Pilih Motor Kopling atau Matic? Perhatikan Hal Ini!

Moladin – Sepeda motor masih menjadi transportasi favorit mayoritas warga Indonesia. Buktinya, angka penjualan motor di tanah air sangat tinggi. Asosiasi Sepeda Motor Indonesia (AISI) catat angka penjualan motor di 2018 mencapai angka 6,3 juta unit. Motor kopling dan motor matic merupakan jenis motor favorit masyarakat Indonesia.

Ketika dihadapkan pada dua pilihan motor tersebut, jenis motor mana yang bakal Moladiners bawa pulang? Jangan terburu-buru menjawab pertanyaan ini.

Dalam memilih jenis sepeda motor, Moladiners perlu melakukan pertimbangan matang. Pastikan untuk mengetahui plus minus dari masing-masing jenis motor. Selanjutnya, sesuaikan kelebihan dan kekurangan masing-masing jenis motor dengan kebutuhan.

 

Perbedaan Motor Kopling dan Matic

Sebelum melangkah lebih jauh, Moladiners perlu mengetahui perbedaan mendasar antara motor kopling dengan motor matic. Motor kopling biasanya ditemui pada jenis motor racing yang menawarkan kemampuan melaju dengan kecepatan tinggi.

Sementara itu, motor matic memberi kemudahan dalam pemakaian. Motor matic dapat bergerak gesit di tengah kemacetan. Kedua jenis motor ini memiliki perbedaan yang sangat mencolok, di antaranya:


1. Desain bodi

motor-kopling-atau-maticDesain bodi motor matic lebih minimalis

Desain bodi antara motor matic dengan motor kopling terlihat sangat mencolok. Motor matic kerap hadir dengan desain yang kecil dan ringan yang membuatnya kerap jadi pilihan utama kaum perempuan. Sementara itu, motor kopling kerap hadir dengan desain bodi yang besar dan berat. Motor kopling lebih disukai kaum pria karena mampu menampilkan kesan macho.

Meski begitu, saat ini Moladiners juga dapat menjumpai deretan model motor matic yang menawarkan desain sporty dan macho. Sebagai contoh adalah Honda PCX ataupun Yamaha NMAX. Kedua jenis motor tersebut hadir dengan desain bodi berukuran besar yang membuatnya mampu menampilkan kesan mewah dan gagah.

Desain bodi yang besar dan gagah, membuat motor kopling kerap jadi pilihan bagi Moladiners yang hobi touring. Motor ini dapat dikendarai dengan stabil dan mampu melintas berbagai jenis medan dengan mudah.

Sementara itu, desain motor matic yang mungil memang membuatnya tak begitu cocok digunakan sebagai motor touring. Alih-alih digunakan sebagai motor touring, motor matic menawarkan kenyamanan ketika dipakai untuk aktivitas sehari-hari. Apalagi, ketika Moladiners terbiasa melintasi kawasan macet.


2. Tangki bahan bakar

motor-kopling-atau-maticTangki bahan bakar yang lebih besar ketimbang motor matic

Perbedaan selanjutnya antara motor kopling dengan matic bisa dijumpai pada posisi tangki bahan bakarnya. Motor kopling kerap menempatkan tangki bahan bakar di bagian depan.

Kapasitas tangki bahan bakarnya juga jauh lebih besar dibandingkan motor matic. Sementara itu, motor matic kerap menggunakan desain penempatan bahan bakar di bawah jok, tak jauh berbeda dibandingkan dengan motor bebek.

 

3. Sistem transmisi

Keduanya memiliki perbedaan sistem transmisi yang sangat kontras. Pada motor kopling, Moladiners akan menemukan keberadaan tuas kopling pada stang bagian kiri.

Setiap perpindahan transmisi, harus disertai dengan penggunaan tuas kopling. Keberadaan tuas kopling, memberi keleluasaan dalam memindah transmisi secara halus, mengurangi, ataupun menambah tenaga mesin.

Sistem transmisi seperti itu tidak akan Moladiners temukan ketika mengendarai motor matic. Ketika menggunakan motor matic, pergantian transmisi dilakukan secara otomatis, menggunakan teknologi yang disebut Continuously Variable Transmission (CVT).

Oleh karena itu, ketika mengendarai motor matic tangan serta kaki Moladiners dapat bergerak bebas. Hanya perlu memperhatikan rem pada kedua sisi stang.

Sistem transmisi otomatis inilah yang membuat banyak orang menyukai motor matic. Ketika menggunakan motor jenis ini melewati kawasan yang macet, Moladiners tidak perlu repot menggunakan tuas kopling ataupun persneling.

Baca juga;

 

4. Sistem pengereman

motor-kopling-atau-maticSistem pengereman matic lebih ringkih

Keduanya juga memiliki sistem pengereman yang berbeda ya Moladiners. Kedua jenis motor ini disertai dengan sistem rem manual. Hanya saja, Moladiners dapat menemukan tambahan dengan memanfaatkan rem mesin.

 

5. Konsumsi bahan bakar

Perbedaan selanjutnya bisa Moladiners temukan pada tingkat konsumsi bahan bakarnya. Dari kedua jenis motor ini, motor kopling cenderung lebih boros dibandingkan motor matic.

 

6. Tingkat perawatan

Dari segi perawatan, motor matic dan motor kopling juga mempunyai perbedaan yang sangat kontras. Motor kopling memiliki kecenderungan tingkat ketahanan yang lebih tinggi dibandingkan motor matic. Hanya saja, pada beberapa jenis tertentu, harga suku cadangnya bisa jauh lebih mahal.

Sementara itu, motor matic memiliki tingkat kesulitan dalam pendeteksian kerusakan. Apalagi, mesin pada motor matic di desain dalam kondisi tertutup. Selain itu, motor matic juga memiliki tingkat ketahanan suku cadang yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan motor kopling.

Dengan memperhatikan perbedaan antara kedua motor tersebut, Moladiners bisa menentukan pilihan motor yang sesuai kebutuhan. Mengenai pilihan mereknya, ada banyak opsi yang bisa ditemukan.

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *