Thursday, October 6, 2022

DFSK MINI EV Hadir di PEVS 2022, Saingan Wuling Air EV!

by Tigor Sihombing
DFSK Mini Ev vs Wuling Air EV

DFSK MINI EV di PERIKLINDO Electric Vehicle Show (PEVS) 2022. Pabrikan mobil China tersebut hadir di Hall B3 floor A3 dengan menampilkan 2 kendaraan listrik lainnya, termasuk Gelora E Minnibus dan Blind van.

Pabrikan DFSK mengatakan, ketiga mobil listriknya tersebut melambangkan semangat serta langkah nyata DFSK untuk menghadirkan berbagai kendaraan listrik yang bisa memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat sehari-hari.

Selain itu momen spesial PEVS 2022 juga menjadi waktu yang sangat tepat untuk menampilkan juga sebuah mobil listrik Mini EV untuk pertama kalinya di Indonesia.

Kendaraan berdesain compact ini menawarkan mobilitas dan kelincahan yang tinggi untuk menunjang aktivitas masyarakat perkotaan yang modern dan penuh dengan gaya.

“Kami dengan bangga memperkenalkan serta menjadi penampilan khusus di PEVS 2022 yakni Mini EV. Sebuah kendaraan listrik compact yang sangat lincah, memiliki mobilitas yang tinggi, serta tetap memperhatikan gaya pengendaranya sehingga sangat cocok untuk mengarungi lalu lintas di area perkotaan yang padat dan berkarakter ‘stop n go’,” kata Achmad Rofiqi, Marketing Head PT Sokonindo Automobile di PEVS 2022 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran Jakarta Pusat.

Baca juga  4 Poin Keunggulan DFSK Glory 560, Masih Ragu Beli?

DFSK Mini EV Masih Setir Kiri

dfsk MINI EV

Tampilan belakang DFSK MINI EV

Di booth DFSK terlihat MINI EV yang ditampilkan masih mengusung setir kiri. Dalam artian mobil tersebut adalah hanya pajangan atau display yanhg bertujuan untuk di perkenalkan kepada khalayak.

DFSK sendiri saat ini belum mau berkomentar mengenai kapan kepastian mobil tersebut akan dipasarkan di Tanah Air. Tapi yang pasti, jika MINI EV jadi melantai di Indonesia, akan bersaing dengan Wuling Air EV yang sudah resmi di pasarkan.

DFSK MINI EV atau FenGuang Mini EV di negara asalnya, berdimensi lebih besar dari pesaingnya Wuling Air EV. Berdasarkan data resmi dari negara asalnya, microcar tersebut memiliki panjang 2.995 mm, lebar 1,495 mm tinggi 1.640 mm dan wheelbase-nya 1.960 mm.

DFSK Mini EV dilengkapi dengan motor listrik yang menghasilkan tenaga 34 TK. Tenaga tersebut lebih besar daripada milik Wuling yang menghasilkan 27 TK saja.

Belum ada spesifikasi resmi mengenai kapasitas baterai serta berapa rentang jarak yang bisa ditempuh dari kondisi full charge. Selain itu, FenGuang di China rencananya dirilis pada kuartal pertama 2022 dengan harga sekitar 5.000 dolar atau Rp 74.107.500.

Baca juga  3 Produk DFSK Ambulans, Kawal Kebutuhan Medis

DFSK MINI EV juga diperkirakan akan diproduksi secara lokal di Indonesia. lantaran DFSK sendiri sudah mendirikan pabrik berteknologi terkini, yakni industri 4.0, yang sudah mengadopsi teknologi di setiap lini produksinya.

Teknologi robotik ini mengadopsi lengan robotik yang mendapatkan dukungan operasi otomatis melalui pemanfaatan internet untuk koordinasinya. Alhasil, membantu para Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki oleh DFSK bisa bekerja lebih maksimal dalam menghadirkan kendaraan-kendaraan yang berkualitas dan sudah terbukti di berbagai negara.

Berkat teknologi tinggi yang diterapkan ini, DFSK mengumumkan bahwa pabrik ini memiliki kemampuan dan sanggup untuk memproduksi kendaraan listrik yang syarat akan teknologi tinggi. Semua kemampuan yang dimiliki oleh Pabrik DFSK menjadikannya sebagai salah satu pabrik otomotif tercanggih yang dimiliki oleh industri otomotif nasional.

“Kami memastikan bahwa pabrik ini siap untuk memproduksi berbagai model dan jenis kendaraan listrik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor,” tutup Achmad Rofiqi.

Demikian ulasan terkait DFSK yang telah memperkenalkan MINI EV di PEVS 2022. Simak terus Moladin.com untuk udpate berita terbaru seputar otomotif.

Baca juga  Komparasi DFSK Mini EV vs Wuling Air EV, Mobil Listrik Cina!

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika