Macet sudah jadi menu harian bagi pengendara di kota-kota besar. Di kondisi seperti ini, motor dengan bobot ringan punya nilai lebih: lebih lincah menyelip di celah sempit, mudah dikendalikan saat berhenti dan jalan, serta tidak bikin capek ketika harus didorong atau diparkir di tempat terbatas.
Bobot motor ternyata beragam, mulai dari bebek, matic, hingga sport. Supaya tidak salah pilih, simak 10 motor paling ringan di Indonesia berikut ini, lengkap dengan bobot, spesifikasi, dan keunggulan masing-masing.
Jaring Bagasi Jok Motor Tali Helm Barang
10 Motor Paling Ringan, Gesit Buat Selap-Selip di Jalan
1. Honda BeAT

Bobot sekitar 87–88 kg membuat Honda BeAT cocok untuk pengendara yang membutuhkan motor praktis di tengah lalu lintas perkotaan. Dimensinya yang ramping memudahkan manuver saat jalanan padat atau ketika mencari tempat parkir. Mesin 110 cc juga memadai untuk menunjang perjalanan rutin, mulai dari berangkat kerja hingga berbelanja. Pilihan tipe CBS dan Deluxe bisa disesuaikan dengan kebutuhan serta anggaran. Selain bobotnya ringan, motor ini juga mudah dijumpai di jalan sehingga pilihan bengkel dan suku cadangnya relatif luas. BeAT layak dipertimbangkan untuk mobilitas harian yang mengutamakan kepraktisan.
2. Honda ICON e:
Pengendara yang ingin beralih ke kendaraan listrik bisa mempertimbangkan Honda ICON e:. Skuter listrik ini memiliki bobot sekitar 89 kg dan menawarkan pengoperasian praktis tanpa perpindahan gigi. Karakter tersebut cocok untuk perjalanan rutin di dalam kota, terutama jika jarak tempuh harian masih sesuai dengan kemampuan baterainya.
Pengisian daya juga perlu menjadi pertimbangan sebelum memilih motor listrik ini. Pastikan tersedia lokasi pengisian yang memadai, baik di rumah maupun tempat yang sering dikunjungi. Dengan kebutuhan perjalanan yang sesuai, ICON e: bisa menjadi alternatif untuk mobilitas harian.
Phone Holder Motor Alumunium
3. Honda Genio

Desain membulat menjadi salah satu pembeda Honda Genio dari sejumlah motor matic lain di kelasnya. Bobotnya berkisar 89–90 kg, sehingga masih tergolong ringan untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Mesin 110 cc mendukung perjalanan di kawasan perkotaan, sedangkan bodinya yang relatif ringkas membantu saat bermanuver.
Model ini bisa menjadi pilihan bagi pengendara yang menginginkan motor praktis dengan tampilan berbeda dari BeAT. Sebelum menentukan pilihan, cobalah posisi duduk dan pastikan kaki dapat menapak dengan nyaman saat berhenti. Faktor tersebut turut memengaruhi rasa percaya diri ketika berkendara.
4. Suzuki NEX II
Suzuki NEX II memiliki bobot sekitar 93 kg dan mengutamakan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari. Ukurannya yang ringkas membantu pengendara bergerak di jalan perkotaan maupun memarkir motor di ruang terbatas. Mesin 115 cc cukup menunjang kebutuhan perjalanan rutin. Bagi pembeli yang mempertimbangkan unit bekas, model ini bisa masuk daftar pencarian sesuai anggaran dan kondisi kendaraan yang tersedia.
Pemeriksaan mesin, sistem CVT, rangka, serta riwayat servis tetap diperlukan sebelum transaksi. Ketersediaan suku cadang di daerah tempat tinggal juga sebaiknya menjadi pertimbangan.
AHM Oil MPX-1 - 0.8 L
5. Suzuki NEX II Crossover
Sentuhan desain bergaya petualang membuat Suzuki NEX II Crossover tampil berbeda dari motor matic perkotaan pada umumnya. Bobotnya sekitar 94 kg, sehingga masih tergolong ringan untuk menunjang mobilitas harian. Tampilan tersebut cocok bagi pengendara yang ingin motor praktis dengan karakter lebih tangguh. Meski demikian, desain crossover tidak berarti motor ini ditujukan untuk medan berat seperti motor trail.
Penggunaan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi jalan dan kemampuan ban. Jika memilih unit bekas, periksa kondisi bodi, kaki-kaki, mesin, serta ketersediaan komponen pengganti.
6. Honda Scoopy

