Produsen mobil listrik asal China, BYD, mengambil langkah strategis baru dengan memperkenalkan sub-brand bernama Linghui. Langkah ini muncul setelah BYD mendaftarkan merek serta beberapa model baru di otoritas industri Tiongkok, menandakan rencana mereka untuk memisahkan lini kendaraan yang ditujukan khusus untuk layanan ride-hailing dan armada komersial.
Fokus pada Pasar Ride-Hailing dan Armada
Sub-brand Linghui muncul sebagai bagian dari strategi BYD untuk merespons dinamika pasar kendaraan listrik komersial, terutama di segmen ride-hailing yang terus berkembang pesat. Melalui pendaftaran ini ke Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China (MIIT), BYD memetakan Linghui sebagai merek terpisah dari lini konsumen utama mereka.
Melihat data pengajuan, ada empat model awal yang sudah diajukan di bawah sub-brand Linghui, yaitu:
- Linghui e5, versi dari BYD Qin Plus
- Linghui e7, model menengah yang disesuaikan
- Linghui e9, didasarkan pada BYD Han
- Linghui M9, varian MPV yang lebih besar
Perubahan ini bukan sekadar ganti nama. BYD mendaftarkan logo baru untuk Linghui, menandakan bahwa model-model tersebut akan tampil secara visual berbeda dan fokus pada operasi yang lebih berat dan intensif, seperti armada ride-hailing atau layanan transportasi umum berbasis aplikasi.
Linghui e5

Linghui e5 adalah versi armada dari BYD Qin Plus EV, dirancang untuk layanan ride-hailing dan operasional komersial.
- Panjang: 4.805 mm
- Lebar: 1.837 mm
- Tinggi: 1.530 mm
- Wheelbase: 2.718 mm
- Tenaga: Motor listrik tunggal, 100 kW (134 hp)
Model ini mempertahankan penggunaan satu motor listrik dengan output yang efisien untuk pemakaian intensif armada.
Linghui e7

Linghui e7 merupakan sedan listrik menengah yang masuk di antara e5 dan e9 dengan fokus pada kenyamanan untuk layanan jarak lebih jauh.
- Panjang: 4.780 mm
- Lebar: 1.900 mm
- Tinggi: 1.515 mm
- Wheelbase: 2.820 mm
- Tenaga: Dua pilihan motor listrik dengan output 100 kW (134 hp) dan 130 kW, memberikan fleksibilitas performa sesuai kebutuhan armada.
Linghui e9

Linghui e9 adalah model flagship sub-brand ini, dibangun di atas basis BYD Han dengan desain yang familiar namun diposisikan untuk penggunaan komersial premium.
- Panjang: 4.995 mm
- Lebar: 1.940 mm
- Tinggi: 1.495 mm
- Wheelbase: 2.920 mm
- Tenaga: Dua opsi motor listrik, 135 kW (181 hp) dan 150 kW (201 hp)
Varian yang lebih kuat ini cocok untuk armada ride-hailing premium atau layanan penumpang jarak jauh.
Linghui M9

Linghui M9 adalah model MPV terbesar di jajaran sub-brand Linghui dan berbeda dari tiga lainnya karena mengusung plug-in hybrid daripada listrik murni.
- Panjang: 5.200 mm
- Lebar: 1.970 mm
- Tinggi: 1.805 mm
- Wheelbase: 3.045 mm
- Powertrain: Hybrid plug-in dengan mesin 1.5L + motor listrik, menghasilkan total tenaga sekitar 200 kW (268 hp)
Kombinasi ini memberikan performa dan fleksibilitas lebih besar, cocok untuk operasional transportasi penumpang grup seperti shuttle atau layanan VIP.
Kenapa BYD Buat Sub-Brand Terpisah?
Kebijakan ini muncul bukan tanpa alasan. Selama beberapa tahun terakhir, beberapa model BYD yang populer di layanan ride-hailing jadi sering terlihat di jalanan China. Ini sebenarnya hal baik dari sisi penetrasi pasar, tapi bisa menimbulkan persepsi “kendaraan murah” terhadap brand utama BYD ketika dikaitkan terlalu kuat dengan armada ride-hailing.
Persepsi semacam itu bisa berdampak kurang baik pada citra kendaraan konsumen premium yang ingin dibangun BYD lewat lini seperti Denza, Yangwang, atau model andalan mereka. Dengan Linghui, BYD berharap bisa memisahkan fokus brand agar persepsi itu tidak mempengaruhi penjualan model utama mereka.
Strategi Diversifikasi di Tengah Persaingan
Langkah ini menunjukkan bahwa BYD tak hanya ingin jadi produsen EV terbesar secara volume, tetapi juga lebih spesifik segmentasinya. Dengan menempatkan Linghui sebagai entitas tersendiri, BYD bisa lebih agresif mengekspansi ke segmen armada yang memiliki karakter kebutuhan berbeda dari konsumen pribadi, seperti kebutuhan efisiensi biaya operasional, daya tahan tinggi, dan konsistensi kinerja harian.
Perkembangan ini juga terjadi ketika persaingan di pasar mobil listrik China makin ketat. Produsen lain terus berinovasi dan memperluas portofolio, membuat BYD perlu mengatur ulang strategi pemasaran dan portofolio produknya agar tetap relevan di berbagai segmen pasar — dari konsumen individu hingga operator besar.
Apa Selanjutnya untuk BYD dan Linghui?
Hingga kini, BYD belum memberikan keterangan resmi soal harga, jadwal peluncuran, atau strategi distribusi Linghui. Namun langkah pendaftaran ke MIIT menunjukkan bahwa persiapan sudah berjalan dan rencana ini bukan sekadar angin lalu.
Dengan sub-brand baru ini, BYD berharap bisa lebih cermat membidik kebutuhan pasar kendaraan listrik di segmen ride-hailing dan armada operasional, sambil menjaga citra dan nilai jual lini produk utama mereka tetap kuat di mata konsumen.


