Toyota Rush Konde 2009 bekas masih menarik dilirik buat kamu yang mencari mobil Low Sport Utility Vehicle (LSUV) dengan tampilan gagah dan kapasitas hingga 7 penumpang. Harga Toyota Rush generasi pertama ini berada di kisaran Rp110 juta hingga Rp125 jutaan, tergantung varian dan kondisi kendaraan.
Julukan Rush Konde berasal dari posisi ban serep di pintu belakang yang menyerupai konde. Selain memiliki ground clearance 200 mm, mobil bermesin 1.500 cc ini menggunakan penggerak roda belakang (RWD). Sebelum membeli, simak harga tiap varian, spesifikasi, konsumsi BBM, pajak tahunan, serta tips memeriksa kondisi unit bekasnya.
Spesifikasi Toyota Rush Konde 2009

Toyota Rush generasi pertama mengandalkan mesin bensin 1.500 cc dengan teknologi Variable Valve Timing-intelligent (VVT-i). Mesin ini dipadukan dengan penggerak roda belakang, yang menjadi salah satu karakter utama Rush lawas.
Berikut spesifikasi utama Toyota Rush Konde 2009:
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Tipe mesin | 3SZ-VE, 4-silinder segaris |
| Kapasitas mesin | 1.495 cc |
| Teknologi mesin | DOHC, VVT-i, 16 katup, EFI |
| Tenaga maksimum | 109 PS pada 5.500 rpm |
| Torsi maksimum | 145 Nm pada 4.000 rpm |
| Transmisi | Manual 5-percepatan dan otomatis 4-percepatan |
| Penggerak | RWD (roda belakang) |
| Ground clearance | 200 mm |
| Kapasitas penumpang | Hingga 7 orang |
| Ukuran pelek | 16 inci, alloy |
Mesin tersebut cukup memadai untuk menunjang mobilitas harian maupun perjalanan luar kota. Sementara itu, pilihan transmisi manual dan otomatis memberikan keleluasaan bagi pembeli untuk menyesuaikan dengan kebiasaan berkendara.
Perlu diperhatikan, Rush Konde merupakan mobil berusia lebih dari 17 tahun pada 2026. Karena itu, performa unit bekas tidak hanya ditentukan spesifikasi bawaan, tetapi juga perawatan mesin, kondisi transmisi, dan riwayat pemakaian sebelumnya.
Fitur Toyota Rush Konde 2009
Dari sisi perlengkapan, mobil ini menawarkan fitur dasar yang menunjang kenyamanan dan keselamatan. Namun, kelengkapan aktual tetap perlu diperiksa berdasarkan tipe dan kondisi unit yang akan dibeli.
1. Eksterior dengan karakter SUV
Ciri paling menonjol dari Rush Konde adalah ban serep yang dipasang di pintu belakang. Desain tersebut memberikan tampilan khas SUV, ditambah lekukan bodi dan pelek alloy 16 inci yang membuatnya terlihat gagah.
Ground clearance 200 mm juga membantu ketika mobil melewati jalan berlubang atau permukaan yang tidak rata. Meski demikian, tinggi kolong bukan berarti mobil ini dirancang untuk menghadapi semua medan berat.
2. Interior dan kenyamanan
Kabin Rush 2009 menggunakan jok berbahan fabric atau kain dengan sandaran kepala (headrest). Konfigurasi tiga baris kursi membuatnya dapat digunakan untuk mengangkut keluarga, meskipun kenyamanan penumpang baris belakang tetap perlu dicoba secara langsung.
Untuk hiburan, tersedia head unit standar berukuran double DIN yang mendukung radio AM/FM, USB, aux-in, serta pemutar CD/MP3. Pengaturan AC masih manual dengan sistem double blower untuk membantu menyalurkan udara sejuk ke area belakang kabin.
3. Fitur keselamatan
Perlengkapan keselamatan yang tercantum meliputi Child Safety Locks, sensor parkir, Dual SRS Airbag, serta sistem pengereman ABS dan EBD.
Fitur-fitur tersebut membantu menunjang keselamatan berkendara dan memudahkan pengemudi saat parkir. Namun, pada mobil bekas seusia ini, pastikan lampu indikator airbag dan ABS berfungsi normal serta tidak ada komponen keselamatan yang pernah dilepas atau dimodifikasi.
Konsumsi BBM Rush Konde 2009
Konsumsi BBM Toyota Rush Konde 2009 berkisar 8,8–13,8 km/liter, tergantung kondisi lalu lintas, rute, transmisi, dan kondisi kendaraan.
Berikut gambaran konsumsi bahan bakarnya:
| Kondisi perjalanan | Konsumsi BBM |
|---|---|
| Dalam kota | Sekitar 8,8 km/liter |
| Jalan tol atau luar kota | Sekitar 12–13,8 km/liter |
| Rute kombinasi | Sekitar 11,3 km/liter |
Angka tersebut mengacu pada hasil pengujian Rush generasi awal saat kondisinya masih baru, sehingga bukan jaminan konsumsi BBM untuk setiap unit bekas saat ini.
Untuk pemakaian dalam kota dengan lalu lintas padat, konsumsi BBM bisa lebih boros, terutama pada varian otomatis. Sebaliknya, perjalanan dengan kecepatan relatif stabil berpotensi menghasilkan konsumsi yang lebih efisien.
Jika kamu mempertimbangkan mobil ini untuk pemakaian harian, lakukan uji jalan dan perhatikan kondisi mesin, sistem injeksi, serta transmisi. Perawatan yang kurang baik bisa memengaruhi efisiensi bahan bakar.
