya

Bagaimana sebenarnya cara kerja AC mobil? Sebagai pemilik kendaraan, kamu perlu tahu. Setidaknya ini untuk pengetahuan dasar, supaya bila suatu saat AC terjadi masalah, dapat ditangani dengan benar.

Air conditioner (AC) merupakan salah satu komponen penting dalam mendukung kenyamanan kamu ketika berkendara. Seluruh mobil modern tentunya sudah dilengkapi dengan perangkat ini, dengan teknologi yang beragam juga.

Buat kamu yang biasa menggunakan mobil untuk transportasi sehari-hari. Setidaknya kamu perlu tahu cara kerja AC di mobil kamu, agar sesuatu saat jika terjadi kendala, kamu bisa mengetahui dan mengambil langkah cepat.

Pengoperasian AC di mobil terdiri dari rangkaian komponen yang saling berkaitan sebagai sistem pendingin. Setidaknya ada lima komponen penting yang terdapat di AC yang berfungsi menghasilkan hawa dingin di dalam mobil.

Setiap komponen memiliki fungsi dan kegunaan yang berbeda-beda. Seluruh kompenen di AC harus dapat bekerja dengan baik, agar AC dapat berfungsi dengan baik. Apa saja komponen yang ada di AC mobil? Berikut ulasannya.

Cara Kerja Kompresor di AC Mobil

kompresor AC mobil
Kompresor AC mobil

Salah satu komponen terpenting di AC mobil adalah kompresor. Apa itu kompresor? Ini merupakan sebuah mesin yang berfungsi menghisap freon dari evaporator pada tekanan rendah dan mendistribusikannya dalam tekanan tinggi ke kondensor.

Terdapat dua bagian kompresor yaitu saluran hisap dan saluran buang. Saluran hisap memiliki tekanan rendah yang dihubungkan ke evaporator. Lalu untuk saluran buang, memiliki tekanan tinggi dan dihubungkan ke kondensor.

“Cara kerja kompresor AC mobil mengikuti sistem pergerakan mesin mobil,” seperti dikutip dari laman Rotary Bintaro.

Jika kompresor lemah, maka performa AC akan menurun. Paling terasa hembusan angin tidak lagi kuat dan kurang dingin pada saat mesin di putaran rendah. Kemudian AC bakal dingin kalau mesin sudah mencapai rpm tertentu atau kecepatan agak tinggi.

Fungsi kondensor AC

Kondensor AC mobil
Kondensor AC mobil

Salah satu komponen yang tak kalah penting adalah kondensor AC mobil. Komponen ini berfungsi mengubah gas freon menjadi suhu yang lebih dingin, sehingga menjadi cair. Lalu diteruskan ke evaporator.

Baca juga  5 Cara Mengecas Aki Mobil Dengan Benar, Mudah Kok!

Proses pendinginan tersebut dibantu dengan komponen mesin yang disebut cooling fan. Kondensor AC mobil bisa melepaskan panas dari freon ke udara, melalui kisi-kisinya. Jadi kalau kamu sentuh  bagian kondenor, pasti terasa panas.

Cara kerja Dryer atau Filter AC di Mobil

Cara kerja AC mobil
Cara kerja AC mobil

Dryer atau filter menjadi komponen penting dalam mendukung AC dapat berfungsi dengan baik. Dryer atau filter bertugas untuk menyaring kotoran yang beredar di dalam sistem AC.

Kotoran yang beredar di dalam sistem pendingin ac membuat penyumbatan pada udara yang keluar. Selain itu kotoran yang beredar juga dapat menjadi sumber penyakit.

Katup Expansi (Expansion Valve)

katup expansi
fungsi dan cara kerja katup expansi AC mobil

Pada AC mobil terdapat katup expansi atau expansion valve. Fungsinya mengubah freon cair dari receiver dryer menjadi gas untuk diteruskan menuju evaporator.

Cara kerja expansion valve adalah menurunkan cairan bertekanan tinggi proses ini tekanan cairan yang tinggi akan diturunkan dengan tiga kutub. Masing-masing berbentuk L, kotak atau persegi, dan seperti isi pulpen.

Evaporator

Evaporator AC mobil
Evaporator AC mobil

Sebagai satu kesatuan perangkat di AC mobil, evaporator bertugas untuk menyerap panas dari udara luar yang dialirkan ke dalam sistem pendingin. Pada saat mengalirkan udara dari luar, proses tersebut diserap melalui sekat-sekat yang terdapat pada evaporator.

Kelima komponen tersebut bekerja saling berkaitan, untuk menghasilkan sistem kerja AC bekerja secara maksimal. Jika salah satu dari lima komponen tidak bekerja sempurna, maka bisa dipastikan bahwa sistem pendingin AC di mobil kamu tidak bekerja dengan maksimal.

Jenis AC mobil dan yang tersedia di Indonesia

AC mobil
AC mobil bertugas mengeluarkan hawa sejuk di dalam kabin

Beragam mobil ditawarkan dengan pilihan AC yang beragam, seperti single blower dan juga double blower. Kedua perangkat ini juga memiliki fungsi yang sedikit berbeda, meski sejatinya menyejukan ruangan kabin.

