Tren Otomotif

Rekayasa Lalu Lintas Glodok–Jakarta Kota Berlaku hingga Juli 2026, Ini Rinciannya!

  • 16 Views
rekayasa lalu lintas

Daftar Isi

PT MRT Jakarta (Perseroda) bersama pihak kontraktor mulai menerapkan rekayasa lalu lintas di sekitar area konstruksi pembangunan MRT Jakarta Fase 2A segmen Glodok–Kota sejak 10 Januari hingga 15 Juli 2026. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tahapan pekerjaan konstruksi stasiun bawah tanah dan terowongan di kawasan tersebut.

Rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil koordinasi MRT Jakarta dengan Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta dan Ditlantas Polda Metro Jaya untuk menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan proyek infrastruktur strategis ini.

Perubahan Aturan Lalu Lintas di Area Stasiun Kota

Pada area persimpangan Jalan Pintu Besar Selatan dan Jalan Asemka, terdapat sejumlah perubahan arus lalu lintas:

  • Pengalihan badan jalan di sisi utara Jalan Pintu Besar Selatan dari posisi barat ke timur, sehingga tersisa satu jalur ke arah selatan dan satu jalur ke utara. Konfigurasi ini hanya berlaku bagi TransJakarta, penghuni, dan pengunjung toko di kawasan tersebut.
  • Jika terjadi kepadatan lalu lintas, terutama di Jalan Pancoran, maka Jalan Pintu Besar Selatan akan dibuka secara situasional untuk umum guna memperlancar arus.
  • Sisi barat Jalan Pintu Besar Selatan tetap berfungsi terbatas khusus untuk kendaraan kecil dari arah selatan menuju utara.
  • Di persimpangan Jalan Asemka, terdapat penyempitan lajur di fly over, di mana konfigurasi jalur yang semula tiga lajur dari arah barat kini menjadi dua lajur, serta pergeseran lajur kendaraan sedikit ke kanan median.

Rekayasa Lalin di Area Stasiun Glodok

Di sekitar area pembangunan Stasiun Glodok, rekayasa lalu lintas tetap dilaksanakan dengan konfigurasi contraflow di Jalan Gajah Mada, yang memungkinkan lalu lintas dua arah tetap berjalan meskipun ada pengerjaan konstruksi.

Contraflow adalah pengaturan arus yang memanfaatkan lajur jalan yang biasanya searah untuk dijadikan dua arah sementara, demi memberi ruang bagi kegiatan konstruksi tanpa menghentikan mobilitas kendaraan.

Dampak Proyek MRT Jakarta Fase 2A

Penerapan rekayasa lalu lintas ini merupakan bagian dari proyek MRT Jakarta Fase 2A CP203, yang tidak hanya mencakup pembangunan dua stasiun bawah tanah, yakni Glodok dan Kota Tua, tetapi juga terowongan sepanjang sekitar 690 meter di antara keduanya. Selain itu, segmen ini merupakan jalur lanjutan dari jaringan MRT utama di Jakarta.

Selama rekayasa lalu lintas diterapkan, MRT Jakarta memastikan pemasangan rambu lalu lintas, marka jalan, dan lampu penerangan umum dilakukan secara optimal. Masyarakat pengguna jalan dan angkutan umum diimbau memperhatikan rambu-rambu serta mengikuti petunjuk petugas di lapangan demi keselamatan dan kenyamanan bersama.

Permohonan Maaf dan Dukungan Publik

PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin dirasakan pengguna jalan selama proses rekayasa berlangsung. Perusahaan juga meminta dukungan dan kerja sama masyarakat untuk menyukseskan proyek pembangunan transportasi publik strategis ini.

Pantau terus Moladin untuk update terbaru seputar lalu lintas, transportasi publik, dan informasi mobilitas di Jakarta.

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif