by

3 Perbedaan Aki Kering dan Basah, Mana Lebih Baik?

Buat para pecinta otomotif, kamu harus tahu perbedaan aki kering dan basah. Pasalnya hal ini sangat penting ketika melakukan pemilihan aki untuk kendaraan. Salah-salah, bukan tidak mungkin justru jadi repot ke depannya.

Sebenarnya dari sisi kegunaan, aki kering mau pun basah tidak ada beda. Aki atau accu memiliki fungsi seabagai sumber tenaga untuk menyuplai listrik ke berbagai komponen kendaraan. Kalau aki bermasalah, efeknya bisa membuat mobil dan motor tercinta mogok.

Lalu kalau punya fungsi sama, apa yang membedakan aki kering dan basah? Aki jenis apa yang sebaiknya dibeli? Untuk jawabannya, simak bahasan berikut:

1. Bentuk Fisik Aki Berbeda

aki kering dan basah
Contoh aki basah di sebelah kiri, sebelah kanan aki kering

Perbedaan aki kering dan basah yang pertama, kamu bisa lihat dari bentuk fisiknya. Aki kering biasanya memiliki kover berwarna gelap. Bisa kuning, hitam, biru, dan lain-lain. Kemudian di bagian atasnya tampak tertutup.

Meski namanya aki kering, bukan berarti di dalamnya tidak ada cairan elektrolit. Bedanya cairan itu tidak perlu diisi ulang oleh pemilik kendaraan. Beberapa produk aki kering juga ada yang menggunakan gel.

Sementara aki basah umumnya menggunakan kover berwarna putih agak transparan. Hal ini dimaksud agar pemilik kendaraan bisa memantau tingkat ketinggian air aki di dalamnya. Kalau sudah di bawah batas, maka cairan elektrolitnya harus diisi ulang melalui lubang yang berada di bagian atas aki.

Baca juga  Tambal Ban Tubeless dengan Cara Ditusuk, Apakah Efektif?

2. Perawatan Aki Kering Lebih Mudah

perbedaan aki kering dan basah
Cara perawatan aki kering cenderung lebih mudah dibandingkan dengan aki basah

Kemudian yang juga jadi perbedaan aki kering dan basah yaitu soal perawatan. Aki kering unggul karena dikategorikan sebagai komponen maintenance free (MF) atau tidak perlu banyak perhatian dari pemilik kendaraan.

Beda dengan aki basah yang setiap bulan perlu dicek kondisinya. Harus kamu paham, bahwa cairan elektrolit di aki basah bakal menguap seiring waktu. Jadi secara berkala, kekurangan cairan pasti terjadi. Oleh karenanya, kamu wajib isi ulang.

Dalam melakukan isi ulang aki basah, dibutuhkan air aki dengan kemasan berwarna biru. Ingat, bukan yang merah! Pasalnya kandungannya berbeda. Air aki dari botol merah atau aki zuur lebih bermanfaat untuk pengisian aki pada pertama kali beli dari toko.

Kemudian yang juga perlu kamu tahu, sebenarnya bukan cuma aki basah saja yang butuh perawatan. Aki kering juga perlu dirawat, walau memang tidak serumit aki basah. Perawatan aki dimaksud untuk memperpanjang umurnya. Bila dirawat dengan baik maka aki bisa berusia 2-3 tahun.

Baca juga  Syarat Bayar Pajak Motor, Online dan Offline

Cara merawat aki tidaklah rumit. Kamu hanya perlu mengaktifkan mesin mobil atau motor secara berkala. Jangan sampai dengan posisi aki terpasang, kendaraan justru diam terlalu lama di garasi sampai berbulan-bulan. Hal ini bisa membuat tegangan aki habis atau tekor, karena terpakai untuk komponen seperti alarm, jam, dan lain-lain. Dengan mengaktifkan mesin, tegangan aki bakal terisi ulang secara otomatis.

Selanjutnya, kamu perlu perhatikan terminal aki. Kalau terdapat kotoran dan jamur, maka segera bersihkan supaya arus listrik tidak terganggu. Cara membersihkannya cukup dengan siram pakai air panas kemudian sikat sampai bersih.

Merawat aki juga bisa dengan cara tidak menggunakan aksesori elektronik terlalu banyak di mobil atau motor. Ambil contoh jangan pakai lampu storobo, lampu kabut tambahan, dan lain-lain. Kalau tidak disesuaikan dengan tegangan aki kendaraan, pastinya bisa membuat aki jadi lebih cepat mati.

3. Harga Aki Basah Lebih Murah

air aki
Aki basah harganya lebih murah, tapi perlu perawatan ekstra.

Perbedaan aki kering dan basah yang terakhir adalah harga. Dengan perawatan yang minim wajar kalau aki kering dijual lebih mahal oleh produsen. Ambil contoh untuk aki kering untuk Toyota Avanza merek GS dijual Rp 750 ribuan. Sementara untuk aki basahnya Rp 750 ribuan.

Baca juga  Penyebab Motor Ngempos Saat Digas dan Cara Mengatasinya!

Inilah salah satu keunggulan aki basah harganya terjangkau. Oleh karenanya sampai sekarang, tidak ditinggalkan. Di samping itu, bila aki basah tekor masih ada kemungkinan untuk diperbaiki dengan mengecas ulang dayanya. Sementara aki kering kalau sudah tekor, harus diganti pakai aki baru.

Setelah mengetahui perbedaan aki kering dan basah, mana yang lebih tertarik untuk kamu beli? Pastinya kalau punya bujet lebih serta tidak mau ribet, aki kering merupakan pilihan pas. Hanya saja kalau bujet kamu terbatas dan tidak masalah dengan proses isi air aki, aki basah cocok buat kamu.

Apapun yang dipilih, pastikan kamu tetap melakukan perawatan aki secara berkala. Pasalnya hal ini sungguh penting untuk memperpanjang usia aki.  Biasanya aki kering dan basah usia pakainya sampai 2 tahun. Kalau tidak dirawat, satu tahun saja sudah jebol dan harus diganti. Tidak mau kan? 

Untuk informasi lain soal dunia otomotif, pantau terus Moladin!

Terbaru