1. Ikuti rekomendasi pabrikan
Perhatikan spesifikasi seperti SAE untuk tingkat kekentalan dan API untuk standar kualitas. Jangan asal memilih oli hanya karena mereknya populer.
2. Sesuaikan jenis oli dengan kebutuhan
Oli mineral cukup untuk penggunaan standar. Semi-sintetis bisa menjadi pilihan untuk pemakaian yang lebih berat, sedangkan full sintetis cocok untuk motor yang sering bekerja pada suhu tinggi atau digunakan perjalanan jauh.
3. Perhatikan kondisi pemakaian
Motor yang lebih sering dipakai di perkotaan dan menghadapi kemacetan membutuhkan perhatian lebih pada kondisi oli. Sebaliknya, motor yang rutin dipakai touring juga membutuhkan oli yang mampu menjaga perlindungan mesin dalam perjalanan panjang.
Oli Mesin Yamalube Engine Oil Sport
Jadi, Ganti Oli Motor Per Berapa KM?
Jika mencari patokan sederhana, ganti oli motor setiap 2.000-4.000 km atau sekitar 2-3 bulan, dengan tetap mengikuti rekomendasi pabrikan. Interval tersebut bisa berbeda sesuai jenis oli dan pola penggunaan.
Yang terpenting, jangan menjadikan angka kilometer sebagai satu-satunya patokan. Memerhatikan kondisi mesin, pola berkendara, dan kualitas oli akan membantu menjaga performa motor tetap nyaman sekaligus mengurangi risiko kerusakan akibat pelumasan yang sudah menurun.
Kalau kamu ingin mengikuti perkembangan otomotif, termasuk informasi seputar motor baru, mobil baru, spesifikasi, fitur, dan model terbaru, kunjungi Moladin untuk mendapatkan informasi otomotif terbaru.



