Pasar mobil listrik perkotaan di Indonesia kembali dihebohkan dengan kabar kehadiran model baru dari Wuling Motors. Perbandingan Wuling Aira EV vs Wuling Air EV pun menjadi topik hangat di kalangan pecinta otomotif, mengingat kedua model ini sama-sama mengusung konsep city car listrik yang ringkas namun punya perbedaan mencolok dari segi desain dan konfigurasi pintu.
Jika Air EV selama ini dikenal dengan dua pintu yang mungil dan lincah, kehadiran Aira EV yang mengusung basis Hongguang Mini EV generasi terbaru dari China membawa konfigurasi empat pintu yang menjanjikan akses kabin lebih praktis bagi penggunanya.
Kabar ini semakin menarik perhatian setelah Wuling Motors Indonesia mengonfirmasi bahwa model tersebut bakal segera meluncur, kemungkinan besar bertepatan dengan ajang GIIAS 2026.
Menariknya, kehadiran Aira EV disebut tidak akan menggantikan posisi Air EV yang sudah lebih dulu populer, melainkan membuka segmen baru sebagai opsi tambahan bagi konsumen yang menginginkan city car listrik dengan ruang kabin lebih lega. Lantas, apa saja perbedaan spesifikasi, dimensi, dan fitur di antara keduanya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Wuling Aira EV vs Wuling Air EV
Berikut beberapa perbedaan Wuling Aira EV vs Wuling Air EV yang bisa Moladiners ketahui:
1. Dimensi Lebih Panjang, Kabin Aira EV Berpotensi Lebih Lega

Wuling Aira EV memiliki dimensi 3.268 x 1.520 x 1.575 mm dengan wheelbase 2.190 mm. Sementara Air EV berukuran 2.974 x 1.505 x 1.631 mm dengan wheelbase 2.010 mm.
Artinya, Aira EV lebih panjang sekitar 29 cm dan memiliki jarak sumbu roda lebih panjang sekitar 180 mm.
Dari sisi pengalaman berkendara, wheelbase yang lebih panjang biasanya membuat ruang kaki penumpang belakang terasa lebih lega sekaligus meningkatkan stabilitas saat melaju. Sebaliknya, Air EV menawarkan bodi yang lebih pendek dan tinggi sehingga lebih praktis bermanuver di jalan sempit atau area parkir yang terbatas.
2. Baterai dan Jarak Tempuh Hampir Sama

Kedua mobil sama-sama menggunakan baterai berteknologi Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang terkenal lebih tahan lama dan relatif minim perawatan.
Wuling Aira EV tersedia dalam kapasitas 16,2 kWh dengan jarak tempuh 205 km (CLTC) serta 25,1 kWh yang mampu menempuh hingga 301 km (CLTC). Sementara Air EV menawarkan baterai 17,3 kWh dengan jarak tempuh sekitar 200 km dan 26,7 kWh yang mampu mencapai 300 km.
Jika melihat angkanya, perbedaan daya jelajah keduanya sangat tipis. Untuk penggunaan harian di dalam kota, baik Aira EV maupun Air EV sudah lebih dari cukup untuk aktivitas pergi bekerja, kuliah, hingga belanja tanpa harus sering mengisi ulang baterai.
3. Performa Mirip, Aira EV Unggul Soal Waktu Charging
Baik Wuling Aira EV maupun Air EV sama-sama mengusung motor listrik bertenaga 30 kW dan penggerak roda belakang (RWD). Artinya, karakter akselerasi dan performanya diperkirakan tidak akan berbeda jauh saat digunakan di jalan perkotaan.
Perbedaan paling menarik justru ada pada proses pengisian daya. Aira EV hanya membutuhkan sekitar 4,8 jam untuk varian baterai kecil dan 7,2 jam pada baterai besar menggunakan AC charging.
Sebagai perbandingan, Air EV membutuhkan sekitar 8,5 jam. Bagi pengguna yang rutin mengisi daya di rumah pada malam hari, waktu charging yang lebih singkat tentu menjadi nilai tambah yang cukup signifikan.
4. Ukuran Ban Lebih Besar, Aira EV Berpotensi Lebih Stabil
Keduanya sama-sama memakai suspensi depan MacPherson dan sistem penggerak roda belakang. Namun Aira EV menggunakan ban 155/70 R13, sedangkan Air EV memakai ban 145/70 R12.
Ban yang lebih besar biasanya memberikan rasa lebih mantap saat melintasi jalan bergelombang sekaligus meningkatkan kestabilan ketika kecepatan mulai naik. Meski begitu, Air EV tetap unggul untuk kebutuhan parkir dan bermanuver karena dimensinya lebih compact.
5. Fitur Sama-Sama Modern, Tetapi Ada Perbedaan di Detail
Wuling Aira EV menawarkan sejumlah fitur menarik seperti mode berkendara Eco, Standard, dan Sport, rem parkir elektronik pada varian tertentu, lampu follow-me-home, serta fitur penjadwalan pengisian baterai melalui aplikasi dan head unit.
Di sisi lain, Air EV varian Pro 300 sudah dibekali rem parkir elektronik, keyless entry, kamera belakang, Vehicle Stability Control (VSC), hingga airbag penumpang. Keduanya sama-sama memiliki filosofi bahwa semakin tinggi variannya, semakin lengkap pula fitur kenyamanan dan keselamatannya.
Wuling Aira EV vs Wuling Air EV, Pilih yang Mana?
Kalau kamu mengutamakan dimensi yang lebih panjang, ruang kabin yang berpotensi lebih lega, ban lebih besar, serta waktu pengisian baterai AC yang lebih cepat, Wuling Aira EV layak untuk ditunggu. Mobil ini terlihat menawarkan penyempurnaan yang tetap mempertahankan konsep city car listrik yang ringkas dan efisien.
Sementara itu, Wuling Air EV masih menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang membutuhkan mobil listrik praktis untuk mobilitas perkotaan. Ukurannya yang lebih compact membuatnya mudah dikendarai di jalan padat, sementara fitur keselamatan dan kenyamanannya sudah terbukti memenuhi kebutuhan harian.
Sebelum memutuskan, sebaiknya tunggu pengumuman harga resmi Aira EV agar perbandingannya semakin objektif. Untuk informasi terbaru seputar mobil listrik dan dunia otomotif, jangan lupa kunjungi Moladin!



