by

Test Ride Yamaha Aerox 155 Connected di Sentul, Lincah!

Sesi test ride Yamaha Aerox 155 Connected akhirnya datang juga. Kami menjajal langsung motor matik bongsor ini di Sirkuit Sentul Kecil, Jawa Barat, Rabu (11/11/2020).

Momen tersebut sekaligus jadi pembuktian performa All New Aerox 155. Pasalnya Yamaha mengklaim motornya memiliki power to weight ratio terbaik di kelas 155cc.

Apa itu power to weight ratio? Intinya kombinasi antara performa mesin mantap dan bobot ringan. Semakin kecil angka power to weight ratio yang didapat, maka semakin baik nilainya.

Yamaha Aerox 155 Connected sendiri punya mesin yang bisa melontarkan tenaga hingga 15,15 hp. Lebih besar dibanding Honda PCX 150, Honda ADV 150, dan setara Nmax 155.

Kemudian untuk berat Aerox juga paling ringan. Bobot totalnya cuma 122 Kg untuk varian Connected. Maka angka power to weight ratio motor ini 8,05 Kg/hp. Artinya setiap 1 hp yang keluar diperuntukkan menarik beban 8,05 Kg.

Sementara untuk varian Connected/ABS punya berat 125 Kg. Jadi power to weight ratio-nya tidak sebaik varian tanpa ABS yaitu 8,25 Kg/hp. Walau demikian, tetap lebih baik dibanding rival-rivalnya.

Baca juga  5 Kekurangan Honda Vario 125, Ketahui Sebelum Beli

Bagaimana power to weight ratio itu berefek ke performanya saat melaju di Siruit Sentul? Berikut ulasan test ride Yamaha Aerox 155 Connected:

Dimensi Bongsor Tapi Lincah

test ride yamaha aerox 155 connected terbaru
All New Aerox 155 Connected begitu stabil saat diajak menikung cepat di lintasan

Impresi pertama saya saat test ride Yamaha Aerox 155 Connected, bodinya tampak bongsor dan motor matik ini punya jok yang tinggi. Sekilas, kalau cuma dilihat pasti agak mengintimidasi.

Meski demikian ketika sudah berada di atasnya, terasa begitu percaya diri. Salah satu penyebabnya, bobot motor ini paling ringan dibanding kompetitor. Kemudian soal jok tinggi, sesungguhnya bisa disiasati dengan duduk di ujung jok ketika motor dalam posisi diam. Alhasil pengendara dengan postur 168 cm seperti saya, mudah menapakkan kaki ke aspal.

Lalu mesin motor diaktifkan, saatnya melahap Sirkuit Sentul Kecil. Secara garis besar, lintasan ini memiliki 14 tikungan yang cukup rapat satu sama lain. Lajur lurusnya ada tiga, namun tidak panjang.

Oleh karenanya, di sini Aerox 155 terbaru benar-benar diuji kemampuan bermanuvernya. Menikung ke kiri dan kanan, rasanya mudah saja. Motor sungguh terasa lincah dan membuat pengendara jadi sangat percaya diri. Padahal, saya bukanlah tipe pengendara yang biasa melaju di lintasan balap.

Baca juga  Ini Perbedaan Blok RX King Y1 dan Y4, Awas Salah Pilih!

Motor juga terasa stabil, tidak goyang sama sekali. Hal ini disebabkan penggunaan jarak sumbu roda yang cukup panjang mencapai 1.350 mm, layaknya motor sport. Ditambah lagi karakter suspensi yang kaku, sehingga membuat Aerox tidak mudah limbung. Hadirnya ban belakang lebar, pastinya juga meningkatkan traksi ke aspal.

Akselerasi All New Yamaha Aerox 155 Connected

test ride yamaha aerox 155 connected
Ketika di putaran menengah, akselerasinya jadi begitu responsif. Cukup buka gas sedikit saja, motor langsung melaju cepat

Dengan kehadiran mesin baru, ternyata tidak serta merta menjadikan akselerasinya semakin hebat. Setidaknya itu yang saya rasakan saat melakuan test ride Yamaha Aerox 155 Connected di Sirkuit Sentul Kecil.

Selongsong gas diputar, motor tidak langsung berakselerasi cepat. Tidak ada sensasi mengentak layaknya motor sport. Justru kemampuan berlarinya terbilang halus di awal. 

Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal di banding Aerox lama, torsi meningkat 0,1 Nm jadi 13,9 Nm dan tenaga naik 0,4 hp ke 15,15 hp.

Hanya saja perlu kamu ingat, bobot motor juga naik dari 116 Kg, kini 122 Kg untuk varian Connected. Efeknya power to weight ratio All New Aerox 155 Connected tidak sehebat model lama.

Baca juga  Rantau Mahardika, Orang Indonesia yang Desain Honda ADV 150

Motor Yamaha ini baru galak pada putaran menengah, terlebih saat katup variable (VVA) aktif. Di momen ini, akselerasinya jadi sangat responsif. Cukup buka gas sedikit, motor langsung melaju cepat.

Soal pengereman, meski roda belakang masih teromol dan cakram cuma ada di depan. Hal ini ternyata sudah cukup untuk menghentikan laju motor.

Bagaimana dengan top speed? Sayangnya kami tidak bisa mencapainya, karena karakter sirkuit yang sangat pendek. Hampir tidak ada jalan lurus panjang, sehingga memang test ride Yamaha Aerox 155 Connected di Sentul Kecil yang paling ditonjolkan adalah kemampuan handling.

Mau tahu bagaimana rasa berendaranya di jalan raya? Simak bahasan test ride Yamaha Aerox 155 Connected versi non-sirkuit di bahasan selanjutnya, hanya di Moladin!

Terbaru