Perjalanan jarak jauh menggunakan sepeda motor membutuhkan kendaraan yang nyaman, tangguh, dan sesuai dengan kondisi jalan. Selain kapasitas mesin, faktor seperti posisi berkendara, konsumsi bahan bakar, kapasitas tangki, serta karakter suspensi juga perlu dipertimbangkan agar perjalanan antarkota tidak cepat melelahkan.
Pilihan motor untuk touring cukup beragam, mulai dari skutik, motor bebek, hingga motor sport dan adventure. Setiap jenis memiliki keunggulan tersendiri, baik dari sisi kepraktisan maupun kemampuan melibas berbagai medan. Berikut 15 rekomendasi motor untuk perjalanan jauh yang bisa kamu pertimbangkan sesuai kebutuhan dan anggaran.
Rekomendasi Motor untuk Perjalanan Jauh
1. Yamaha NMAX Turbo

Yamaha NMAX Turbo bisa menjadi pilihan untuk perjalanan jauh di jalan aspal karena menawarkan posisi berkendara yang relatif santai. Skutik ini menggunakan mesin 155 cc berteknologi VVA yang mendukung performa saat melaju di jalan perkotaan maupun luar kota. Ruang kaki yang cukup luas juga memberi keleluasaan bagi pengendara untuk mengubah posisi kaki selama perjalanan.
Varian Turbo menggunakan teknologi YECVT yang menghadirkan karakter akselerasi berbeda melalui mode berkendara dan fitur Y-Shift. Untuk touring, ruang penyimpanan dan kemudahan membawa barang bisa ditambah menggunakan aksesori bagasi sesuai kebutuhan.
2. Honda ADV160
Honda ADV160 cocok bagi pengendara yang sering melewati jalan dengan kondisi bervariasi. Desain bergaya adventure dipadukan dengan posisi duduk tegak dan ground clearance yang mendukung perjalanan di jalan aspal maupun permukaan tidak rata. Mesin 160 cc eSP+ juga cukup praktis untuk perjalanan antarkota.
Suspensi belakang dengan sub-tank membantu menunjang kenyamanan saat melewati permukaan jalan yang kurang mulus. Kapasitas bagasi sekitar 30 liter dapat digunakan untuk menyimpan jas hujan atau barang bawaan kecil. Motor ini layak dipertimbangkan bagi pengendara yang menginginkan skutik serbaguna untuk perjalanan harian sekaligus touring.
3. Yamaha XMAX 250 Connected

Bagi yang mengutamakan kenyamanan saat menempuh perjalanan ratusan kilometer, Yamaha XMAX 250 Connected menawarkan sejumlah kelebihan. Mesin 250 cc memberikan tenaga lebih besar dibandingkan skutik 150–160 cc, terutama ketika membutuhkan akselerasi untuk menyalip di jalan raya. Bodi besar, jok lebar, dan ruang kaki yang luas juga mendukung posisi berkendara santai.
Tangki bahan bakar berkapasitas 13 liter membantu mengurangi frekuensi pengisian BBM, sedangkan bagasi di bawah jok cukup luas untuk menyimpan helm atau barang bawaan. Fitur konektivitas dan navigasi pada model yang mendukungnya juga bisa membantu pengendara mengikuti rute perjalanan.
4. Honda PCX160
Honda PCX160 bisa menjadi alternatif bagi pengendara yang ingin touring menggunakan skutik dengan desain elegan. Mesin 160 cc eSP+ menawarkan perpaduan performa dan kepraktisan untuk perjalanan harian maupun antarkota. Posisi duduk yang santai dan jok lebar membantu menjaga kenyamanan selama berkendara.
Tangki bahan bakar berkapasitas 8,1 liter cukup mendukung perjalanan luar kota, meskipun jarak tempuh antarpengisian tetap bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan. Dibandingkan skutik berukuran lebih besar, PCX160 juga relatif mudah digunakan saat harus melewati lalu lintas padat di kota tujuan.
