BYD Atto 1 jadi salah satu mobil listrik yang paling banyak dibicarakan sejak masuk pasar Indonesia. Desain kompak, harga terjangkau, dan teknologi baterai modern membuatnya dilirik sebagai mobil harian, terutama untuk penggunaan di dalam kota. Namun, di balik tampilannya yang futuristis, satu pertanyaan penting selalu muncul: seberapa irit BYD Atto 1 saat digunakan setiap hari?
Karena tidak memakai bensin, konsumsi BYD Atto 1 tidak diukur dalam km/liter seperti mobil konvensional, melainkan dalam satuan kWh per 100 km. Angka ini menunjukkan seberapa banyak energi listrik yang dibutuhkan mobil untuk menempuh jarak tertentu, sekaligus menjadi indikator utama efisiensi sebuah kendaraan listrik.
Lewat data pabrikan dan simulasi pemakaian, konsumsi energi BYD Atto 1 tergolong efisien di kelasnya. Berikut penjelasan lengkap soal konsumsi listrik, jarak tempuh, hingga perkiraan biaya yang perlu kamu siapkan saat menggunakannya sebagai mobil harian.
Konsumsi Listrik BYD Atto 1 per Varian
Perbedaan kapasitas baterai berdampak langsung pada jarak tempuh serta konsumsi energi per 100 km. Meski begitu, kedua varian tetap berada di level yang sangat efisien untuk ukuran mobil listrik di kelasnya.
BYD Atto 1 Dynamic
Varian BYD Atto 1 Dynamic menggunakan baterai berkapasitas sekitar 30,1 kWh. Dengan kapasitas tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 220 km berdasarkan standar pengujian WLTP.
Konsumsi listriknya berada di kisaran 13,7 kWh per 100 km. Artinya, untuk penggunaan dalam kota yang didominasi stop and go, Atto 1 Dynamic masih tergolong sangat hemat. Kapasitas baterai yang lebih kecil juga membuat bobot kendaraan lebih ringan, sehingga respons akselerasi terasa cukup gesit untuk lalu lintas harian.
Varian ini cocok bagi pengguna yang aktivitasnya didominasi rute pendek, seperti pergi bekerja, belanja, atau antar-jemput keluarga di dalam kota.
BYD Atto 1 Premium
Untuk kamu yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh, BYD Atto 1 Premium menawarkan baterai berkapasitas sekitar 43,2 kWh. Dengan baterai ini, jarak tempuh meningkat hingga 310 km dalam standar WLTP.
Meski membawa baterai lebih besar, konsumsi energinya tetap efisien di angka 13,9 kWh per 100 km. Selisih konsumsi ini sangat tipis dibandingkan varian Dynamic, menandakan sistem manajemen baterai dan motor listrik BYD bekerja cukup optimal.
Varian Premium lebih cocok bagi pengguna yang sering bepergian jarak menengah atau membutuhkan fleksibilitas lebih tanpa sering mengisi ulang daya.
Simulasi Biaya Listrik BYD Atto 1

Perhitungan berikut merupakan estimasi biaya pengisian daya berdasarkan konsumsi energi masing-masing varian serta asumsi tarif listrik rumah tangga sekitar Rp 1.500 per kWh. Angka ini digunakan sebagai gambaran umum dan bisa berbeda tergantung lokasi, golongan listrik, serta cara pengisian.
Estimasi Biaya per 100 Km
BYD Atto 1 Dynamic
Konsumsi energi: 13,7 kWh per 100 km
Perhitungan: 13,7 × Rp 1.500
≈ Rp 20.500 per 100 km
BYD Atto 1 Premium
Konsumsi energi: 13,9 kWh per 100 km
Perhitungan: 13,9 × Rp 1.500
≈ Rp 20.800 per 100 km
Dengan biaya di kisaran Rp 20 ribuan untuk 100 km, BYD Atto 1 tergolong sangat hemat untuk pemakaian harian. Sebagai pembanding, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km/l dan harga BBM sekitar Rp 12.000 per liter bisa menghabiskan lebih dari Rp 100 ribu untuk jarak yang sama.