Perangkat AC single dan double blower dinyalakan, akan mengeluarkan udara segar dan memberikan rasa sejuk untuk penumpang dan pengemudi. AC yang menyala itu, diharapkan dapat menyejukan seluruh ruangan kabin mobil sampai ke belakang, khususnya baris ketiga.

Baca juga  Inilah Syarat dan Cara Perpanjang SIM Beda Alamat

Untuk kamu yang masih salah kaprah yang beranggapan AC double blower lebih dingin, dibandingkan dengan single blower. Hal ini dipastikan salah. AC single maupun double tidak berbeda dalam membuat ruangan makin dingin. Bahkan AC single blower justru membuat ruangan lebih dingin.

Pasalnya, kompresor yang bekerja saat AC dinyalakan, menyalurkan ke single blower yang bekerja pada satu titik saja. Alhasil kekuatannya dalam menyalurkan tenaga lebih maksimal, dibandingkan dengan double blower.

Sementara kinerja AC double blower saat dinyalakan, maka kompresor bekerja pada beberapa titik, menyebabkan permintaan supply udara dibutuhkan. Hal ini membuat kipas akan terbagi dan kerjanya tidak maksimal.

Mobil-mobil dengan AC double blower adalah Toyota Avanza, Daihatsu Sigra, Suzuki Ertiga, Mitsubishi Xpander, DFSK Glory i-Auto, dan lain-lain.

Cara kerja Climate Control atau AC Digital di Mobil

AC Digital
Auto Climate Control AC

Sistem AC digital atau Climate Control banyak ditemui di mobil-mobil modern yang dipasarkan di Indonesia. Fitur climate control pada AC ini akan membuat pengaturan suhu lebih presisi.

Fungsi climate control adalah mengatur secara otomatis kerja AC mulai dari kecepatan kipas, arah ventilasi, kerja kompresor, pemanas, dan lainnya.

Pengemudi maupun penumpang cukup setel temperatur yang dikehendaki dengan menurunkan atau menaikkan angka derajat Celcius di layar AC.

Contohnya kamu menginginkan suhu 18 derajat Celcius, lalu aktifkan sistem otomatis AC dengan menekan tombol “AUTO”. Selanjutnya blower akan mengatur secara otomatis untuk tetap menjaga suhu kabin sesuai derajat yang diinginkan.

Namun, suhu tersebut belum dijadikan patokan karena tergantung dengan kondisi temperatur di luar mobil. Jika panas terik tentu suhu 22 derajat Celcius belum tentu dingin, sebaliknya di kala hujan atau udara pegunungan, angka itu sudah mampu membuat menggigil.

Sistem AC Climate control ini juga bisa dimanfaatkan untuk mendinginkan kabin mobil yang diparkir di bawah sinar matahari. Untuk mendinginkan kabin mobil kamu lebih cepat setelah parkir di matahari terik, setel AC ke temperatur paling rendah dan tekan tombol Auto saja.

Baca juga  Sejarah Plat Nomor Indonesia dan Dunia, Menarik!

Kipas blower akan memaksimalkan kecepatan untuk mencapai suhu terendah. Jangan lupa untuk menyetel tombol ventilasi udara kabin di posisi siklus terbuka. Dampaknya terkadang membuat suara blower terdengar keras, tapi lambat laun akan mengecil seiring suhu yang diinginkan tercapai.

Selain Mengatahui Cara Kerja AC Mobil, Kamu Juga Perlu Mengerti Gejala awal kerusakannya

kerusakan yang sering terjadi di AC mobil
Kerusakan AC Mobil

Jika AC mobil kamu mengalami kendala, biasanya timbul dari suaranya yang berisik. Lalu AC terasa aneh, atau AC cenderung justru mengeluarkan udara yang panas. Kerusakan pada AC mobil biasanya menyerang kompresor AC. Jika rusak sebelum masa pakai, tentu diakibatkan oleh permasalahan yang sebetulnya bisa dicegah.

Gejala awal kerusakan AC pada mobil kamu bisa disebabkan oleh beberapa hal sebagai berikut:

Terdengar Suara Kasar

Biasanya AC bakal mengeluarkan suara yang agak kasar, ketika tombol AC diubah ke posisi 1-2-3 yang mengindikasikan AC mulai bekerja. Kompresor yang bermasalah akan mengeluarkan suara seperti gesekan, terdengar seperti suara kasar.

Ketika digeser ke tombol off, suara kasar tersebut akan hilang. Ini merupakan tanda bahwa kompresor AC mobil kamu bermasalah.

Tekanan kompresor berkurang

Kendala lain yang biasa ditemui adalah tekanan pada kompresor berkurang. Hal ini ditandai dengan hembusan udara dari AC mobil yang terasa kurang dingin. Apalagi saat mesin mobil dijalankan dalam kecepatan rendah.

Namun, ketika mobil mulai jalan pada kecepatan tertentu, hembusan udara dari AC mobil akan mulai terasa dingin.

Freon Bocor

Semakin besar kebocorannya, freon akan semakin cepat habis. Akibatnya AC tidak akan terasa dingin. Rata-rata kebocoran pada kompresor AC mobil berlangsung sekitar 6 minggu hingga freon habis total.

Jika hal ini sudah terjadi, kamu harus segera memperbaikinya. Bocornya gas freon akan menimbulkan efek samping yang berbahaya jika dihirup terus-menerus.

Baca juga:

Terbaru