5. Honda Forza 250
Honda Forza 250 cocok untuk pengendara yang mencari skutik premium untuk perjalanan jarak jauh. Mesin 250 cc memberikan tenaga yang memadai untuk melaju di jalan raya, sementara bodi besar dan posisi duduk santai mendukung kenyamanan selama perjalanan. Windscreen yang dapat diatur secara elektrik pada model yang dilengkapi fitur tersebut membantu menyesuaikan perlindungan dari terpaan angin.
Bagasi di bawah jok juga memberikan ruang untuk menyimpan perlengkapan perjalanan. Meski nyaman untuk rute antarkota, dimensi bodinya perlu dipertimbangkan jika perjalanan mencakup banyak jalan sempit atau kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
6. Yamaha Lexi LX 155

Yamaha Lexi LX 155 cocok bagi pengendara yang menginginkan skutik dengan posisi kaki fleksibel dan bodi relatif ramping. Mesin 155 cc berteknologi VVA mendukung kebutuhan berkendara harian maupun perjalanan luar kota. Lantai dek yang rata juga memudahkan pengendara mengatur posisi kaki sesuai kenyamanan.
Dibandingkan NMAX atau XMAX, Lexi memiliki dimensi yang lebih ringkas sehingga lebih mudah dikendalikan di jalan padat. Namun, kapasitas tangki 4,2 liter tergolong lebih kecil, sehingga pengendara perlu merencanakan pemberhentian untuk mengisi BBM saat melakukan perjalanan panjang.
7. Honda CB150X
Honda CB150X bisa dipertimbangkan bagi pengendara yang menyukai motor sport bergaya adventure. Posisi berkendara tegak, setang yang mendukung kontrol, dan desain bodi yang tinggi membuatnya sesuai untuk menjelajahi berbagai rute. Mesin 150 cc dengan transmisi manual enam percepatan juga memberi keleluasaan saat menghadapi tanjakan dan jalan berkelok.
Suspensi depan upside-down menjadi salah satu ciri motor ini, sedangkan windscreen membantu mengurangi terpaan angin ke tubuh pengendara. Untuk touring, CB150X cocok bagi yang ingin beralih dari motor harian ke motor bergaya adventure tanpa harus menggunakan mesin berkapasitas besar.
8. Kawasaki Versys-X 250 Tourer
Kawasaki Versys-X 250 Tourer dirancang untuk perjalanan jauh dengan karakter motor adventure. Mesin dua silinder 249 cc menawarkan tenaga yang sesuai untuk perjalanan antarkota, sedangkan posisi duduk tegak membantu pengendara mempertahankan postur selama berkendara. Roda depan berukuran 19 inci juga mendukung kestabilan ketika melewati jalan dengan permukaan bervariasi.
Pada versi Tourer, perlengkapan seperti boks samping dan pelindung tangan menunjang kebutuhan membawa barang serta perjalanan panjang. Motor ini cocok bagi pengendara yang rutin touring dan membutuhkan kendaraan dengan kemampuan lebih fleksibel daripada skutik biasa.
9. Suzuki V-Strom 250 SX
Suzuki V-Strom 250 SX menawarkan karakter adventure dalam bodi yang relatif ramping. Mesin 249 cc satu silinder menggunakan sistem pendinginan Suzuki Oil Cooling System (SOCS) dan transmisi manual enam percepatan. Kombinasi tersebut mendukung perjalanan di jalan aspal maupun rute dengan kondisi permukaan yang tidak selalu mulus.
Roda depan 19 inci dan ground clearance tinggi menjadi kelebihan saat melewati jalan bergelombang. Tangki bahan bakar 12 liter juga dapat membantu menunjang perjalanan antarkota. Bagi pengendara yang menginginkan motor touring dengan karakter adventure, V-Strom 250 SX layak masuk daftar pertimbangan.
10. Honda NX500
Honda NX500 cocok bagi pengendara yang membutuhkan motor adventure untuk perjalanan jauh dengan tenaga lebih besar. Mesin dua silinder 471 cc memberikan performa yang memadai untuk melaju di jalan raya, termasuk ketika membawa barang atau berboncengan. Posisi berkendara tegak dan desain windscreen juga mendukung kenyamanan saat menempuh perjalanan panjang.
