by

Catatan Hino Saat Diterpa Pandemi Covid-19, Bisa Apa?

Pandemi virus korona atau Covid-19, mempengaruhi beragam industri di Indonesia, termasuk segmen kendaraan niaga. Hino salah satu produsen kendaraan niaga di Indonesia merasakan imbas dari Covid-19.

PT Hino Motors Sales Indonesia (HMSI) mengklaim, dalam kondisi seperti ini. Lebih memfokuskan kepada layanan after sales atau purna jual untuk mendukung bisnis konsumen di Tanah Air.

Chief Operationg Officer PT HMSI, Santiko Wardoyo mengatakan, imbas pandemi Covid-19 mampu memporak-porandakan perekonomian nasional dan juga global. Dampaknya mengakibatkan melambatnya penjualan kendaraan niaga, yang cenderung lesu terlebih pada sektor transportasi penumpang.

“Selama covid-19 ini, customer cenderung stuck, growth tidak tumbuh. Satu sisi masih ada kegiatan untuk transportasi. Namun bus disetop, tapi angkutan kargo dan infrastruk masih berjalan,” jelas Santiko.

Melihat dari fenomena itu, PT Hino Motor Sales Indonesia berupaya untuk melakukan penguatan layanan after sales mereka. Terlebih saat kondisi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) saat ini.

“Kami melihat ada kebutuhan dari para pelaku usaha, untuk bisa tetap melakukan perawatan truk yang masih beroperasi selama masa PSBB. Dari Hino punya inisiatif untuk memperhatikan masalah aftersales. Kita melakukan kegiatan yang sifatnya back up, karena perawatan masih harus ada untuk truk,” imbuh Santiko.

Baca juga  Bus Tayo: Dari Kartun, Jadi Kenyataan di Tangerang

Layanan After Sales Hino Tetap Mendukung Konsumen, Meski Dilanda Covid-19

Hino Terpengaruhi Pandemi Covid-19
Hino perkuat layanan after sales mereka di Indonesia

Hino pun saat ini menyiagakan seluruh layanan purna jual mereka untuk selalu mendukung konsumen dalam kondisi saat ini. Setidaknya tersedia 171 unit service car yang siap membantu kebutuhan konsumen.

“Kita ada 171 unit service car dan gratis biaya pengiriman sparepart. Akibat banyaknya PSBB di daerah, warranty dari kendaraan kita jadi terhambat. Ada 8.500 yang kita extend garansi selama enam bulan dari bulan Mei,” Santiko menambahkan.

Bagi konsumen yang masa garansinya berakhir pada periode itu, bisa segera menghubungi dealer terdekat untuk mengajukan garansi. Selanjutnya pihak dealer akan melakukan pengecekan dan memberikan informasi ke pihak HMSI.

Dalam kondisi saat ini, pihak HMSI mengklaim bahwa kebutuhan suku cadang mengalami peningkatan. Khususnya untuk wilayah di luar pulau Jawa, seperti Sumatera dan Kalimantan. Biasanya untuk wilayah pertambangan.

“Masa seperti ini, kontrak spare part dengan perusahaan otobus banyak yang dibatalkan. Karena operasional mereka banyak yang berhenti. Tapi, permintaan sparepart naik di Sumatera dan Kalimantan, penjualan sparepart kelihatannya naik di sektor mining,” kata Irwan Supriyono selaku Senior Executive Officer Technical & Service HMSI.

Baca juga  Produksi 500.000 Unit, Ini Dia Sejarah Hino di Indonesia

Penjualan Hino Merosot Diterpa Pandemi Covid-19

Layanan Hino Motor Sales Indonesia

Dari sisi penjualan, kendaraan niaga mengalami pelambatan yang cukup besar. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indnesia (Gaikindo), penjualan ritel Hino pada April 2020 turun 77 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Hino mencatatkan total penjualan dari dealer ke konsumen sebanyak 481 unit pada April. Bandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 2.096 unit.

Sementara itu, sepanjang Januari-April, kinerja penjualan Hino turun 49 persen secara tahunan menjadi 5.363 unit. Kendati menurun, Hino tetap mampu menjaga pangsa pasar sebesar 2,2 persen dari total volume ritel nasional yang mencapai 243.634 unit.

Melemahnya ekonomi di Indonesia, turut mempengaruhi pasar kendaraan niaga di Indonesia. Hal ini mengingat kendaraan niaga merupakan salah satu segmen yang berkaitan erat dengan pertumbuhan dan aktivitas ekonomi.

Sekadar informasi, penjualan ritel truk sepanjang 3 bulan pertama di tahun 2020 ini hanya sebanyak 16.867 unit. Pencapaian itu mengalami penurunan 28 persen dibandingkan periode yang sama 2019.

Baca juga  Produksi 500.000 Unit, Ini Dia Sejarah Hino di Indonesia

Pabrik Harus Hentikan Produksi

Pabrik
Pabrik Hino harus berhenti produksi sementara

Selama periode PSBB yang dicanangkan pemerintah. PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), terpaksa memperpanjang penghentian sementara produksi mereka.

Stop produksi terbaru dilakukan mulai Jumat, 8 Mei 2020, hingga 5 Juni 2020. Meski demikian, Hino memastikan stok kendaran Hino tetap aman untuk memenuhi permintaan dari konsumen.

“Kami ingin bisa melalui kondisi sulit saat ini bersama-sama dengan semua pemangku kepentingan. Kami akan terus mendukung program pemerintah dan berkontribusi untuk percepatan pemulihan kondisi perekonomian nasional,” kata Presiden Direktur HMMI, Masahiro Aso.

Tidak hanya itu saja, dealer Hino tetap beroperasi baik itu penjualan, bengkel perawatan maupun suku cadang. Untuk memberikan rasa tenang bagi konsumen dan karyawan, seluruh kegiatan operasional dipantau dengan ketat dan memenuhi regulasi pemerintah mengenai penerapan physical distancing.

Baca juga:

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru