MOLADIN
DP8EA-9 Busi Standar Honda GL Max 125, Honda GL Pro, Honda Tiger 2000 Super cruiser, Yamaha Scorpio Z, Honda Tiger Revolution, Honda Mega Pro (Primus) 0
NGK

DP8EA-9 Busi Standar Honda GL Max 125, Honda GL Pro, Honda Tiger 2000 Super c...

NGK

Rp. 13.500

Spesifikasi

type: Busi Standar

DP8EA-9 Busi Busi Standar adalah busi motor yang memiliki titik leleh lebih tinggi untuk meningkatkan performance dari busi motor Anda. Busi ini memiliki ujung platinum runcing, dapat mengurangi konsumsi listrik, tahan terhadap panas tinggi, anti karat, mesih lebih mudah menyala, akselerasi lebih cepat, dan lebih hemat BBM & rendah polusi.

  • Busi motor
  • Memiliki titik leleh lebih tinggi untuk meningkatkan performance dari busi motor Anda
  • Memiliki ujung platinum runcing, dapat mengurangi konsumsi listrik
  • Tahan terhadap panas tinggi, anti karat
  • Mesin lebih mudah menyala, akselerasi lebih cepat, dan lebih hemat BBM & rendah polusi
3.5
4 Review
Setyawan
3.5
20 Juli 2018

NGK DPEA-9 ini cukup awet dipakai untuk motor Honda GL Pro, selama settingan karburator nya pas maka tidak akan cepat mati. soalnya kalau settingan terlalu basah, mesin susah dihidupkan, kalau terlalu kering juga bikin mesin cepat panas

Alfie Adhitya
4.0
2 April 2018

Busi standar honda tiger sama yamaha scorpio nih. Optimal memang untuk mesin air cooled dan penggunaan harian di mesin berkompresi standar. Masalah keawetan juga busi ini juara, dihajar 30.000 km juga lewat lho.

Alice Pramac
3.5
7 Desember 2017

Busi bawaan honda tiger dulu, selalu bawa cadangan disadel buat jaga jaga. hatganya sangay murah, hanya 15ribuan namun kualitas boleh dibilang cukup baik. busi sangat jarang sekali mati bahkan hingga 4 tahun masih bagus diodanya

Khoirul Imamudin
3.0
23 September 2017

Busi standard bawaan motor. Cukup oke, termasuk awet. Biasanya, meski saya sudah pakai busi platinum atau iridium, di bagasi motor tetep ada busi ini buat cadangan. Dengan bbm pertamax, dengan busi ini terasa sedikit lebih boros dibanding menggunakan busi jenis iridim atau platinum. Mungkin karena api yg dihasilkan tidak sebesar yg platinum maupun iridium, sehingga bbm oktan tinggi tidak dapat terbakar sempurna. Penggunaan baru terasa pas kalau pakai premium atau pertalite.