Kapasitas mesin yang lebih besar membuat NX500 sesuai bagi pengendara yang rutin melakukan touring lintas kota atau menjelajahi rute pegunungan. Namun, bobot dan tinggi motor tetap perlu diperhitungkan agar pengendara merasa nyaman ketika bermanuver atau berhenti di jalan menanjak.
11. Kawasaki Versys 650

Kawasaki Versys 650 bisa menjadi pilihan untuk touring jarak jauh yang membutuhkan performa mesin lebih besar. Mesin dua silinder 649 cc memberikan tenaga untuk perjalanan antarkota maupun jalur pegunungan. Posisi duduk tegak dan desain windscreen mendukung kenyamanan, terutama ketika pengendara menghabiskan waktu cukup lama di atas motor.
Karakter Versys 650 lebih cocok bagi pengendara berpengalaman yang sering menempuh perjalanan jauh. Dimensi dan bobotnya lebih besar daripada motor 150–250 cc, sehingga perlu penyesuaian saat menghadapi kemacetan, parkir, atau jalan sempit.
12. Royal Enfield Himalayan 450
Royal Enfield Himalayan 450 dirancang untuk pengendara yang ingin menjelajahi berbagai jenis medan. Mesin 452 cc memberikan tenaga untuk perjalanan antarkota, sementara desain adventure dan suspensinya mendukung penggunaan di jalan aspal maupun rute yang lebih menantang.
Posisi duduk tegak membantu pengendara menjaga postur selama perjalanan panjang. Himalayan 450 juga bisa menjadi pilihan untuk touring yang menggabungkan perjalanan di jalan raya dengan eksplorasi rute pedesaan. Meski begitu, tinggi jok dan bobot motor sebaiknya disesuaikan dengan postur serta pengalaman pengendara.
13. Yamaha MT-25
Yamaha MT-25 bisa dipertimbangkan bagi pengendara yang lebih menyukai motor naked sport daripada motor adventure. Mesin 250 cc dua silinder memberikan tenaga yang memadai untuk perjalanan antarkota, sedangkan setang lebar membantu pengendalian ketika melewati jalan berkelok.
Karena tidak memiliki fairing besar seperti motor sport touring, terpaan angin akan lebih terasa ketika melaju pada kecepatan tinggi. MT-25 tetap bisa digunakan untuk perjalanan jauh, tetapi kenyamanan akan lebih bergantung pada postur pengendara, kondisi jok, dan durasi berkendara.
14. Yamaha XSR155

Yamaha XSR155 menggabungkan tampilan klasik dengan teknologi modern. Mesin 155 cc berteknologi VVA dan rangka Deltabox mendukung penggunaan harian maupun perjalanan luar kota. Posisi berkendara yang relatif tegak membuatnya bisa dipertimbangkan untuk touring ringan.
Namun, XSR155 tidak memiliki perlindungan angin sebesar motor adventure atau touring. Untuk perjalanan panjang, pengendara perlu memperhatikan kenyamanan jok dan menyiapkan tempat penyimpanan tambahan karena ruang bagasi bawaan terbatas. Motor ini lebih sesuai bagi yang mengutamakan desain klasik dan sesekali melakukan perjalanan antarkota.
15. Honda Supra GTR 150
Honda Supra GTR 150 menjadi pilihan bagi pengendara yang ingin melakukan perjalanan jauh menggunakan motor bebek sport. Mesin 150 cc dengan transmisi manual enam percepatan memberi keleluasaan untuk mengatur tenaga ketika melewati tanjakan maupun jalan luar kota. Bodi yang ramping juga memudahkan pengendara bermanuver di jalan yang padat.
Dibandingkan skutik maxi atau motor adventure, Supra GTR 150 memiliki ruang penyimpanan yang lebih terbatas. Meski demikian, motor ini bisa menjadi alternatif untuk touring dengan anggaran lebih terjangkau, terutama jika pengendara terbiasa menggunakan transmisi manual dan tidak membawa banyak barang.
