BYD Song Pro DM-i versi terbaru terungkap dengan pembaruan penting di sektor baterai. PHEV ini disebut bakal mendapat kenaikan jarak tempuh listrik sekitar 33 persen, sekaligus dukungan flash charging untuk meningkatkan kepraktisan penggunaan harian.
BYD tengah menyiapkan Song Pro DM-i versi baru dengan peningkatan yang cukup signifikan di sektor elektrifikasi. Pembaruan paling penting ada pada baterai yang kini lebih besar, sehingga jarak tempuh mode listriknya ikut naik sekitar 33,3 persen. Berdasarkan spesifikasi yang dirilis regulator, varian terbaru ini mampu menempuh hingga 200 km dalam mode listrik menurut standar WLTC, naik dari versi tertinggi saat ini yang berada di angka 150 km WLTC.
WLTC adalah singkatan dari Worldwide Harmonized Light Vehicles Test Cycle. Ini merupakan standar pengujian konsumsi energi, konsumsi BBM, dan jarak tempuh untuk mobil, termasuk mobil listrik dan hybrid. Sederhananya, WLTC dipakai untuk mengukur:
- seberapa irit mobil
- seberapa jauh mobil listrik bisa berjalan
- seberapa realistis hasil uji dibanding pemakaian harian
Biasanya, angka WLTC cenderung lebih realistis dibanding CLTC, karena skenario tesnya lebih mendekati kondisi jalan nyata. Karena itu, kalau ada dua angka seperti 200 km WLTC dan 290 km CLTC, biasanya angka CLTC memang lebih tinggi.
Buat pembaca Indonesia, kabar ini menarik karena Song Pro DM-i mewakili arah baru mobil plug-in hybrid modern. Fokusnya bukan lagi sekadar menjadi mobil bensin yang dibantu motor listrik, tetapi makin mendekati pengalaman berkendara mobil listrik untuk penggunaan sehari-hari. Dengan jarak tempuh listrik yang makin jauh, pemilik PHEV seperti ini berpotensi lebih sering berkendara tanpa bensin untuk rute harian, sambil tetap punya mesin pembakaran sebagai cadangan untuk perjalanan lebih jauh. Kalimat ini adalah pembacaan editorial dari kenaikan jarak tempuh EV dan karakter sistem PHEV yang dijelaskan sumber.
Pembaruan ini juga terasa penting dari sisi produk. Song Pro sendiri bukan nama baru, karena model generasi pertamanya sudah hadir sejak 2019 dalam versi bensin dan PHEV. Sementara versi terbaru yang sekarang beredar masuk pasar pada Januari 2026 dengan rentang harga 102.800 sampai 130.800 yuan sebelum diskon. Namun di tengah persaingan yang makin ketat, BYD tampaknya melihat kebutuhan untuk membuat Song Pro DM-i lebih kompetitif lewat baterai lebih besar dan kemampuan charging yang lebih cepat.
Baterai Lebih Besar, Jarak Tempuh Mode Listrik Makin Jauh
Sorotan utama dari BYD Song Pro DM-i terbaru ada pada paket baterainya. Berdasarkan data regulator, mobil ini akan memakai baterai LFP buatan FinDreams dengan kapasitas 34,275 kWh. Bobot baterainya tercatat 258 kg, dan paket baru ini menjadi kunci utama kenaikan jarak tempuh listrik model tersebut.
Dengan baterai baru itu, Song Pro DM-i kini diklaim mampu menempuh 200 km dalam mode listrik menurut siklus WLTC. Sebagai pembanding, varian tertinggi yang saat ini dipasarkan memakai baterai 26,6 kWh dan punya jarak tempuh 150 km WLTC, atau 220 km CLTC. Artinya, peningkatan baterai kali ini bukan kosmetik, tetapi benar-benar mengubah daya jelajah listrik mobil ini secara nyata.
Sumber juga memperkirakan bahwa jarak tempuh listrik murni versi CLTC dari model baru ini bisa mencapai 290 km. Kalau angka itu benar saat versi final dipasarkan, maka Song Pro DM-i akan berada di posisi yang sangat menarik untuk ukuran crossover PHEV, karena daya jelajah EV-nya sudah mendekati sebagian mobil listrik murni entry-level untuk kebutuhan harian. Kalimat ini merupakan interpretasi editorial berdasarkan estimasi CLTC yang disebut sumber.
Sudah Mendukung Flash Charging
Peningkatan penting lainnya ada pada kemampuan pengisian daya. Baterai baru Song Pro DM-i disebut sudah mendukung flash charging technology. Dalam artikel sumber, teknologi ini diklaim memungkinkan pengisian dari 10 persen ke 97 persen dalam sekitar 9 menit saat menggunakan megawatt charger milik BYD.
Bagi pengguna, fitur seperti ini sangat penting karena membuat PHEV terasa makin praktis. Salah satu tantangan mobil plug-in hybrid selama ini adalah pengguna sering enggan mengisi daya jika prosesnya dianggap tidak cukup cepat atau tidak cukup praktis. Dengan flash charging, BYD seolah ingin membuat Song Pro DM-i lebih dekat ke pola penggunaan kendaraan harian yang serba cepat. Kalimat ini adalah pembacaan editorial berdasarkan adanya dukungan flash charging pada model baru.



Selain efisiensi mode listrik, regulator juga mencatat konsumsi bahan bakar 4,6 liter per 100 km saat baterai dalam kondisi habis. Angka ini menunjukkan bahwa meski fokus pembaruannya ada pada baterai dan jarak tempuh EV, sisi efisiensi saat mobil bekerja sebagai hybrid tetap dijaga. Untuk konsumen yang mencari kendaraan keluarga dengan biaya operasional masuk akal, kombinasi seperti ini jelas menjadi nilai tambah.
