by

Apa Beda Surat Tilang Biru dan Merah? Kamu Harus Tahu

Beda surat tilang biru dan merah – Polisi kerap mengadakan razia dan operasi patuh lalu lintas di jalan raya. Dalam setiap kegiatan tersebut, pengendara yang kedapatan tidak mematuhi peraturan akan terkena tilang. Beberapa jenis pelanggaran berkendara yang dilakukan penindakan, antara lain:

  1. Tidak memakai helm (pengendara motor).
  2. Kendaraan bermotor yang tidak laik jalan.
  3. Menggunakan HP saat berkendara.
  4. Mengemudi dalam keadaan mabuk akibat mengonsumsi alkohol.
  5. Kendaraan bermotor yang memasang strobo, rotator dan atau sirine.
  6. Lebih dua orang berboncengan (pengendara motor).
  7. Pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur (tidak memiliki SIM).
  8. Tidak memakai sabuk keselamatan (pengendara mobil).
  9. Berkendara melawan arus.
  10. Menerobos traffic light.
  11. Melebihi batas kecepatan minimal dan maksimal yang telah ditentukan.
  12. Ada perlengkapan standar yang tidak ada/rusak.
  13. Surat kendaraan tidak lengkap

Apabila kamu melanggar salah satu saja, maka polisi biasanya memberikan surat tilang. Kemudian, mereka akan meminta kamu memilih antara slip merah atau biru. Seperti diketahui, Kepolisian Republik Indonesia telah lama mengeluarkan kebijakan slip biru dan slip merah untuk surat tilang.

Namun demikian, banyak di antara kita yang masih belum tahu prosedur tilang -arti dan perbedaan masing – masing warna slip. Ketidaktahuan itu, selain akibat sosialisasi dari kepolisian yang kurang, bisa juga karena keengganan kita mencari informasi. Sebenarnya, di zaman gawai pintar seperti sekarang, mendapatkan keterangan apapun sangatlah mudah.

Baca juga  Serba-Serbi Tilang, Ini yang Harus Kamu Lakukan Kalau Ditilang

Kenali beda surat tilang biru dan merah agar kamu tidak kesulitan dalam mengurusnya.  Kalau kamu termasuk yang belum paham perbedaannya, berikut Moladin informasikan detailnya.

Baca pelan – pelan ya!

Slip Biru

Operasi Patuh 2019: kenali beda surat tilang biru dan merah Surat Tilang Warna Biru

Jika melakukan pelanggaran lalu lintas dan kamu memutuskan mengambil slip biru, maka denda bisa dibayar di loket BRI dekat tempat pelanggaran. Setelah membayar denda, maka kamu bisa mengambil dokumen yang disita di Polsek wilayah tempat melakukan pelanggaran. Jadi, kamu tidak perlu datang ke pengadilan. Perlu diingat, jika mengambil slip biru, maka ada kemungkinan denda yang harus kamu bayar adalah denda maksimal dari pelanggaran.

Slip Merah

Operasi Patuh 2019: kenali beda surat tilang biru dan merah Surat Tilang Merah

Namun, jika kamu merasa tidak melakukan pelanggaran dan memilih untuk melakukan sidang di pengadilan, maka kamu akan menerima slip merah. Nanti, keputusan apakah kamu melanggar atau tidak akan ditentukan di sana. Selain kamu, polisi yang bersangkutan juga akan hadir pada persidangan di wilayah kehakiman tersebut. Dalam surat tilang, sudah ada keterangan kapan kamu harus datang. Biasanya, jarak antara pelanggaran dan sidang adalah 5 hingga 10 hari.

Baca juga  Tilang Elektronik Roda Dua, Hal Ini yang Sering Dilanggar

Baca Juga :

 

Mana yang Lebih Efektif?

Mana yang lebih efektif

Sekarang kamu tahu perbedaan keduanya. Pertanyaan selanjutnya, lebih efektif mana, slip merah atau biru? Masing – masing slip mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Kita mulai dari slip biru dulu Sob!

Slip biru berguna apabila kamu termasuk orang yang sibuk dan tidak sempat meluangkan waktu ke pengadilan untuk menjalani persidangan. Kekurangannya, kemungkinan denda yang kamu terima adalah denda maksimal dari pelanggaran. 

Lain halnya jika kamu merasa bisa menyediakan waktu untuk mengurus surat tilang ke pengadilan, maka slip merah adalah pilihan yang lebih tepat. Kamu bisa terhindar dari denda maksimal. Perlu diperhatikan juga durasi dan prosedur yang kamu tempuh, karena umumnya butuh waktu lama. Apalagi jika pelanggaran di hari itu cukup banyak.

Satu lagi, tempat persidangan disesuaikan dengan wilayah hukum di mana kamu melakukan pelanggaran. Misalnya, kamu berasal dari Bandung, kemudian ketika berada di wilayah Jakarta Selatan melawan arus dan terkena tilang, maka persidangan dilakukan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Repot sekali bukan?

Baca juga  Polisi Minta Cantumkan Nomor Telepon Dan Email Di BPKB! Buat Apaan?

Tips Hindari Tilang

info tilang

Apapun pilihannya, akan lebih baik lagi jika kamu tidak terkena tilang, ya nggak Sob?

Ini tips dari moladin biar kamu aman dari razia:

  1. Sebelum berangkat, biasakan mengecek dokumen, seperti SIM dan STNK, pastikan masih aktif.
  2. Cek kelengkapan fisik kendaraan bermotor, mulai dari rem, lampu utama, spion, klakson, speedometer, lampu sein, knalpot, ban cadangan mobil, dongkrak mobil, tanda darurat, kotak P3K, dan lain – lain.
  3. Modifikasi kendaraan diperbolehkan asalkan tidak melanggar aturan.
  4. Selalu memakai helm saat mengendarai motor.
  5. Hindari mengoperasikan HP sambil berkendara.
  6. Pelat nomor harus tepasang dan tidak boleh dimodifikasi / angka dan huruf tidak jelas.
  7. Selalu patuhi markah jalan, rambu lalu lintas dan traffic light.
  8. Pengendara mobil wajib memakai sabuk pengaman
  9. Nyalakan lampu utama di siang dan malam hari.
  10.  Perhatikan batas kecepatan maksimal dan minimal.

Ingat Sob, sebagai bikers yang baik, selalu taati peraturan lalu lintas dimanapun dan kapanpun kamu berkendara, tak peduli ada razia atau tidak. Selain agar aman, kita juga tidak membahayakan keselamatan orang lain. Salam satu aspal!

Baca Juga :

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Terbaru