Tren Otomotif

Rekomendasi Mobil Listrik Bekas Budget di Bawah 150 Juta

  • 17 Views
Wuling New Air ev dan New Cloud EV Mejeng di Summarecon Mall Serpong
Wuling New Air ev dan New Cloud EV Mejeng di Summarecon Mall Serpong

Daftar Isi

Mobil listrik bekas kini mulai dilirik sebagai alternatif kendaraan dengan biaya operasional lebih hemat, terutama bagi konsumen yang ingin beralih ke EV tanpa harus mengeluarkan dana besar. Seiring bertambahnya kepopuleran mobil listrik di Indonesia, pilihan unit bekas dengan harga lebih terjangkau juga mulai bermunculan di pasaran.

Untuk budget di bawah Rp150 juta, pilihan mobil listrik bekas memang masih didominasi model kompak yang cocok dipakai di area perkotaan. Meski begitu, beberapa unit masih menawarkan fitur modern dan biaya penggunaan yang relatif efisien untuk mobilitas harian. Berikut rekomendasi mobil listrik bekas budget di bawah Rp150 juta lengkap dengan kisaran harganya.

Daftar Harga Mobil Listrik Bekas di Bawah Rp150 Juta

Wuling Air EV Raih Penghargaan dari Forum Keselamatan Transportasi Indonesia
Wuling Air EV Raih Penghargaan dari Forum Keselamatan Transportasi Indonesia

Pasar mobil listrik (EV) bekas dengan budget di bawah Rp150 juta di Indonesia masih didominasi kendaraan kompak yang cocok digunakan di area perkotaan. Rentang harga yang ditawarkan cukup beragam, mulai dari Rp85 jutaan hingga mendekati Rp150 juta, tergantung tahun produksi, kondisi baterai, jarak tempuh, serta riwayat pemakaian kendaraan. Model-model seperti Wuling Air EV dan DFSK/Seres masih menjadi pilihan yang relatif mudah ditemukan di pasar mobil bekas Indonesia. Berikut estimasi harga mobil listrik bekas di bawah Rp150 juta:

  • DFSK Seres E1 L (2023): Rp85 juta – Rp90 juta
  • Wuling Air EV Standard Range (2022): Rp95 juta – Rp105 juta
  • Wuling Air EV Lite (2023): Rp100 juta – Rp115 juta
  • Wuling Air EV Standard Range (2024): Rp107 juta – Rp115 juta
  • Wuling Air EV Long Range (2022): Rp120 juta – Rp135 juta
  • Wuling Air EV Long Range (2023): Rp130 juta – Rp145 juta
  • DFSK Gelora E Blind Van (2021-2022): Rp135 juta – Rp150 juta
  • DFSK Gelora E Minibus (2021-2022): Rp140 juta – Rp150 juta

Perbedaan Setiap Tipe Mobil Listrik Bekas di Bawah Rp150 Juta

Air ev Lite Long Rangge dibekali baterai LFP 26,7 kWh
Air ev Lite Long Rangge dibekali baterai LFP 26,7 kWh

Segmen mobil listrik bekas di bawah Rp150 juta saat ini masih didominasi model city car dan kendaraan niaga ringan. Meski berada di rentang harga yang mirip, setiap tipe memiliki perbedaan signifikan dari sisi fungsi, kapasitas baterai, hingga tujuan penggunaan. Hal ini membuat calon pembeli perlu memahami karakter masing-masing model sebelum menentukan pilihan.

Dari kelompok city car, Wuling Air EV dan DFSK Seres E1 menjadi opsi paling umum untuk mobilitas perkotaan karena ukuran yang ringkas dan efisiensi penggunaan energi. Varian Standard Range dan Lite biasanya lebih ditujukan untuk penggunaan dalam kota dengan jarak tempuh harian yang tidak terlalu jauh, sementara Long Range menawarkan kapasitas baterai lebih besar sehingga lebih fleksibel untuk perjalanan yang lebih panjang.

Sementara itu, DFSK Gelora E hadir di segmen yang berbeda karena lebih difokuskan sebagai kendaraan komersial. Tipe Blind Van dan Minibus menawarkan ruang kabin yang lebih luas serta kapasitas angkut lebih besar, sehingga banyak digunakan untuk kebutuhan operasional usaha atau logistik ringan. Perbedaan ini membuat Gelora E kurang ideal untuk penggunaan pribadi, tetapi unggul dalam aspek fungsionalitas bisnis.

Tips Membeli Mobil Listrik Bekas

Pasar mobil listrik bekas saat ini menunjukkan peningkatan minat, terutama pada segmen harga di bawah Rp150 juta. Kondisi tersebut membuat pilihan unit semakin beragam, namun risiko pembelian tetap perlu diperhatikan karena faktor utama seperti baterai dan sistem kelistrikan sangat menentukan nilai kendaraan.

1. Gunakan Layanan Inspeksi Moladin

Pengecekan unit sebelum transaksi menjadi langkah penting untuk memastikan kondisi kendaraan sesuai klaim penjual. Layanan inspeksi Moladin dapat dimanfaatkan untuk mengevaluasi kondisi eksterior, interior, sistem kelistrikan, hingga kesehatan baterai sebagai komponen paling krusial pada mobil listrik.

2. Cek Kondisi Baterai Secara Detail

Baterai menjadi faktor utama yang memengaruhi harga dan performa mobil listrik bekas. Pemeriksaan kapasitas dan tingkat penurunan daya perlu dilakukan secara teliti karena berpengaruh langsung terhadap jarak tempuh dan efisiensi penggunaan harian.

3. Tinjau Riwayat Servis Kendaraan

Riwayat servis memberikan gambaran mengenai perawatan yang dilakukan sebelumnya. Unit dengan catatan perawatan rutin umumnya memiliki kondisi yang lebih terjaga dibandingkan kendaraan tanpa riwayat servis yang jelas.

4. Lakukan Uji Jalan Sebelum Pembelian

Test drive membantu melihat kondisi kendaraan secara langsung dalam penggunaan nyata. Respons akselerasi, sistem pengereman, serta kenyamanan berkendara dapat dievaluasi lebih akurat saat mobil dikendarai di jalan.

5. Bandingkan Harga Dengan Pasar Terkini

Harga mobil listrik bekas dapat bervariasi tergantung tahun produksi, kondisi baterai, dan jarak tempuh. Perbandingan dengan harga pasar menjadi langkah penting agar pembelian tetap berada di kisaran nilai yang wajar.

Secara umum, mobil listrik bekas di bawah Rp150 juta mulai menjadi alternatif yang semakin diperhitungkan di pasar otomotif Indonesia. Segmen ini banyak diisi model city car yang ditujukan untuk mobilitas perkotaan, sementara kisaran harga tetap dipengaruhi faktor tahun produksi, kondisi baterai, serta jarak tempuh.

Perbedaan tiap tipe, estimasi harga, serta pertimbangan sebelum pembelian menjadi hal penting bagi calon konsumen agar tidak salah memilih unit. Evaluasi kondisi baterai hingga perbandingan harga pasar juga masih menjadi langkah utama sebelum transaksi dilakukan.

Di tengah dinamika pasar tersebut, layanan inspeksi seperti Moladin dapat digunakan untuk membantu pengecekan kondisi kendaraan secara lebih menyeluruh sebelum pembelian dilakukan.

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif
Seedbacklink