Ganti nomor 15 dengan Honda CBR150R. Motor sport full fairing ini lebih cocok untuk melengkapi daftar rekomendasi motor perjalanan jauh dari kategori sport.
15. Honda CBR150R

Honda CBR150R bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang menyukai motor sport untuk perjalanan antarkota. Motor ini mengandalkan mesin 150 cc dengan transmisi manual enam percepatan yang mendukung pengaturan tenaga saat melewati jalan berkelok maupun jalur luar kota. Desain full fairing juga membantu mengurangi terpaan angin ke tubuh pengendara dibandingkan motor naked seperti Yamaha MT-25.
Meski begitu, posisi berkendara CBR150R cenderung lebih sporty sehingga bisa terasa melelahkan jika digunakan berjam-jam, terutama bagi pengendara yang belum terbiasa. Motor ini lebih sesuai untuk touring dengan rute beraspal dan pengendara yang nyaman dengan posisi duduk motor sport.
Tips Memilih Motor untuk Perjalanan Jauh
Memilih motor untuk perjalanan jauh perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan rute yang akan ditempuh. Berikut beberapa hal yang bisa kamu pertimbangkan sebelum menentukan motor untuk touring.
1. Pilih Posisi Berkendara yang Nyaman
Posisi duduk berpengaruh terhadap kenyamanan selama perjalanan. Motor dengan posisi berkendara tegak, seperti skutik maxi dan motor adventure, bisa menjadi pilihan jika kamu sering melakukan perjalanan antarkota. Pastikan posisi setang, jok, dan pijakan kaki terasa pas agar tubuh tidak cepat pegal.
2. Perhatikan Kapasitas Tangki dan Konsumsi BBM
Kapasitas tangki yang memadai dapat mengurangi frekuensi berhenti untuk mengisi bahan bakar. Konsumsi BBM juga perlu diperhitungkan, terutama jika rute perjalanan cukup panjang atau melewati daerah yang jarak antarpom bensinnya berjauhan.
3. Sesuaikan Performa Mesin dengan Rute
Motor dengan mesin berkapasitas besar umumnya menawarkan tenaga lebih untuk perjalanan di jalan bebas hambatan atau jalur menanjak. Namun, motor bermesin kecil juga bisa digunakan untuk perjalanan jauh selama kondisinya prima dan performanya sesuai dengan kebutuhan. Pertimbangkan karakter rute serta kemampuan mengendalikan motor.
4. Periksa Kondisi Suspensi dan Rem
Suspensi yang mampu meredam guncangan dengan baik membantu menjaga kenyamanan saat melewati jalan bergelombang. Pastikan juga rem bekerja optimal agar motor tetap mudah dikendalikan dalam berbagai kondisi jalan. Jika berencana touring bersama penumpang atau membawa barang, perhatikan pula kemampuan motor menopang beban.
5. Lakukan Servis Sebelum Berangkat
Sebelum melakukan perjalanan jauh, periksa kondisi ban, tekanan angin, oli mesin, rem, lampu, rantai atau CVT, serta sistem pendingin jika tersedia. Servis terlebih dahulu jika ditemukan komponen yang perlu diperbaiki atau diganti. Jangan lupa membawa perlengkapan berkendara seperti helm berstandar SNI, jaket, sarung tangan, dan jas hujan.
6. Sesuaikan Motor dengan Anggaran
Harga motor, biaya perawatan, konsumsi BBM, dan ketersediaan suku cadang perlu masuk dalam pertimbangan. Motor yang sesuai dengan anggaran akan lebih mudah dirawat untuk penggunaan jangka panjang. Kamu juga bisa mempertimbangkan motor bekas, asalkan kondisi mesin dan komponen pentingnya diperiksa secara menyeluruh sebelum membeli.
Untuk mendapatkan informasi otomotif lainnya, mulai dari tips perawatan kendaraan hingga panduan memilih mobil baru dan bekas, kunjungi Moladin.



