Harga baterai mobil listrik menjadi salah satu pertimbangan utama bagi masyarakat yang ingin beralih ke kendaraan ramah lingkungan. Perkembangan mobil listrik di Indonesia semakin pesat seiring meningkatnya kesadaran akan pentingnya kendaraan ramah lingkungan. Salah satu komponen terpenting dalam mobil listrik adalah baterai, karena berpengaruh langsung pada jarak tempuh, performa, waktu pengisian, hingga harga kendaraan itu sendiri.
Bagi kamu yang sedang mempertimbangkan membeli mobil listrik, memahami jenis, kapasitas, dan harga baterai mobil listrik adalah hal yang wajib. Berikut ini adalah ulasan lengkap baterai mobil listrik populer di Indonesia, mulai dari Wuling Air EV, Toyota bZ4X, BYD, Chery, Hyundai IONIQ 5, hingga MG.
1. Baterai Mobil Listrik Wuling Air EV

Wuling Air EV menjadi salah satu mobil listrik entry level paling laris di Indonesia. Ukurannya yang kompak dan harga yang relatif terjangkau membuatnya cocok untuk mobilitas perkotaan.
Wuling Air EV menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LiFePO4) dengan kapasitas 26,7 kWh. Teknologi LiFePO4 dikenal lebih stabil, tahan panas, dan memiliki umur pakai yang panjang dibandingkan baterai lithium-ion konvensional.
Dengan baterai tersebut, Wuling Air EV mampu menempuh jarak hingga 300
km dalam sekali pengisian penuh. Proses pengisian daya dapat dilakukan menggunakan AC home charger, dengan waktu pengisian sekitar 8,5 jam dari kondisi kosong hingga penuh.
Untuk harga, baterai Wuling Air EV dibanderol sekitar Rp100 jutaan, tergantung ketersediaan unit dan ketentuan garansi. Harga ini tergolong paling terjangkau dibandingkan mobil listrik lain di kelasnya.
2. Baterai Mobil Listrik Toyota bZ4X

Toyota bZ4X hadir sebagai SUV listrik premium yang mengedepankan performa dan kenyamanan. Mobil ini dibekali baterai Lithium-ion berkapasitas besar, yaitu 71,4 kWh.
Berkat kapasitas baterainya, Toyota bZ4X mampu menempuh jarak hingga 500 km dalam satu kali pengisian penuh. Tenaga yang dihasilkan mencapai 204 PS dengan torsi 266 Nm, sehingga akselerasi dari 0–100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 8,3 detik.
Dari sisi harga, baterai mobil listrik Toyota bZ4X berada di kisaran Rp500 jutaan. Hal ini sebanding dengan teknologi, kapasitas besar, dan segmen pasar yang disasar Toyota.
3. Baterai Mobil Listrik BYD (Atto 3)

BYD dikenal sebagai salah satu produsen kendaraan listrik terbesar di dunia. Di Indonesia, BYD Atto 3 menjadi salah satu model yang cukup diminati.
Mobil ini menggunakan baterai Lithium-ion berkapasitas 60,4 kWh. Dalam kondisi penuh, baterai ini mampu memberikan jarak tempuh yang kompetitif untuk penggunaan harian maupun perjalanan jarak jauh.
Pengisian baterai BYD Atto 3 bisa dilakukan dengan AC charger selama 8–10 jam. Menariknya, mobil ini juga sudah mendukung DC fast harging, yang memungkinkan pengisian dari 0% higga 80% hanya dalam waktu sekitar 40 menit.
Untuk harga, baterai mobil listrik BYD berada di kisaran Rp150 juta hingga Rp200 juta, tergantung tipe dan kondisi baterai.
4. Baterai Mobil Listrik Chery

Chery juga ikut meramaikan pasar mobil listrik Indonesia dengan menghadirkan kendaraan yang efisien dan modern. Mobil listrik Chery menggunakan baterai Lithium-ion berkapasitas 30,6 kWh.
Dengan kapasitas tersebut, mobil listrik Chery mampu menempuh jarak hingga 301 km dalam satu kali pengisian daya penuh. Proses pengisian baterai dilakukan melalui AC home charger dengan estimasi waktu 8 hingga 10 jam.
Dari sisi harga, baterai mobil listrik Chery dibanderol mulai dari Rp150 juta hingga Rp250 juta, tergantung tipe mobil dan kondisi baterai yang digunakan.
5. Baterai Mobil Listrik Hyundai IONIQ 5

