Tren Otomotif

Nissan Juke EV Pertama Resmi Diperkenalkan, Desainnya Berubah Total

  • 13 Views
Nissan Juke EV

Daftar Isi

Nissan akhirnya memperkenalkan Juke listrik murni pertama. Masuk generasi ketiga, SUV kompak ini tampil dengan desain yang jauh lebih berani dan akan mulai dipasarkan di Eropa pada 2027.

Model baru ini menjadi langkah penting dalam strategi elektrifikasi Nissan di Eropa. Berdasarkan laporan InsideEVs yang terbit pada 14 April 2026, Nissan awalnya sempat menyiapkan Juke EV sebagai pengganti penuh model bermesin bensin. Namun, ketidakpastian pertumbuhan pasar mobil listrik membuat strategi itu berubah, sehingga Juke EV akan hadir berdampingan dengan versi pembaruan dari model pembakaran internal yang sudah ada.

Dari sisi desain, Nissan Juke EV tampil sangat berbeda dibanding Juke saat ini. Wujudnya mengambil inspirasi kuat dari konsep Hyper Punk yang diperlihatkan Nissan pada 2024, dengan garis bodi tajam, permukaan mengotak, dan tampilan futuristis yang membuatnya terlihat jauh lebih eksperimental dibanding SUV kompak kebanyakan. InsideEVs menyebut mobil ini sebagai perubahan yang cukup radikal, tetapi tetap mempertahankan karakter nyentrik yang sejak lama menjadi identitas Juke.

Untuk basisnya, Juke EV dibangun di atas platform CMF-EV milik aliansi Renault-Nissan, platform yang juga dipakai model Nissan Leaf terbaru. Produksinya disebut akan dilakukan di pabrik Nissan Sunderland, Inggris, yang memang menjadi salah satu pusat penting manufaktur Nissan untuk pasar Eropa.

Sampai saat ini, Nissan belum mengumumkan detail teknis lengkap untuk Juke EV. Namun, laporan InsideEVs menyebut SUV ini kemungkinan akan berbagi paket baterai dengan Leaf, yakni 52 kWh dan 75,1 kWh, dengan jarak tempuh maksimum hingga 386 mil atau sekitar 622 km berdasarkan standar WLTP. Meski platform CMF-EV mendukung sistem dual-motor AWD, Juke EV diperkirakan lebih mungkin hadir dengan konfigurasi motor tunggal penggerak roda depan, mirip Leaf. Semua detail itu masih bersifat indikatif sampai spesifikasi final diumumkan Nissan.

Kalau mengacu pada positioning-nya, Nissan tampaknya ingin membuat Juke EV terasa lebih ekspresif dibanding Leaf. Meski sama-sama berbasis EV, keduanya dibidik untuk karakter konsumen yang berbeda. Nissan menilai Juke tetap punya daya tarik kuat berkat desainnya yang berani dan kemampuannya menjangkau pembeli baru di segmen mobil listrik Eropa.

Hal yang juga penting, Nissan Juke EV untuk saat ini diproyeksikan khusus pasar Eropa. Pengiriman ke konsumen dijadwalkan mulai 2027, sementara model Juke bermesin konvensional yang sudah ada akan tetap dipertahankan dalam bentuk pembaruan. Reuters juga melaporkan bahwa peluncuran Juke listrik merupakan bagian dari rencana restrukturisasi dan elektrifikasi Nissan yang lebih luas di tengah kondisi pasar global yang belum sepenuhnya stabil.

Bagi pasar Indonesia, belum ada informasi resmi apakah Nissan Juke EV akan ikut dipasarkan. Jadi untuk saat ini, model ini lebih tepat dilihat sebagai produk strategis Nissan untuk Eropa, sekaligus sinyal bahwa nama Juke tetap dipertahankan di era elektrifikasi, tetapi dengan pendekatan desain dan teknologi yang sepenuhnya baru.

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif
Seedbacklink