Mobil listrik mungil mulai menarik perhatian karena dimensinya cocok untuk aktivitas harian di kota. Suzuki pun ikut masuk ke segmen ini lewat Suzuki e Sky, mobil listrik yang sebelumnya diperkenalkan sebagai konsep Vision e-Sky pada 2025.
Menariknya, versi produksi e Sky masih mempertahankan sebagian besar desain konsep. Suzuki akan menjualnya di Jepang mulai musim gugur 2026, sebelum memperluas pasar ke Eropa dan Inggris pada 2027.
Suzuki e Sky, Mobil Listrik Mungil untuk Kota

Sebagai kei car, Suzuki e Sky punya ukuran yang sangat compact. Panjangnya 3.395 mm, lebar 1.475 mm, tinggi 1.625 mm, dan jarak sumbu roda 2.460 mm.
Ukuran ini menjadi salah satu daya tarik utamanya. Buat kamu yang sehari-hari menghadapi jalan perkotaan dan area parkir terbatas, bodi mungil tentu lebih mudah diajak bermanuver.
Dari sisi desain, Suzuki masih mempertahankan gaya floating roof dan pilar C sewarna bodi. Namun, versi produksi dibuat lebih sederhana dengan pelek lebih kecil, spion lebih besar, serta gagang pintu konvensional.
Kabin Sederhana, Tapi Tetap Fungsional
Masuk ke interior, nuansa futuristis Vision e-Sky dikurangi. Sebagai gantinya, Suzuki menghadirkan kabin yang lebih praktis agar biaya produksi tetap terkendali.
Ada layar infotainment 10,1 inci, panel instrumen digital, rem parkir elektrik, jok dan setir berpemanas, serta pengaturan AC yang dibuat mudah dijangkau.
Suzuki e Sky juga memiliki empat tempat duduk dengan bagasi berukuran kecil. Artinya, mobil ini lebih cocok untuk kebutuhan personal atau keluarga kecil dibanding membawa banyak barang.
Baterai 26 kWh, Jarak Tempuh 310 Km
Suzuki e Sky menggunakan baterai LFP berkapasitas 26 kWh. Dengan baterai tersebut, jarak tempuhnya diklaim mencapai 310 km dalam sekali pengisian.
Angka ini cukup menarik karena kapasitas baterainya relatif kecil. Bobot kendaraan yang sekitar 1.030 kg dan desain yang lebih efisien ikut membantu menjaga konsumsi energi.
Sebagai pembanding, BYD Racco mampu menempuh hingga 320 km, tetapi menggunakan baterai 35,84 kWh.
Bisa Fast Charging dan Jadi Sumber Listrik
Untuk pengisian, Suzuki e Sky membutuhkan sekitar delapan jam menggunakan listrik rumah standar. Dengan wallbox 6 kW, waktunya sekitar 4,5 jam.
Mobil ini juga mendukung fast charging DC 50 kW. Pengisian baterai dari kondisi tertentu hingga 80 persen diklaim hanya membutuhkan sekitar 25 menit.
Ada pula fitur Vehicle-to-Home (V2H) yang memungkinkan baterai mobil digunakan sebagai sumber listrik eksternal dengan output AC 100V/1.500W.
Suzuki e Sky Dijual di Jepang, Eropa Menyusul
Suzuki e Sky akan bersaing dengan Nissan Sakura, Mitsubishi eK X EV, Honda N-One e, dan BYD Racco di Jepang.
Sementara itu, ekspansi ke Eropa dan Inggris diperkirakan dimulai 2027. Di sana, rivalnya antara lain Renault Twingo E-Tech, Dacia Spring, dan Volkswagen ID.Every1 versi produksi.
Kehadiran Suzuki e Sky memperlihatkan bahwa mobil listrik tidak selalu harus berukuran besar atau punya baterai jumbo. Untuk penggunaan perkotaan, mobil kecil dengan efisiensi baik justru bisa lebih masuk akal.
Kalau kamu ingin melihat informasi dan perkembangan mobil baru, termasuk model listrik terbaru yang berpotensi hadir di Indonesia, cek terus informasi otomotif terbaru di Moladin.



