Mazda CX-3 bekas kini kembali banyak dibicarakan di pasar mobil bekas Indonesia seiring tren penurunan harga di segmen SUV compact premium. Model ini sebelumnya dikenal berada di kelas yang lebih tinggi, namun kondisi pasar saat ini membuat unit bekasnya semakin mudah dijangkau oleh konsumen urban.
Dari sisi teknis, CX-3 masih mengandalkan mesin 2.0 liter Skyactiv-G yang dipadukan dengan transmisi otomatis Skyactiv-Drive. Kombinasi ini dikenal memberikan respons akselerasi yang halus sekaligus efisien untuk penggunaan harian, terutama di kondisi lalu lintas perkotaan yang padat.
Secara karakter, Mazda CX-3 menawarkan pengendaraan yang lebih presisi dibandingkan banyak rival di kelasnya. Suspensinya dibuat dengan setup yang cenderung firm sehingga stabil saat bermanuver namun tetap nyaman untuk kebutuhan mobilitas harian.
Dari sisi desain, bahasa KODO design khas Mazda masih membuat CX-3 terlihat relevan meski sudah beberapa tahun meluncur. Garis bodi yang tegas dan proporsi SUV compact membuatnya tetap punya daya tarik visual di tengah persaingan pasar SUV bekas yang semakin ramai.
Harga Bekas Mazda CX-3 di Pasaran Saat Ini

Harga bekas Mazda CX-3 di Indonesia saat ini berada di kisaran Rp215 juta hingga Rp360 jutaan. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh tahun produksi, kondisi kendaraan, serta varian mesin yang digunakan, mulai dari 1.5L hingga 2.0L.
Di wilayah Jabodetabek, berikut kisaran harga rata-rata Mazda CX-3 bekas berdasarkan tahun dan varian:
- Tahun 2017–2018 (2.0L): Rp215 juta – Rp250 juta
- Tahun 2019–2020 (2.0L GT/Pro): Rp250 juta – Rp305 juta
- Tahun 2021–2022 (1.5 Sport / 2.0 Pro): Rp270 juta – Rp320 juta
- Tahun 2023–2024 (Like New / Facelift): Rp320 juta – Rp360 juta
Harga tersebut merupakan estimasi untuk unit dengan kondisi pajak aktif, bodi masih mulus, serta kilometer pemakaian yang tergolong wajar di pasar mobil bekas.
Perbedaan Mazda CX-3 Sport dan Pro
Pada Mazda CX-3, varian Sport dan Pro dibedakan bukan hanya dari nama, tetapi juga dari mesin, fitur, hingga detail interior yang cukup terasa saat digunakan sehari-hari.
Perbedaan paling utama ada pada sektor mesin. Tipe Sport umumnya menggunakan mesin SKYACTIV-G 1.5L dengan tenaga sekitar 109 hp dan torsi 144 Nm, sedangkan tipe Pro memakai mesin SKYACTIV-G 2.0L yang lebih bertenaga dengan output sekitar 146 hp dan torsi 195 Nm.
| Aspek | CX-3 Sport | CX-3 Pro |
| Mesin | 1.5L SKYACTIV-G | 2.0L SKYACTIV-G |
| Tenaga | ±109 hp | ±146 hp |
| Torsi | 144 Nm | 195 Nm |
| Karakter mesin | Irit & halus | Lebih bertenaga |
| Interior | Material kulit + suede (lebih sederhana) | Kulit + suede dengan aksen premium |
| Jok pengemudi | Manual / standar | Electric seat (driver) |
| Desain kabin | Lebih simpel | Lebih premium dengan detail tambahan |
| Warna & aksen | Lebih banyak pilihan | Lebih terbatas tapi lebih eksklusif |
Perbedaan yang paling terasa di penggunaan harian
Dari sisi berkendara, CX-3 Pro terasa lebih responsif terutama saat akselerasi dan melibas tanjakan karena kapasitas mesin lebih besar. Sementara CX-3 Sport lebih fokus pada efisiensi bahan bakar dan kenyamanan penggunaan dalam kota.
Di sisi fitur, Pro juga mendapatkan beberapa tambahan seperti pengaturan jok elektrik pengemudi dan detail interior yang lebih mewah dibanding Sport.
Tips Membeli Mazda CX-3 Bekas, Gunakan MoInspeksi Moladin
Sebelum membeli Mazda CX-3 bekas, penting untuk memastikan kondisi mobil benar-benar sesuai dengan harga dan klaim penjual. SUV compact ini dikenal memiliki karakter premium, namun tetap perlu pengecekan detail terutama pada sektor mesin, transmisi Skyactiv, kaki-kaki, hingga riwayat servis.
Hal yang perlu diperhatikan antara lain kondisi oli mesin, respons transmisi otomatis, indikasi bekas tabrakan atau banjir, serta keausan suspensi yang bisa memengaruhi kenyamanan berkendara. Selain itu, pastikan juga kelengkapan dokumen seperti STNK, BPKB, dan kesesuaian nomor rangka.
Untuk mengurangi risiko salah beli, kamu bisa menggunakan layanan inspeksi mobil bekasMOINSPEKSI Moladin yang melakukan pengecekan menyeluruh di berbagai titik penting kendaraan, sehingga kondisi mobil lebih transparan sebelum transaksi dilakukan.
