Tes Jarak Tempuh JAECOO J5 EV vs BYD Atto 3, Siapa Bertahan Lebih Jauh?

Jaecoo J5 EV Standard

Jaecoo J5 EV Standard

Rp 279,9 juta
BYD Atto 3 Advanced

BYD Atto 3 Advanced

Rp 390 juta
Bandingkan Dengan Mobil Lainnya

Kali ini kami akan mereview sekaligus melakukan uji coba jarak tempuh (range test) yang cukup ekstrem terhadap dua SUV listrik yang sedang ramai dibicarakan, yakni JAECOO J5 EV dan BYD Atto 3.

Dalam pengujian ini, kami menghabiskan daya baterai kedua mobil hingga benar-benar mencapai nol persen untuk mengetahui mana yang mampu menempuh jarak paling jauh dalam kondisi penggunaan nyata. Komparasi ini semakin menarik karena meski bermain di segmen yang sama, keduanya memiliki selisih harga yang cukup jauh. JAECOO J5 EV dipasarkan mulai Rp299 jutaan, sementara BYD Atto 3 dibanderol di kisaran Rp520 jutaan.

Faktor yang Menentukan Hasil Tes Jarak Tempuh

  • Kondisi Cuaca dan Permukaan Jalan:
    Pengujian berlangsung saat hujan deras dengan kondisi jalan basah hingga tergenang di beberapa titik. Situasi ini meningkatkan hambatan gulir ban sehingga motor listrik bekerja lebih keras dan konsumsi daya baterai menjadi lebih besar dibandingkan saat melaju di jalan kering.
  • Bobot Kendaraan:
    JAECOO J5 EV memiliki bobot sekitar 1.565 kg, sedangkan BYD Atto 3 berbobot sekitar 1.750 kg. Selisih hampir 200 kg membuat JAECOO J5 EV memiliki potensi efisiensi energi yang lebih baik karena membutuhkan tenaga lebih sedikit untuk berakselerasi maupun menjaga kecepatan.
  • Teknologi Regenerative Braking:
    Sistem regenerative braking pada JAECOO J5 EV terasa lebih agresif sehingga mampu mengembalikan energi ke baterai dengan lebih optimal saat deselerasi. Sementara itu, BYD Atto 3 menawarkan karakter pengereman regeneratif yang lebih halus, sehingga pemulihan energinya tidak sekuat rivalnya.
  • Gaya Berkendara dan Penggunaan AC.:
    Selama pengujian, kedua mobil dikendarai dengan pola yang dibuat semirip mungkin, termasuk penggunaan AC pada suhu rendah. Meski demikian, gaya mengemudi, frekuensi akselerasi, serta penggunaan AC tetap menjadi faktor yang memengaruhi konsumsi energi dan hasil akhir jarak tempuh.

Hasil Test Jarak Tempuh

Jaecoo J5 Lihat Detail
#1
BYD Atto 3 Lihat Detail
#2

Uji Jarak Tempuh Real World

Pengujian jarak tempuh (real world range test) dilakukan dengan mengendarai JAECOO J5 EV dan BYD Atto 3 dari Jakarta menuju Semarang dalam kondisi penggunaan sehari-hari. Berikut hasilnya:

  • Kondisi pengujian. Tes berlangsung saat hujan deras hampir sepanjang perjalanan. Jalan yang basah hingga tergenang membuat hambatan gulir ban meningkat, sehingga konsumsi energi kedua mobil menjadi lebih besar dibandingkan jika pengujian dilakukan di jalan kering.
  • BYD Atto 3. SUV listrik ini mampu menempuh jarak 433 km sebelum baterainya habis dan kendaraan berhenti.
  • JAECOO J5 EV. Hasilnya lebih impresif dengan jarak tempuh mencapai 470,3 km hingga baterai benar-benar 0 persen. Dengan demikian, JAECOO J5 EV unggul sekitar 37,3 km dibandingkan BYD Atto 3 dalam pengujian ini.

Hasil Kenyamanan saat Road Trip

Selama perjalanan Jakarta–Semarang, kedua SUV listrik ini menawarkan karakter kenyamanan yang berbeda. Berikut perbandingannya:

BYD Atto 3

  • Suspensi: Bantingan terasa empuk dan nyaman untuk penggunaan di dalam kota. Namun saat melaju di jalan tol, karakter suspensinya cenderung lebih mengayun dan bodi terasa sedikit limbung.
  • Kursi: Menggunakan desain semi-bucket seat yang nyaman, tetapi belum dilengkapi ventilated seats sehingga kabin terasa lebih gerah saat perjalanan jauh.
  • Kemudahan operasional: Memiliki banyak tombol fisik untuk mengakses fitur seperti sensor parkir dan auto hold, sehingga lebih praktis digunakan saat berkendara.

JAECOO J5 EV

  • Suspensi: Bantingan sedikit lebih kaku, tetapi memberikan stabilitas yang lebih baik saat melaju dengan kecepatan tinggi. Peredaman guncangannya juga terasa lebih matang untuk perjalanan jarak jauh.
  • Kursi: Sudah dilengkapi ventilated seats yang membantu menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang selama road trip.
  • Interior: Desain dasbor minimalis membuat kabin terasa lebih lapang, ditambah ambient lighting 64 warna yang memberikan kesan lebih premium.

Kesimpulannya,

  • BYD Atto 3 lebih unggul untuk penggunaan perkotaan berkat suspensi yang empuk dan tombol fisik yang mudah dijangkau.
  • JAECOO J5 EV lebih nyaman untuk perjalanan jauh karena menawarkan stabilitas lebih baik, kursi berpendingin, dan kabin yang terasa lebih lega.

Fitur Keamanan Saat Baterai Habis (Limp Mode)

jaecoo j5 mobil listrik terlaris

Meski baterai menunjukkan 0 persen, baik JAECOO J5 EV maupun BYD Atto 3 tetap dibekali fitur Limp Mode. Fitur ini memungkinkan kendaraan tetap bergerak dengan tenaga terbatas sehingga pengemudi memiliki kesempatan untuk menepi ke lokasi yang aman sebelum mobil benar-benar berhenti.

JAECOO J5 EV

  • Limp Mode aktif saat baterai 0 persen. Setelah indikator baterai dan estimasi jarak tempuh mencapai nol, mobil otomatis masuk ke Limp Mode yang ditandai dengan ikon kura-kura di panel instrumen.
  • Masih bisa melaju perlahan. Kecepatan kendaraan dibatasi sehingga mobil tetap dapat bergerak dengan aman untuk mencari lokasi berhenti.
  • Memudahkan proses evakuasi. Setelah berhenti total, beberapa fungsi dasar seperti memindahkan transmisi ke posisi Neutral atau Park masih dapat dilakukan untuk mempermudah proses penderekan.

BYD Atto 3

  • Limp Mode sebagai fitur keselamatan. Sama seperti JAECOO J5 EV, BYD Atto 3 juga mengaktifkan Limp Mode ketika baterai habis agar mobil tidak langsung kehilangan tenaga sepenuhnya.
  • Kecepatan dibatasi. Dalam mode ini, mobil masih dapat melaju sekitar 18 km/jam, cukup untuk menepi dengan aman dari arus lalu lintas.
  • Fungsi dasar tetap tersedia. Setelah kendaraan berhenti, transmisi masih bisa dipindahkan ke posisi Neutral atau Park, sehingga proses evakuasi menjadi lebih mudah.

Fitur Limp Mode pada kedua SUV listrik ini menjadi lapisan keamanan tambahan agar pengemudi tidak langsung terjebak di tengah jalan saat baterai benar-benar habis.

Efisiensi dan Pengalaman Berkendara

BYD Atto 3 terbaru - Moladin
Foto: CnEVPost

Berdasarkan hasil pengujian, JAECOO J5 EV dan BYD Atto 3 menawarkan karakter efisiensi serta pengalaman berkendara yang berbeda.

JAECOO J5 EV

  • Efisiensi energi: Mencatat konsumsi energi sekitar 7,7 km/kWh, lebih baik dibandingkan rivalnya. Hasil ini didukung bobot kendaraan yang lebih ringan serta sistem regenerative braking yang lebih agresif dalam mengembalikan energi ke baterai.
  • Stabilitas berkendara: Suspensi terasa lebih kaku, tetapi memberikan pengendalian yang lebih stabil dan mantap saat melaju di jalan tol maupun kecepatan tinggi.
  • Kenyamanan kabin: Sudah dilengkapi ventilated seats yang membantu menjaga kenyamanan pengemudi dan penumpang selama perjalanan jauh.

BYD Atto 3

  • Efisiensi energi: Mencatat rata-rata sekitar 7,1 km/kWh. Bobot kendaraan yang lebih berat serta karakter regenerative braking yang lebih halus membuat konsumsi energinya sedikit lebih tinggi.
  • Karakter berkendara: Suspensi yang empuk memberikan kenyamanan saat digunakan di dalam kota, tetapi terasa sedikit mengayun ketika melaju dengan kecepatan tinggi.
  • Kemudahan operasional: Memiliki lebih banyak tombol fisik sebagai shortcut berbagai fitur, sehingga pengemudi dapat mengoperasikannya tanpa terlalu sering mengakses layar head unit.

Secara keseluruhan, JAECOO J5 EV lebih unggul dari sisi efisiensi energi dan stabilitas saat perjalanan jauh, sedangkan BYD Atto 3 menawarkan kenyamanan berkendara di perkotaan serta kemudahan pengoperasian berkat kehadiran tombol fisik yang lebih lengkap.

Kesimpulan

moladin

Dalam pengujian ini, Jaecoo J5 EV unggul dari sisi jarak tempuh, efisiensi energi, dan kenyamanan untuk perjalanan jauh. Sementara itu, BYD Atto 3 menawarkan karakter berkendara yang lebih nyaman di dalam kota serta kemudahan pengoperasian berkat banyaknya tombol fisik.

Pada akhirnya, pilihan kembali disesuaikan dengan kebutuhan dan gaya berkendara masing-masing pengguna.

Ikuti Sosial Media Moladin

Info otomotif terbaru dan kabar seru dari Moladin