Segmen SUV 7-seater di Indonesia semakin menarik dengan hadirnya Wuling Eksion PHEV. Bukan hanya menjadi pesaing sesama mobil hybrid, model ini juga berpotensi mengusik dominasi SUV bermesin konvensional seperti Mitsubishi Destinator.
Sekilas, keduanya menawarkan paket yang mirip. Kabin luas, kapasitas tujuh penumpang, fitur modern, dan kenyamanan untuk perjalanan keluarga. Namun jika dilihat lebih dalam, karakter kedua SUV ini ternyata sangat berbeda.
Lalu, dalam duel Mitsubishi Destinator vs Wuling Eksion PHEV, mana yang paling cocok untuk kebutuhan harian kamu?
Mitsubishi Destinator vs Wuling Eksion PHEV: Performa atau Efisiensi?
Sebelum membahas lebih jauh, mari lihat harga keduanya terlebih dahulu.
| Model | Harga OTR Jakarta |
|---|---|
| Mitsubishi Destinator | Rp402 juta – Rp527,5 juta |
| Wuling Eksion PHEV | Rp449 juta – Rp499 juta |
Dari sisi harga, keduanya sebenarnya bermain di rentang yang cukup berdekatan. Karena itu, keputusan pembelian lebih banyak ditentukan oleh kebutuhan penggunaan dan karakter mobilnya.
Mitsubishi Destinator, Cocok Buat yang Suka Tenaga Responsif

Mitsubishi Destinator mengandalkan mesin 1.500 cc turbo berkode 4B40 yang mampu menghasilkan tenaga 160 dk dan torsi 250 Nm.
Di atas kertas, angka tersebut membuat Destinator terasa lebih bertenaga saat berakselerasi maupun ketika membawa penumpang penuh. Karakter turbo juga memberikan dorongan tenaga yang kuat saat dibutuhkan, terutama untuk perjalanan luar kota atau melewati jalan menanjak.
Dari pengalaman pengujian, konsumsi BBM Destinator tercatat sekitar 13,4 km/liter untuk penggunaan dalam kota dan mencapai 14,8 km/liter saat digunakan secara konstan di jalan tol.
Destinator menawarkan sensasi berkendara yang lebih dekat dengan SUV konvensional. Buat kamu yang sering bepergian jauh bersama keluarga dan mengutamakan performa tanpa perlu memikirkan pengisian baterai, SUV ini terasa lebih praktis.
Wuling Eksion PHEV, Andalan untuk Pengguna yang Mengejar Efisiensi

Berbeda dengan rivalnya, Wuling Eksion PHEV mengusung teknologi Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).
Mesin bensin 1.500 cc menghasilkan tenaga 105 dk dan torsi 130 Nm, kemudian dipadukan dengan motor listrik bertenaga 195 dk dan torsi 230 Nm.
Kombinasi tersebut membuat respons akselerasi terasa instan sejak putaran bawah, khas kendaraan elektrifikasi. Keunggulan terbesarnya tentu ada pada efisiensi bahan bakar.
Dalam perjalanan jarak jauh Jakarta-Yogyakarta, konsumsi BBM Eksion PHEV tercatat di kisaran 19,8 hingga 20,3 km/liter pada jalur arteri. Saat melaju konstan di tol, angkanya bahkan mencapai 24 km/liter.
Menariknya lagi, SUV ini mampu menempuh jarak hingga 125 km hanya menggunakan tenaga baterai.
Bagi pengguna perkotaan dengan mobilitas tinggi, Eksion PHEV berpotensi memangkas biaya bahan bakar secara signifikan. Bahkan untuk perjalanan harian, banyak pengguna yang bisa mengandalkan mode listrik tanpa harus sering mengisi bensin.
Mana yang Lebih Layak Dipilih?
Jika kamu mencari SUV keluarga dengan performa kuat, karakter berkendara konvensional, jaringan servis yang sudah luas, serta kemudahan perawatan jangka panjang, Mitsubishi Destinator menjadi pilihan yang menarik.
Namun bila prioritas utama adalah efisiensi bahan bakar, teknologi elektrifikasi terbaru, dan biaya operasional yang lebih rendah, Wuling Eksion PHEV menawarkan value yang sulit diabaikan.
Pada akhirnya, duel Mitsubishi Destinator vs Wuling Eksion PHEV bukan soal mana yang lebih baik secara mutlak, melainkan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu. Destinator unggul di sisi performa dan kepraktisan, sementara Eksion PHEV menawarkan efisiensi yang jauh lebih impresif.
Untuk informasi otomotif terbaru, review mobil, hingga rekomendasi kendaraan terbaik sesuai kebutuhan, pantau terus artikel terbaru di Moladin!



