Toyota Vellfire 2018 bisa menjadi pilihan menarik buat kamu yang ingin memiliki MPV premium dengan tampilan lebih sporty dibandingkan Toyota Alphard. Mobil bekas ini menawarkan kabin lega, konfigurasi tujuh penumpang, captain seat, hingga mesin 2.500 cc yang dirancang untuk memberikan kenyamanan selama perjalanan.
Di pasar mobil bekas, Toyota Vellfire 2.5 G A/T tahun 2018 ditawarkan dengan kisaran harga Rp450 juta hingga Rp585 jutaan. Sebelum membelinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, mulai dari spesifikasi, fitur keselamatan, konsumsi BBM, hingga pajak tahunannya.
Spesifikasi Toyota Vellfire 2018

Toyota Vellfire 2018 menggunakan mesin bensin 2.500 cc berkode 2AR-FE. Mesin empat silinder ini dipadukan dengan transmisi otomatis enam percepatan dan sistem penggerak roda depan atau Front Wheel Drive (FWD).
Berikut spesifikasi utamanya:
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Tipe mesin | 2AR-FE |
| Kapasitas mesin | 2.494 cc |
| Konfigurasi | 4-silinder segaris |
| Teknologi | DOHC, 16 katup, Dual VVT-i, EFI |
| Tenaga maksimum | 180 PS / 6.000 rpm |
| Torsi maksimum | 234 Nm / 4.100 rpm |
| Transmisi | Otomatis 6-percepatan |
| Penggerak | FWD |
| Kapasitas penumpang | 7 orang |
| Ukuran velg | 18 inci |
Dengan kapasitas mesin tersebut, Vellfire memiliki tenaga yang cukup untuk membawa penumpang dan barang dalam perjalanan jauh. Transmisi otomatis juga memberikan kemudahan ketika digunakan menghadapi kondisi lalu lintas perkotaan.
Fitur Toyota Vellfire 2018
Salah satu daya tarik mobil Vellfire adalah kombinasi desain eksterior yang sporty dengan interior premium. Fitur kenyamanannya juga cukup lengkap untuk menunjang perjalanan bersama keluarga.
1. Eksterior Elegan dengan Sentuhan Sporty
Eksterior Toyota Vellfire 2018 tampil elegan dengan sentuhan sporty. Berikut beberapa detailnya:
- Velg: Menggunakan velg alloy berdiameter 18 inci.
- Depan: Grille bermotif garis-garis dengan aksen krom, double headlamp LED, DRL, serta bumper dengan air intake besar dan fog lamp.
- Samping: Lekukan bodi halus, handle pintu beraksen krom, dan pintu geser otomatis (Auto Sliding Door).
- Spion: Dilengkapi Auto Retractable Mirror dan lampu sein LED.
- Belakang: Lampu berefek smoke, aksen krom, serta rear roof spoiler dengan LED High Mount Stop Lamp.
2. Interior Mewah dengan Captain Seat
Interior Toyota Vellfire 2018 menawarkan kabin lega dengan nuansa premium. Berikut beberapa fitur unggulannya:
- Dashboard: Lapisan soft touch dengan aksen silver pada dashboard dan door trim.
- Head Unit: Layar sentuh 7 inci dengan fitur radio AM/FM, pemutar video, Bluetooth, dan USB.
- AC: Pengaturan digital Dual Zone untuk mengatur suhu kabin.
- Setir: Berlapis kulit, dilengkapi Audio Steering Switch, Electric Power Steering, serta pengaturan Tilt and Telescopic.
- Instrument Cluster: Kombinasi panel analog dan layar MID.
- Kursi: Kapasitas tujuh penumpang dengan captain seat di baris kedua dan headrest pada baris ketiga.
- Hiburan dan Kenyamanan: Tersedia roof monitor dan electric sunroof.
3. Fitur Keselamatan dan Pengereman
Toyota Vellfire 2018 juga dibekali sejumlah fitur keselamatan, di antaranya:
- Dual Airbag.
- Vehicle Stability Control.
- Adaptive Cruise Control.
- Toyota Safety Sense.
- Intelligent Clearance Sonar.
- Start/Stop Engine Button.
- ABS (Anti-lock Braking System).
- BA (Brake Assist).
- EBD (Electronic Brake-force Distribution).
Kehadiran fitur tersebut membantu meningkatkan perlindungan dan kontrol kendaraan. Namun, calon pembeli tetap perlu memastikan seluruh sistem keselamatan berfungsi normal, terutama sensor parkir dan perangkat elektronik yang berkaitan dengan fitur bantuan berkendara.
Konsumsi BBM Toyota Vellfire 2018
Toyota Vellfire 2018 menggunakan mesin 2AR-FE berkapasitas 2.494 cc. Untuk ukuran MPV premium dengan dimensi dan bobot yang besar, konsumsi BBM menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan.
Berikut kisaran konsumsi BBM yang bisa dijadikan gambaran:
| Kondisi perjalanan | Konsumsi BBM |
|---|---|
| Dalam kota | 6–9 km/liter |
| Luar kota/tol | 11–13 km/liter |
Angka tersebut dapat berubah tergantung kondisi lalu lintas, gaya berkendara, jumlah penumpang, kondisi mesin, dan penggunaan AC.
Jika lebih sering digunakan di perkotaan dengan kondisi macet, konsumsi BBM kemungkinan berada di kisaran bawah. Sebaliknya, perjalanan dengan kecepatan konstan di jalan tol berpotensi menghasilkan konsumsi yang lebih baik.
