Produsen mobil listrik China BYD semakin serius mengembangkan teknologi kendaraan pintar. Selain fokus jualan mobil, mereka kini membentuk tim lebih dari 5.000 orang khusus untuk pengembangan advanced driving assistance technology (ADAS) dan berencana menggelontorkan investasi besar sekitar 14,3 miliar dolar AS untuk teknologi intelligent driving ke depan.
Langkah ini memperlihatkan bahwa BYD tidak hanya ingin jadi raksasa dalam angka penjualan, tetapi juga ingin tampil sebagai pemain utama dalam teknologi kendaraan masa depan.

Tim ADAS Lebih Besar dari Sebelumnya
BYD sudah mengumpulkan lebih dari 5.000 orang tenaga ahli yang bekerja khusus pada pengembangan sistem ADAS dan teknologi mengemudi pintar. Tim ini terdiri dari insinyur, ahli perangkat lunak, dan pakar AI yang fokus memperluas kapabilitas sistem bantuan pengemudi “God’s Eye” milik BYD.
Sistem God’s Eye sendiri sudah dipasangkan di lebih dari 2,5 juta kendaraan BYD hingga akhir 2025, membentuk salah satu basis data kendaraan terbesar untuk teknologi ini di China. (Sumber: carnewschina.com)
Inovasi ADAS dan Data Jalan yang Masif
Teknologi ADAS BYD terus “belajar” dari kondisi nyata. Setiap hari, sistem ini menghasilkan lebih dari 150 juta kilometer data berkendara, yang kemudian dipakai untuk melatih kecerdasan buatan dalam menghadapi kasus jalanan di dunia nyata.
Pendekatan pengembangan yang mereka pakai disebut kombinasi AI intelligent agent + world model yang memungkinkan uji simulasi virtual untuk skenario-skenario langka, sehingga sistem bisa lebih cepat siap menangani berbagai situasi di jalan.
Investasi Besar untuk Intelligent Driving
BYD berencana menginvestasikan lebih dari 100 miliar yuan (sekitar 14,3 miliar USD) ke teknologi intelligent driving secara keseluruhan. Dana ini mencakup ADAS, kecerdasan kendaraan, dan solusi lain yang mendukung mobil jadi lebih dari sekadar alat transportasi. (Sumber: carnewschina.com)
Menurut BYD, assisted driving dan kokpit pintar adalah inti dari otomotif di masa depan. Mereka melihat mobil bukan sekadar alat pindah tempat, tetapi perangkat yang terhubung dalam era Internet of Things, dengan fungsi seperti integrasi drone dan kontrol rumah pintar.
Dominasi ADAS di Seluruh Line-up
Target BYD adalah membuat advanced driving assistance technology tersedia di semua model mereka, dari kendaraan harga terjangkau sampai kategori mewah. Ini sejalan dengan inisiatif “Intelligent Driving for All”, yang ingin menjadikan ADAS sebagai fitur standar di seluruh jajaran produk.
Pendekatan seperti ini tidak hanya soal teknologi tinggi, tetapi juga soal merangkul lebih banyak konsumen agar merasakan pengalaman berkendara yang lebih aman dan pintar.
Tren Industri Otomotif China
Keseriusan BYD dalam ADAS juga mencerminkan tren lebih luas di industri otomotif China. Banyak produsen fokus ke kemampuan otonom level lanjutan seperti Level 3 (L3), meskipun regulasi dan ketentuan jalan masih menjadi pertimbangan utama sebelum teknologi ini bisa dipakai luas di jalanan umum.
Beberapa perusahaan lain seperti Xpeng, Arcfox, dan Deepal bahkan sudah mulai mendapatkan lisensi uji coba L3 di lingkungan jalan tertentu.
BYD tidak hanya mengejar angka penjualan, tetapi juga berupaya menjadi pemimpin dalam teknologi otomotif pintar. Dengan tim ADAS yang besar, investasi miliaran dolar, dan strategi intelligent driving yang ambisius, perusahaan ini menunjukkan bahwa masa depan mobil bukan hanya soal listrik, tetapi juga soal kecerdasan.
Investasi besar ini sekaligus memberi sinyal bahwa kompetisi teknologi di dunia EV semakin ketat, dan BYD ingin berada di garis depan, tidak hanya di pasar volume, tetapi juga di layar teknologi kendaraan pintar.

