Dunia otomotif global sedang diguncang oleh kehadiran SUV ultra-mewah yang mendefinisikan ulang batas kemampuan kendaraan listrik. BYD Yangwang U8 hadir bukan sekadar sebagai penantang baru di segmen off-road premium, melainkan sebagai demonstrasi kecanggihan teknologi masa depan.
Memadukan tenaga buas dengan fitur keselamatan yang hampir mustahil, mobil ini menarik perhatian dunia sejak debutnya. Bagi Moladiners yang mencari kendaraan dengan kapabilitas melampaui SUV konvensional, memahami teknologi di balik mobil ini adalah hal wajib.
Bedah Performa dan Dimensi BYD Yangwang U8 yang Brutal

Bahasa desain “Gate of Time and Space” yang diusung merk premium milik BYD ini menciptakan kesan tangguh sekaligus futuristik secara bersamaan.
Kamu bisa melihat identitas kuat pada lampu utama LED berbentuk huruf L yang ikonik. Secara dimensi, mobil ini memiliki postur yang sangat dominan dengan panjang 5,319 meter, lebar 2,05 meter, dan tinggi 1,93 meter. Jarak sumbu roda mencapai 3,05 meter, memberikan kestabilan maksimal saat melibas medan sulit maupun meluncur di jalan aspal.
Kemampuan jelajahnya pun tidak main-main. Sebagai kendaraan Extended Range Electric Vehicle (EREV), BYD Yangwang U8 mengombinasikan baterai Blade 49 kWh dengan mesin bensin 2.0L Turbo yang berfungsi khusus sebagai generator listrik. Dengan kondisi tangki bensin 75 liter penuh dan baterai terisi total, Moladiners bisa menempuh jarak hingga 1.000 km tanpa rasa cemas kehabisan daya.
Setiap roda pada SUV ini digerakkan oleh motor listrik independen yang masing-masing menghasilkan tenaga 295 hp. Jika ditotal, mobil ini mampu mengeluarkan tenaga lebih dari 1.100 hp yang memungkinkan akselerasi 0-100 km/jam hanya dalam waktu 3,6 detik. Sebuah angka yang biasanya hanya ditemukan pada kategori supercar.
Fitur Canggih: Dari Tank Turn hingga Kemampuan Mengapung

Teknologi paling mencolok yang dimiliki mobil BYD Yangwang U8 adalah penggunaan platform e4. Kamu akan merasakan fleksibilitas manuver yang luar biasa berkat fitur Tank Turn.
Karena setiap roda dikendalikan secara independen, mobil ini sanggup berputar 360 derajat di tempat. Ini sangat memudahkan kamu saat harus putar balik di ruang yang sangat sempit atau jalur off-road yang terbatas.
Namun, fitur yang paling mengundang decak kagum adalah Emergency Float Mode. Saat terjebak dalam kondisi darurat seperti banjir bandang, BYD Yangwang U8 mampu mengapung di atas air layaknya kapal. Berkat sertifikasi IP68 pada komponen penggeraknya, roda akan berputar otomatis untuk memberikan daya dorong dan arah saat mengarungi air.
Selain itu, tersedia pula Yachting Mode yang secara otomatis menyesuaikan suspensi, membuka sunroof, dan menampilkan parameter kedalaman air di layar kabin untuk memastikan kenyamanan maksimal. Struktur body-on-frame yang kokoh memastikan mobil ini tetap tangguh meski dihantam medan terjal, salju, maupun bukit pasir.
Estimasi Harga BYD Yangwang U8 di Pasar Global
Berada di kasta tertinggi lini produk BYD, harga yang ditawarkan mencerminkan eksklusivitas dan kecanggihan yang dimilikinya.
Berdasarkan informasi dari Geneva Motor Show, mobil ini dibanderol sekitar US$150.000 atau setara dengan Rp2,3 miliar. Nominal ini menempatkannya dalam persaingan ketat dengan nama-nama besar seperti Mercedes-Benz G-Class, Lexus LX, hingga Range Rover.
Meski harganya tergolong premium, Moladiners mendapatkan nilai lebih melalui fitur keselamatan dan performa yang melampaui kompetitor di kelasnya. Investasi ini bukan hanya untuk sebuah kendaraan mewah, melainkan untuk teknologi keamanan tingkat tinggi yang belum dimiliki oleh pabrikan otomotif lainnya saat ini.
Menimbang Keunggulan dan Keterbatasan SUV Listrik BYD

Setiap kendaraan tentu memiliki sisi kelebihan dan kekurangan yang perlu kamu pertimbangkan secara objektif. Berikut adalah beberapa kelebihan dan kekurangan BYD Yangwang U8 yang bisa kamu ketahui:
Kelebihan:
- Keamanan Ekstrem: Kemampuan mengapung dan berjalan di air memberikan rasa aman ekstra saat kondisi cuaca buruk.
- Manuver Luar Biasa: Fitur putar 360 derajat memberikan fleksibilitas tinggi di berbagai medan.
- Jarak Tempuh Jauh: Teknologi EREV menghilangkan range anxiety yang biasanya menghantui pengguna mobil listrik murni.
- Kenyamanan Mewah: Interior yang dilengkapi Yachting Mode memberikan pengalaman berkendara kelas satu.
Kekurangan:
- Ketersediaan Terbatas: Saat ini, fokus penjualan masih di pasar domestik China, sehingga Moladiners di luar wilayah tersebut mungkin harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan dukungan purna jual resmi.
- Bobot Kendaraan: Dengan segala baterai dan teknologi yang ada, bobot mobil ini cukup besar yang mungkin berpengaruh pada keausan ban dalam jangka panjang.
Semoga ulasan ini memberikan gambaran jelas bagi kamu yang tertarik pada inovasi otomotif masa depan. Pastikan Moladiners selalu mengikuti informasi terkini mengenai perkembangan mobil listrik dan tren otomotif dunia hanya di Moladin.com!