Gaya retro menjadi daya tarik Honda Scoopy bagi pengendara yang menginginkan motor dengan tampilan khas. Bobotnya berkisar 93–94 kg, tergantung tipe yang digunakan sebagai acuan. Mesin 110 cc menunjang perjalanan harian, sedangkan dimensi bodinya masih cukup praktis untuk penggunaan di perkotaan. Scoopy juga menawarkan pilihan tipe dengan kelengkapan fitur yang bisa berbeda menurut tahun produksi.
Oleh karena itu, calon pembeli sebaiknya membandingkan spesifikasi sebelum menentukan pilihan. Selain tampilan, kenyamanan posisi duduk dan kemudahan mengendalikan motor tetap perlu diuji secara langsung.
7. Yamaha Mio M3
Mesin 125 cc menjadi salah satu pertimbangan saat memilih Yamaha Mio M3 untuk kebutuhan harian. Bobotnya sekitar 94 kg, sehingga masih tergolong ringan di kelas motor matic. Bentuknya yang sederhana cocok bagi pengendara yang lebih mengutamakan fungsi daripada desain dengan banyak aksesori.
Motor ini dapat menunjang perjalanan ke tempat kerja, kampus, atau berbagai aktivitas rutin lainnya. Jika membeli unit bekas, periksa respons mesin, kondisi CVT, sistem pengereman, dan kelistrikan. Kondisi kendaraan akan sangat memengaruhi kenyamanan serta biaya perawatan setelah pembelian.
Phone Holder Motor Alumunium
8. Yamaha Gear 125
Aktivitas harian yang beragam membutuhkan motor yang praktis untuk membawa barang dan menunjang perjalanan rutin. Yamaha Gear 125 menawarkan karakter tersebut melalui desain fungsional dan mesin 125 cc. Bobotnya sekitar 95–96 kg, sedikit lebih berat daripada beberapa motor 110 cc dalam daftar ini.
Meski begitu, bobotnya masih relatif ringan untuk kelas matic 125 cc. Model ini bisa dipertimbangkan oleh pengguna yang membutuhkan kendaraan untuk bekerja sekaligus menjalankan keperluan keluarga. Sebelum membeli, sesuaikan pilihan tipe dan fitur dengan kebutuhan agar biaya yang dikeluarkan tetap sepadan.
9. Yamaha Fino 125

Tampilan klasik membuat Yamaha Fino 125 punya karakter tersendiri di antara motor matic bermesin 125 cc. Bobotnya sekitar 95 kg, sehingga masih cukup ringan untuk pemakaian di kawasan perkotaan. Mesin 125 cc mendukung perjalanan rutin, sementara desain bodinya cocok bagi pengendara yang menyukai gaya retro.
Ketersediaan unit baru bisa terbatas, sehingga pasar motor bekas menjadi alternatif untuk mencari model ini. Perhatikan kondisi mesin, CVT, kelistrikan, dan kelengkapan dokumen sebelum membeli. Riwayat perawatan yang jelas juga membantu menilai apakah unit tersebut masih layak digunakan untuk aktivitas sehari-hari.
10. Yamaha Fazzio

Teknologi Blue Core Hybrid dan desain retro-modern menjadi ciri khas Yamaha Fazzio. Bobotnya berada di kisaran 95 kg, dengan mesin 125 cc untuk mendukung mobilitas di perkotaan. Motor ini bisa dipertimbangkan oleh pengendara yang menginginkan tampilan berbeda sekaligus fitur modern.
Teknologi hybrid dirancang untuk membantu efisiensi pada kondisi berkendara tertentu, meski konsumsi BBM tetap dipengaruhi gaya berkendara dan kondisi jalan. Pilihan tipe memiliki kelengkapan yang berbeda, sehingga spesifikasinya perlu dibandingkan sebelum membeli. Cobalah posisi berkendara secara langsung untuk memastikan motor terasa nyaman saat digunakan setiap hari.
