Tol Jakarta–Cikampek (Japek) II Selatan resmi dibuka secara fungsional hari ini, Kamis 19 Maret 2026, untuk membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas menuju Jakarta.
Operasional fungsional Tol Japek II Selatan arus mudik 2026 dibuka mulai KM 76 Tol Cipularang via Simpang Susun Sadang untuk kendaraan golongan I menuju Jakarta. Jalur ini bersifat satu arah dan keluar melalui GT Kutanegara atau Bojongmangu/Setu berdasarkan diskresi kepolisian.
Informasi mengenai akses fungsional Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan yang hanya berlaku satu arah dari Bandung menuju Jakarta (via Cipularang) dapat divalidasi melalui pernyataan resmi dari Jasa Marga dan otoritas terkait berikut:
- Pernyataan Resmi Jasa Marga: Melalui anak usahanya, PT Jasamarga Japek Selatan (JJS), ditegaskan bahwa pengoperasian fungsional Segmen Sadang-Kutanegara/Setu hanya dibuka untuk arah Jakarta guna mengurai kepadatan di Simpang Susun Dawuan (KM 66).
- Media Nasional (Kompas Otomotif): Menyebutkan secara spesifik bahwa tol fungsional ini hanya berlaku dari Bandung ke Jakarta sebagai jalur alternatif arus balik/mudik.
Pembukaan dilakukan sejak pagi hari dan bersifat situasional mengikuti kondisi di lapangan serta diskresi kepolisian. Jalur ini memang disiapkan sebagai alternatif saat volume kendaraan meningkat di Tol Japek utama.
@gobekasiofficial Atas Diskresi Kepolisian, Jasamarga Metropolitan Tollroad (JMT) Regional Division bersama PT Jasamarga Japek Selatan mengoperasikan jalur fungsional Japek II Selatan untuk pertama kalinya pada 19 Maret 2026 mulai pukul 09.55 WIB pada pelayanan arus mudik Idulfitri 1447H / 2026M. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi atas Penambahan Lajur Contraflow di Jalan Tol Jakarta-Cikampek Arah Cikampek, sehingga menyisakan satu lajur bagi pengguna jalan yang hendak menuju Jakarta. Oleh karena itu, pengguna jalan dari arah Bandung atau Rancaekek yang hendak menuju Jabodetabek, diimbau menggunakan jalur fungsional Japek II Selatan. Jalur Fungsional Japek II Selatan dapat diakses melalui akses Sadang di KM 77 Ruas Tol Cipularang arah Jakarta dan dapat dilalui hingga GT Bojongmangu, Bekasi. Pengguna jalan kemudian dapat melanjutkan perjalanan melalui kawasan Delta mas dan masuk kembali ke Jalan Tol Jakarta-Cikampek melalui GT Cibatu. Pengguna jalan yang melalui jalur fungsional Japek II Selatan tidak dipungut biaya dan hanya akan membayar tarif Ruas Tol Cipularang hingga Sadang. #gobekasi #bekasihits #infobekasi #bekasi
♬ suara asli – GOBEKASI – GOBEKASI
Pada saat yang sama, rekayasa lalu lintas berupa penambahan lajur contraflow juga diterapkan di Tol Japek. Pengendara dari arah Bandung diimbau untuk memanfaatkan Tol Japek II Selatan agar tidak seluruhnya masuk ke jalur utama yang mengalami kepadatan.
Tol Japek II Selatan difungsikan untuk mengalihkan arus kendaraan dari Tol Cipularang menuju Jakarta tanpa harus melewati titik rawan macet di Cikampek. Skema ini membuat distribusi kendaraan lebih merata, terutama saat periode mudik dan arus balik.
Sesuai data terbaru, jalur fungsional ini memang sudah disiapkan untuk digunakan dalam periode 15–30 Maret 2026 dan pengoperasiannya dilakukan secara situasional, tidak dibuka penuh 24 jam.
Untuk aksesnya, kendaraan hanya bisa masuk melalui Simpang Susun Sadang dari arah Bandung atau Purwakarta. Dari titik ini, pengendara akan diarahkan menuju wilayah Bekasi tanpa harus melewati Tol Japek eksisting.
Sementara itu, akses keluar masih terbatas di beberapa titik seperti Bojongmangu dan sekitarnya karena ruas yang dibuka masih bersifat fungsional dan belum tersambung penuh.
Terkait akses dari Karawang, khususnya Gerbang Tol Karawang Timur, hingga saat ini belum tersedia koneksi langsung ke Tol Japek II Selatan. Pengendara dari Karawang tetap harus menuju arah Sadang terlebih dahulu jika ingin menggunakan jalur ini.
Tol Japek II Selatan juga difungsikan sebagai jalur alternatif utama untuk mengurangi beban lalu lintas di Tol Jakarta–Cikampek, yang selama ini menjadi titik kemacetan utama terutama saat arus mudik Lebaran.
Dengan dibukanya jalur ini hari ini, diharapkan kendaraan dari arah Bandung dapat terdistribusi lebih baik dan tidak menumpuk di jalur utama, terutama saat contraflow diberlakukan di beberapa titik padat.