Hyundai IONIQ 5 menjadi salah satu mobil listrik paling populer di Indonesia berkat desain futuristik dan teknologi canggih. Mobil ini menggunakan baterai Lithium-ion Polymer (Li-Po) dan tersedia dalam dua varian kapasitas.
Varian Standard Range
- Kapasitas baterai: 58 kWh
- Jarak tempuh: hingga 384 km
- Harga baterai: sekitar Rp300 jutaan
Varian Long Range
- Kapasitas baterai: 72,6 kWh
- Jarak tempuh: hingga 451 km
- Harga baterai: bisa mencapai Rp400 jutaan
IONIQ 5 juga mendukung teknologi fast charging, sehingga cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
6. Baterai Mobil Listrik MG

Mobil listrik MG mudah dikenali berkat desain modern dan sporty, cocok bagi kamu yang ingin tampil beda. Di Indonesia, MG menghadirkan berbagai model seperti MG ZS EV, MG4 EV, MG HS, MG 5 GT, hingga MG Cyberster.
Salah satu seri MG menggunakan baterai dengan kapasitas hingga 50,3 kWh. Dengan kapasitas tersebut, mobil listrik MG mampu menempuh jarak hingga 320 km dalam kondisi baterai penuh.
Pengisian daya bisa dilakukan melalui:
- AC charger dengan waktu sekitar 7 jam
- DC fast charging yang mampu mengisi hingga 80% dalam waktu 40 menit
Untuk harga, baterai mobil listrik MG dibanderol sekitar Rp200 jutaan, menjadikannya salah satu pilihan menarik di kelas menengah.
Cara Merawat Baterai Mobil Listrik agar Awet dan Tahan Lama
Baterai merupakan komponen paling mahal pada mobil listrik. Oleh karena itu, perawatan yang tepat sangat penting agar umur baterai lebih panjang dan performanya tetap optimal. Berikut beberapa cara merawat baterai mobil listrik yang bisa kamu terapkan sehari-hari.
1. Hindari Mengisi Daya Hingga 100% Terlalu Sering
Meskipun terlihat sepele, kebiasaan mengisi baterai hingga penuh 100% secara terus-menerus dapat mempercepat degradasi baterai. Idealnya, gunakan baterai di kisaran 20%–80% untuk pemakaian harian.
Pengisian penuh hingga 100% sebaiknya hanya dilakukan saat kamu akan melakukan perjalanan jauh.
2. Jangan Membiarkan Baterai Kosong Terlalu Lama
Selain tidak disarankan mengisi daya sampai penuh terus-menerus, membiarkan baterai 0% dalam waktu lama juga berbahaya. Kondisi ini bisa menurunkan kapasitas baterai secara permanen. Jika mobil jarang digunakan, pastikan baterai tetap berada di level minimal 30%–50%.
3. Gunakan Charger Resmi dan Sesuai Spesifikasi
Selalu gunakan charger bawaan pabrik atau charger yang direkomendasikan pabrikan. Charger yang tidak sesuai spesifikasi berisiko menyebabkan panas berlebih, arus listrik tidak stabil, hingga kerusakan baterai. Untuk penggunaan di rumah, AC home charger sudah lebih dari cukup dan lebih aman untuk kesehatan baterai.
4. Batasi Penggunaan Fast Charging
DC fast charging memang praktis dan menghemat waktu, namun penggunaan terlalu sering dapat mempercepat penurunan umur baterai akibat suhu tinggi. Gunakan fast charging hanya saat darurat atau perjalanan jauh, sedangkan untuk pemakaian harian sebaiknya gunakan pengisian normal (AC charging).
5. Parkir di Tempat yang Tidak Terlalu Panas
Suhu ekstrem, terutama panas berlebih, dapat mempercepat degradasi baterai mobil listrik. Usahakan memarkir kendaraan di tempat teduh atau indoor, terutama jika mobil tidak digunakan dalam waktu lama. Jika memungkinkan, hindari parkir langsung di bawah terik matahari dalam durasi panjang.
Kunjungi Moladin.com sekarang dan temukan panduan otomotif terlengkap untuk bantu kamu mengambil keputusan yang paling tepat!


