8 Komponen Sistem Pendingin Mobil dan Cara Kerjanya

Komponen sistem pendingin mobil

Berikut akan kami ulas deretan komponen sistem pendingin mobil dan cara kerjanya. Ini penting disimak karena berkaitan dengan kinerja mesin dan performanya.

Sistem pendingin merupakan salah satu sistem penting untuk mobil Anda. Tugasnya yakni untuk mengatur kestabilan suhu untuk mesin. Jadi, sistem ini akan memulai kerjanya ketika suhu mesin sudah mencapai tingkat tertentu dan butuh segera distabilkan.

Sistem pendingin mobil terdiri dari beberapa komponen. Dari semua komponen itu, pemilik mobil wajib memastikan kondisinya masih bagus alias tidak terjadi kerusakan. Ini daftar komponennya.

1. Radiator

Komponen sitem pendingin mobil yang pertama yakni radiator yang memiliki fungsi penting untuk mendinginkan bagian air pendingin (coolant) dari mesin yang sudah digunakan. Jadi, radiator akan membuang panas mesin melalui kisi-kisi dari radiator.

Proses pendinginan tersebut dimulai dari bagian upper tank yang fungsinya untuk menjadi wadah penampungan bagi air panas hasil dari pendinginan mesin .Air tersebut dapat turun dengan melintasi berbagai pipa kecil di bagian tengah kisi-kisi radiator.

Selanjutnya, air akan ditampung oleh tower tank supaya nantinya dapat diputar dan digunakan lagi untuk proses pendinginan mesin mobil. Jadi, begitulah cara kerja dari radiator, dengan proses yang terus berulang.

2. Kipas Radiator

Komponen sistem pendingin mobil selanjutnya adalah kipas radiator. Fungsinya yakni untuk memberikan aliran udara yang tepat bagi radiator. Hal ini menjadi penting supaya proses pendinginan dapat berjalan dengan optimal.

Kipas ini memiliki perbedaan dibanding kipas yang Anda kenal pada umumnya. Jika kipas lain biasanya meniupkan udara, maka kipas ini akan menyerap udara panas yang ada.

Cara kerjanya yakni dengan menghisap udara yang datang dari radiator. Udara dingin tersebut selanjutnya dihembuskan menuju bagian mesin mobil. Udara dihembuskan melalui kisi-kisi dari radiator, terlebih jika mobil sedang lama kondisi berhenti.

Ada dua jenis kipas radiator secara umum, yakni kipas yang digerakkan dengan motor listrik dan kipas yang memanfaatkan mesin untuk menggerakkannya. Untuk berbagai mobil keluaran terbaru, kipas dengan motor listrik lebih banyak dimanfaatkan.

3. Selang Radiator

Masih berkaitan dengan radiator, selanjutnya ada selang radiator. Fungsi pentingnya yakni untuk menjadi penghubung antara blok mesin dan bagian radiator. Ada dua jenis selang yang bekerja di sini, yakni selang di bagian bawah dan atas.

Untuk bagian bawah, fungsinya yakni mengalirkan air hasil dari radiator setelah mengalami proses pendinginan. Air ini akan disalurkan ke bagian mesin, supaya panas mesin dapat terserap.

Kemudian, untuk selang bagian atas, fungsinya adalah untuk mengalirkan panas dari blok mesin, supaya dapat diberikan kepada bagian radiator.

4. Radiator Cap

Komponen sistem pendingin mobil selanjutnya yaitu tutup radiator atau radiator cap. Fungsi dari komponen ini adalah untuk meningkatkan titik didih, sekaligus menjaganya supaya tidak mencapai angka 100 derajat Celcius.

Komponen ini juga berperan untuk menjaga kestabilan tekanan di dalam sistem radiator. Ketika tekanan sudah melebihi batasnya, maka klep dari tutup radiator menjadi terbuka, supaya air dapat dialirkan menuju tangki cadangan.

5. Tangki Cadangan Radiator

Tangki cadangan radiator adalah komponen yang memiliki fungsi untuk menampung air yang perlu dikeluarkan dalam proses pendinginan.

Ketika suhu dari mesin sudah terlalu tinggi, maka sistem pendinginan akan bertambah tekanannya. Supaya tekanan dapat berkurang, maka air perlu dikeluarkan dan kemudian ditampung dalam tangki cadangan radiator.

Jika suhu sudah kembali normal, maka air yang disimpan ini dapat kembali dipakai. Jadi, air tersebut akan dialirkan kembali.

6. Thermostat

Thermostat adalah bagian dari pendingin yang memiliki fungsi penting untuk mengatur sirkulasi air untuk pendinginan mesin. Ada dua jenis thermostat yang dipakai secara umum, yakni thermostat yang dilengkapi dengan katup by pass dan jenis yang tidak memakai katup by pass.

Komponen thermostat hanya akan bekerja ketika mesin sudah mencapai suhu tertentu. Jika suhu belum sesuai dengan suhu kerjanya, maka thermostat akan menjaga supaya air tidak melakukan sirkulasi.

Setelah suhu sudah sesuai, barulah secara otomatis thermostat akan membuka bagian salurannya. Dengan kondisi ini, maka cairan untuk pendingin mesin dapat melakukan sirkulasinya.

7. Tabung Reservoir

Komponen sistem pendingin mobil selanjutnya yakni tabung reservoir yang fungsinya untuk menampung uap hasil dari kinerja radiator ketika mesin berada dalam suhu yang terlalu tinggi. Apabila tekanan dari bagian upper tank sudah meningkat, maka komponen ini pun dapat menyimpan air hasil dari proses pendinginannya.

Selain itu, komponen ini juga akan bekerja ketika relief valve mulai terbuka. Air hasil tampungan ini selanjutnya diputarkan kembali.

8. Pompa Air

Selanjutnya, ada komponen berupa pompa air atau dalam bahasa Inggris disebut dengan water pump. Fungsi dari komponen ini yakni untuk menjadi jembatan untuk sirkulasi air yang bergerak dari bagian radiator ke arah mesin mobil. Cara kerja dari pompa air adalah tergantung dari putaran mesin mobil, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Komponen ini memiliki pulley yang disambungkan ke bagian V-belt (komponen yang menghubungkan mesin mobil dan pompa air). Inilah yang mendukung kinerja dari pompa air, sehingga air dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pendinginan mesin.

Sebagai catatan, karena hanya dilumasi oleh air, maka seal dari komponen ini dapat menjadi cepat aus atau rusak. Selain itu, kerusakan komponen ini pun sulit untuk dideteksi.

Jadi, jika sudah aus dan ada air yang menetes ke bawah mesin, air tersebut biasanya akan hilang dengan sendirinya karena menguap. Sehingga, apabila Anda sudah merasa air radiator menjadi cepat habis secara tidak wajar, maka sebaiknya segera ganti komponen pompa air ini.

Moladiners, itulah ulasan delapan komponen sistem pendingin mobil. Setiap komponen tentunya memiliki peran masing-masing untuk mendukung berjalannya sistem penting ini.

Jika ada kerusakan komponen, maka perlu segera ditangani, bawa ke bengkel resmi terdekat atau bengkel khusus yang menangani sistem pendingin mobil untuk pemeriksaan lebih lanjut. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.

Related posts

6 Rahasia BAIC BJ-40 Plus Yang Belum Kamu Tahu

Tips Penting Pengecekan Rutin Rem Mobil Antisipasi Celaka

5 Bengkel Mobil Panggilan, Bisa Datang Kapan Saja!