Tren Otomotif

SPK Rocky Hybrid Tembus 700 Unit, Ini Bukti SUV Hybrid Daihatsu Semakin Diminati!

  • 12 Views
spk rocky hybrid - Moladin
Foto: News | OTOKreditMobil

Daftar Isi

Minat masyarakat terhadap Daihatsu Rocky Hybrid terus menunjukkan tren positif sejak resmi dipasarkan di Indonesia. Di tengah harga BBM yang masih menjadi perhatian banyak pengguna mobil, teknologi hybrid mulai dilirik karena menawarkan efisiensi bahan bakar tanpa mengubah kebiasaan berkendara sehari-hari.

Hal tersebut terlihat dari jumlah SPK Rocky Hybrid yang sudah mencapai ratusan unit. Menariknya, angka pemesanan tersebut terus bertambah meski proses distribusi kendaraan masih menghadapi sejumlah tantangan akibat pasokan global.

SPK Rocky Hybrid Sudah Tembus 700 Unit

spk rocky hybrid tembus 700 unit - Moladin
Foto: iNews

Berdasarkan laporan Kompas.com, jumlah Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) Daihatsu Rocky Hybrid kini telah menembus angka 700 unit. Hal tersebut diungkapkan oleh Tri Mulyono, Marketing & Customer Relation Division Head PT Astra International Tbk – Daihatsu Sales Operation (AI DSO), saat ditemui di Depok pada 21 Juni 2026.

Tri menjelaskan bahwa antusiasme konsumen terhadap Rocky Hybrid masih tergolong tinggi. Pencapaian ini menunjukkan semakin terbukanya pasar otomotif Indonesia terhadap teknologi elektrifikasi, terutama pada segmen SUV kompak yang menawarkan kepraktisan untuk penggunaan sehari-hari.

Dari sisi pasar, angka 700 unit terbilang menarik mengingat Daihatsu Rocky Hybrid bermain di segmen yang cukup kompetitif. Konsumen tampaknya melihat nilai lebih dari kombinasi desain SUV modern, konsumsi bahan bakar yang efisien, dan teknologi hybrid yang lebih ramah lingkungan.

Daihatsu Rocky Lihat Detail

Pengiriman Baru Mencapai 545 Unit

Meski SPK Rocky Hybrid sudah menembus 700 unit, jumlah kendaraan yang berhasil dikirim ke konsumen masih belum sebanding dengan tingginya permintaan.

Sejak pengiriman perdana dilakukan pada November 2025, Daihatsu baru berhasil menyalurkan sekitar 545 unit hingga Juni 2026. Artinya, masih ada sejumlah konsumen yang harus menunggu antrean pengiriman kendaraan mereka.

Menurut Tri, keterlambatan tersebut dipengaruhi oleh kondisi suplai global yang belum sepenuhnya stabil. Namun Daihatsu mengaku terus berupaya meningkatkan pasokan agar proses distribusi bisa berjalan lebih cepat dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi calon pembeli, kondisi ini menunjukkan bahwa Rocky Hybrid memang memiliki daya tarik pasar yang cukup kuat. Tingginya antrean biasanya menjadi indikator bahwa permintaan konsumen berada di atas ketersediaan unit.

Status CBU Jadi Tantangan Distribusi

Salah satu faktor utama yang membuat distribusi Rocky Hybrid belum secepat model Daihatsu lainnya adalah statusnya yang masih CBU (Completely Built Up) atau diimpor secara utuh dari luar negeri.

Skema impor penuh membuat ketersediaan unit sangat bergantung pada jadwal produksi dan pengiriman dari negara asal. Proses administrasi hingga distribusi juga membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan kendaraan yang sudah diproduksi secara lokal.

Dari perspektif industri otomotif, kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi pada model baru yang masih mengandalkan pasokan impor. Namun jika permintaan terus meningkat, bukan tidak mungkin Daihatsu akan mempertimbangkan strategi produksi yang lebih agresif di masa depan.

Kesimpulan

SPK Rocky Hybrid yang telah mencapai 700 unit menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap SUV hybrid semakin besar. Meski pengiriman baru mencapai 545 unit akibat keterbatasan suplai global dan status CBU, permintaan kendaraan ini tetap tinggi.

Bagi konsumen yang mencari SUV compact dengan teknologi hybrid dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik, Daihatsu Rocky Hybrid menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan. Untuk mendapatkan informasi otomotif terbaru dan promo mobil menarik lainnya, pantau terus Moladin!

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif
Seedbacklink