Catatan:
Seluruh angka di atas merupakan simulasi, bukan klaim resmi pabrikan. Biaya aktual bisa berbeda tergantung tarif listrik, kondisi lalu lintas, gaya berkendara, serta lokasi pengisian daya.
Faktor yang Memengaruhi Konsumsi Listrik BYD Atto 1
Konsumsi listrik mobil tidak selalu berada di angka yang sama setiap saat. Dalam pemakaian nyata, efisiensi BYD Atto 1 bisa berubah tergantung berbagai kondisi. Berikut beberapa faktor utama yang memengaruhi seberapa irit mobil listrik ini digunakan.
Gaya Berkendara
Akselerasi yang agresif, sering melakukan kick-down, atau mempertahankan kecepatan tinggi dalam waktu lama akan membuat motor listrik bekerja lebih berat. Hal ini otomatis meningkatkan konsumsi daya. Sebaliknya, gaya berkendara halus dengan akselerasi bertahap dan kecepatan stabil dapat membantu menjaga efisiensi baterai.
Kondisi Lalu Lintas
Lalu lintas padat dengan pola stop and go membuat sistem penggerak terus bekerja untuk berakselerasi dari posisi diam. Meskipun mobil listrik memiliki fitur regenerative braking, kondisi macet tetap cenderung lebih boros dibandingkan perjalanan dengan kecepatan konstan di jalan lengang.
Penggunaan AC dan Fitur Elektronik
Pendingin kabin, sistem audio, layar infotainment, lampu, hingga pengisi daya ponsel semuanya mengambil daya dari baterai utama. Jika fitur-fitur ini digunakan secara intens, konsumsi listrik akan meningkat, terutama saat perjalanan jarak pendek.
Medan Jalan
Jalan menanjak, berbukit, atau permukaan yang tidak rata membutuhkan tenaga lebih besar dibandingkan jalan datar. Saat melewati tanjakan, motor listrik akan menarik daya lebih banyak, sehingga jarak tempuh bisa berkurang lebih cepat.
Beban Kendaraan
Semakin berat muatan, semakin besar energi yang dibutuhkan untuk menggerakkan mobil. Penumpang penuh, barang bawaan, atau aksesori tambahan dapat memengaruhi efisiensi secara keseluruhan.
Tekanan Ban dan Kondisi Kendaraan
Ban dengan tekanan kurang ideal akan meningkatkan hambatan gulir, sehingga motor listrik bekerja lebih keras. Kondisi kendaraan yang prima, termasuk sistem pengereman dan suspensi, juga berperan dalam menjaga konsumsi tetap efisien.
Dengan menjaga kecepatan tetap stabil, menghindari akselerasi mendadak, mengatur penggunaan AC secara bijak, serta memastikan kendaraan dalam kondisi optimal, konsumsi listrik BYD Atto 1 bisa tetap berada di level yang efisien untuk pemakaian harian.
Kesimpulan: Seberapa Irit BYD Atto 1?
Dengan konsumsi listrik di kisaran 13,7–13,9 kWh per 100 km, BYD Atto 1 bisa dibilang sangat efisien di kelas mobil listrik kompak. Biaya pengisian yang hanya sekitar Rp 20 ribuan per 100 km membuatnya jauh lebih hemat dibandingkan mobil bensin konvensional.
Pilihan dua varian baterai juga memberi fleksibilitas bagi konsumen, baik yang hanya beraktivitas di dalam kota maupun yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh tanpa sering mengisi ulang daya. Ditambah desain ringkas, fitur modern, serta karakter berkendara yang nyaman, Atto 1 cocok sebagai kendaraan harian yang ekonomis dan ramah lingkungan.
Jika kamu sedang mempertimbangkan beralih ke mobil listrik dengan biaya operasional rendah dan teknologi terkini, BYD Atto 1 bisa menjadi salah satu opsi paling menarik saat ini.Pantau terus Moladin untuk update terbaru seputar mobil listrik, perbandingan konsumsi, harga, dan tips otomotif lainnya.


