Motor 2 tak masih punya daya tarik tersendiri bagi pencinta otomotif klasik. Selain suara mesinnya yang khas, jenis motor ini dikenal memiliki akselerasi spontan, bobot ringan, dan karakter berkendara yang berbeda dari motor modern.
Meski begitu, tidak semua motor 2 tak bisa disebut irit bensin. Konsumsi BBM-nya cenderung lebih tinggi dibandingkan motor 4 tak. Namun, beberapa model tetap menarik untuk dipertimbangkan karena perawatannya relatif sederhana, suku cadangnya masih bisa ditemukan, serta memiliki nilai koleksi yang menjanjikan.
Apa Itu Motor 2 Tak?

Motor 2 tak merupakan kendaraan yang menggunakan mesin dua langkah untuk menghasilkan tenaga. Artinya, satu siklus pembakaran selesai hanya melalui dua gerakan piston, yaitu langkah naik dan turun.
Ketika piston bergerak ke atas, campuran udara, bensin, dan oli dikompresi. Selanjutnya, busi memercikkan api untuk memulai pembakaran. Ledakan tersebut mendorong piston ke bawah sekaligus membantu mengeluarkan gas sisa pembakaran dan memasukkan campuran baru.
Berbeda dengan mesin 4 tak, motor 2 tak umumnya menggunakan oli samping yang ikut terbakar bersama bahan bakar. Mekanisme ini membuat konstruksi mesinnya lebih sederhana, tetapi konsumsi BBM dan oli cenderung lebih tinggi.
Bohlam Lampu Depan LED
Kekurangan dan Kelebihan Motor 2 Tak
Sebelum memilih motor 2 tak, ada baiknya kamu memahami karakter mesin ini. Pasalnya, meskipun menawarkan performa menarik, motor 2 tak juga mempunyai sejumlah kekurangan yang perlu diperhitungkan.
Kekurangan Mesin 2 Tak
- Bensin lebih boros: Pembakaran berlangsung setiap satu putaran poros engkol. Sebagian campuran bahan bakar juga bisa terbuang bersama gas sisa sehingga efisiensinya lebih rendah.
- Emisi gas buang tinggi: Oli samping ikut terbakar dalam proses pembakaran dan menghasilkan asap serta polutan lebih banyak.
- Suara mesin cenderung bising: Karakter pembakaran yang berlangsung cepat membuat suara motor 2 tak lebih nyaring dibandingkan motor 4 tak.
Kelebihan Mesin 2 Tak
- Tenaga mesin responsif: Pembakaran yang berlangsung setiap satu putaran poros engkol membuat tenaga terasa spontan.
- Akselerasi lebih agresif: Bobot mesin yang relatif ringan dipadukan dengan tenaga besar membuat motor mudah berakselerasi.
- Konstruksi mesin sederhana: Tidak menggunakan komponen katup dan noken as seperti mesin 4 tak sehingga mekanismenya lebih simpel.
- Bobot lebih ringan: Jumlah komponen internal yang lebih sedikit membuat motor terasa lincah ketika digunakan bermanuver.
RSV New Windtail Helm Half Face SNI DOT
Apakah Motor 2 Tak Masih Diproduksi?
Sebagian besar motor 2 tak untuk penggunaan jalan raya sudah tidak lagi diproduksi massal. Perubahan standar emisi, termasuk regulasi Euro 4, menjadi salah satu faktor yang membuat pabrikan beralih ke teknologi mesin 4 tak.
Di Indonesia, Honda, Yamaha, dan Suzuki sudah lebih dahulu menghentikan produksi motor 2 tak. Kawasaki menjadi salah satu pabrikan terakhir yang menutup lini motor 2 tak jalan raya melalui Kawasaki Ninja 150 sekitar 2015.
Walaupun demikian, teknologi mesin 2 tak belum sepenuhnya ditinggalkan. Beberapa produsen seperti KTM dan Husqvarna masih menawarkan mesin 2 tak untuk kebutuhan motocross dan enduro.
Cover Frame Plat Nomor Motor MOONEYES Medium Original
Rekomendasi Motor 2 Tak Paling Irit dan Legendaris

Walaupun tidak semuanya terkenal karena efisiensi bahan bakar, sejumlah motor 2 tak masih memiliki daya tarik di pasar motor bekas. Mulai dari motor bebek hingga sport, berikut pilihannya beserta perkiraan harga yang bisa menjadi referensi.
1. Yamaha RX King
Yamaha RX King menjadi salah satu motor 2 tak paling ikonik di Indonesia. Mengusung mesin 135 cc, motor ini dikenal punya tenaga responsif, akselerasi spontan, dan konstruksi mesin yang relatif sederhana. Selain cocok untuk penggemar motor klasik, ketersediaan suku cadangnya juga masih cukup baik berkat komunitas pengguna yang besar.
Harga Yamaha RX King bekas berkisar Rp30 juta hingga Rp70 jutaan. Unit dengan kondisi orisinal, terawat, dan memiliki kelengkapan dokumen biasanya lebih diburu kolektor.
2. Yamaha F1ZR
Yamaha F1ZR merupakan motor bebek 2 tak yang populer sejak pertengahan 1990-an. Motor ini dibekali teknologi pendingin YPCS berbasis kipas dan memiliki karakter mesin ringan dengan akselerasi responsif. Dimensinya yang compact juga membuat F1ZR masih menarik untuk penggunaan harian maupun koleksi.
Produksinya dihentikan pada 2004 dan digantikan motor bermesin 4 tak. Harga Yamaha F1ZR bekas diperkirakan Rp7 juta hingga Rp20 jutaan, tergantung kondisi dan tahun produksi.
Phone Holder Motor Alumunium
3. Kawasaki Ninja 150
Kawasaki Ninja 150 dikenal sebagai motor sport 2 tak dengan performa agresif. Menggunakan mesin 150 cc, motor ini menawarkan tenaga responsif dan desain sporty. Beberapa variannya antara lain Ninja 150 RR dan Ninja 150 SS, yang memiliki perbedaan tampilan serta karakter bodi.
Harga Kawasaki Ninja 150 bekas berada di kisaran Rp20 juta hingga Rp60 jutaan. Kelangkaan unit, kondisi mesin, dan varian menjadi faktor yang memengaruhi harga jualnya.
4. Suzuki Satria 120
Suzuki Satria 120 pernah menjadi primadona motor bebek sport pada era 1990-an. Mesin 2 tak berkapasitas 120 cc menjadi keunggulan utamanya, didukung sasis SCAF (Suzuki Computer Analyzed Frame) dan suspensi monoshock yang memberikan kestabilan saat berkendara.
Harga Suzuki Satria 120 bekas berkisar Rp8 juta hingga Rp20 jutaan. Varian Satria 120 R dan Satria Lumba yang masih terawat umumnya memiliki daya tarik lebih tinggi di kalangan kolektor.