Ukuran Tetap Kompak, Formula Keluarga Masih Dipertahankan
Di luar sektor baterai, BYD Song Pro DM-i tetap hadir sebagai crossover kompak dengan formula yang familiar. Dimensinya berada di angka 4.735 mm x 1.860 mm x 1.690 mm, dengan wheelbase 2.712 mm dan konfigurasi lima penumpang. Artinya, posisi model ini masih tetap diarahkan untuk pasar keluarga yang membutuhkan kabin cukup lega, tapi tetap mudah dipakai harian.
Desain eksteriornya juga masih memakai bahasa desain terbaru BYD. Beberapa ciri yang disebut sumber antara lain lampu depan tipis, elemen krom “Dragon Whisker”, dan intake udara depan berukuran besar. Secara keseluruhan, Song Pro DM-i tetap mempertahankan identitas crossover modern yang cukup aman untuk menjangkau pasar luas.
Mesin Masih 1.5 Liter, Tenaga Listrik Tetap Jadi Andalan
Untuk sistem penggeraknya, Song Pro DM-i memakai mesin bensin 1.5 liter dengan tenaga 74 kW atau 99 hp. Mesin ini dipadukan dengan motor listrik berkekuatan 120 kW atau 161 hp, dan tenaga disalurkan ke roda depan. Dengan kata lain, pembaruan terbesar model ini memang bukan pada lonjakan tenaga, melainkan pada peningkatan daya jelajah EV dan pengalaman penggunaan yang lebih praktis.
Sumber juga menyebut bahwa versi baru SUV ini kemungkinan besar akan tersedia dengan sistem bantuan berkendara opsional DiPilot 300, yang juga dikenal sebagai “God’s Eye B”, berbasis LiDAR. Jika fitur ini benar-benar hadir pada versi produksi, maka daya saing Song Pro DM-i tidak hanya naik di sisi efisiensi, tetapi juga pada aspek teknologi berkendara.
BYD Butuh Varian yang Lebih Kompetitif
Pembaruan ini juga bisa dibaca dari sisi performa pasar. Berdasarkan data China EV DataTracker yang dikutip artikel, pengiriman BYD Song Pro pada kuartal I 2026 mencapai 30.819 unit, turun 40,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan itu memperlihatkan bahwa model ini membutuhkan dorongan baru agar tetap kompetitif di segmennya.
Karena itu, hadirnya baterai lebih besar dan dukungan flash charging terasa logis. Ketika pasar makin matang, konsumen tidak lagi puas hanya dengan label “PHEV”. Mereka mulai melihat seberapa jauh mobil bisa melaju dalam mode listrik, seberapa hemat saat baterai habis, dan seberapa praktis saat harus mengisi daya. Dalam konteks itu, Song Pro DM-i versi baru terlihat disiapkan untuk menjawab tiga kebutuhan tersebut sekaligus. Kalimat ini merupakan simpulan editorial dari data penjualan dan spesifikasi pembaruan yang disebut sumber.
Kenapa BYD Song Pro DM-i Baru Menarik untuk Dicermati?
Ada beberapa alasan kenapa BYD Song Pro DM-i versi baru layak diperhatikan. Pertama, kenaikan jarak tempuh listriknya cukup besar, yaitu dari 150 km menjadi 200 km WLTC. Kedua, model ini sudah mendukung flash charging, sesuatu yang masih belum umum di kelas PHEV. Ketiga, konsumsi BBM saat baterai habis tetap dijaga di angka 4,6 liter per 100 km, sehingga masih relevan untuk dipakai sebagai mobil keluarga harian.
Pada akhirnya, BYD Song Pro DM-i baru terlihat sebagai upgrade yang lebih substansial daripada sekadar penyegaran minor. Dengan baterai lebih besar, mode listrik lebih jauh, dan charging lebih cepat, crossover ini berpotensi memberi pengalaman yang lebih dekat ke mobil listrik murni tanpa mengorbankan fleksibilitas mesin bensin. Buat pembaca Indonesia, model seperti ini menarik untuk dicermati karena memperlihatkan arah evolusi PHEV yang makin matang dan makin relevan untuk penggunaan sehari-hari. Kalimat penutup ini adalah kesimpulan editorial dari seluruh spesifikasi dan perubahan yang dijelaskan sumber.
FAQ singkat
Apa yang baru dari BYD Song Pro DM-i versi terbaru?
Pembaruan utamanya ada pada baterai 34,275 kWh, jarak tempuh listrik 200 km WLTC, serta dukungan flash charging.
Berapa kenaikan jarak tempuh listrik Song Pro DM-i baru?
Jarak tempuh EV-nya naik sekitar 33,3 persen, dari 150 km WLTC menjadi 200 km WLTC.
Berapa kapasitas baterai BYD Song Pro DM-i baru?
Model ini tercatat memakai baterai LFP 34,275 kWh buatan FinDreams.
Apakah BYD Song Pro DM-i baru sudah mendukung fast charging?
Ya. Sumber menyebut model ini mendukung flash charging dan bisa diisi dari 10 persen ke 97 persen dalam sekitar 9 menit dengan charger yang sesuai.
Berapa konsumsi BBM saat baterai habis?
Konsumsi bahan bakarnya disebut 4,6 liter per 100 km saat baterai dalam kondisi habis.
Kalau kamu mau, saya bisa lanjut bikin versi CMS-ready untuk artikel ini juga, lengkap dengan excerpt, keyword utama, keyword turunan, tag, dan 5 headline alternatif yang lebih kuat untuk Google News.

