GAC Aion kembali mencuri perhatian pasar kendaraan listrik dengan merilis sketsa desain SUV listrik terbarunya, Aion N60.
Bocoran ini memberi gambaran jelas mengenai arah desain yang akan diusung sebelum mobil tersebut masuk tahap pra-penjualan.
Moladiners, GAC Aion N60 dijadwalkan mulai dipasarkan pada pertengahan Maret 2026 dan diposisikan sebagai SUV listrik kompak dengan pendekatan desain minimalis, modern, serta berorientasi pada efisiensi.
Sketsa Desain GAC Aion N60 Ungkap Bahasa Desain Minimalis

Dari sketsa resmi yang dirilis, GAC Aion N60 mengusung pendekatan desain yang bersih dan sederhana.
Karakter minimalis langsung terlihat dari penggunaan garis bodi yang rapi tanpa banyak lekukan agresif, memberikan kesan modern sekaligus futuristis.
Bagian depan dan belakang SUV listrik ini menampilkan bilah lampu LED memanjang yang membentang penuh dari sisi kiri ke kanan.
Elemen pencahayaan tersebut terintegrasi langsung dengan logo Aion, menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali, terutama saat malam hari.
Profil samping Aion N60 juga konsisten dengan tema minimalis. Siluet bodi tampak halus, dengan minim garis tegas, sehingga memberi kesan aerodinamis.
Sementara itu, bagian belakang menggemakan desain fascia depan, menciptakan kesan harmonis. Pelindung bawah bodi berwarna perak turut memperkuat aura SUV crossover yang modern.
Peran Benoit Jacob di Balik Desain GAC Aion N60
Desain Aion N60 berada di bawah arahan Benoit Jacob, sosok yang sudah lama dikenal di industri otomotif global.
Kamu mungkin familiar dengan karya-karyanya, seperti BMW i3 dan BMW i8 generasi pertama yang menjadi pionir desain mobil listrik premium.
Selain itu, Benoit Jacob juga terlibat dalam pengembangan sejumlah model ikonik lain, mulai dari BMW 4 Series Gran Coupé, BMW 5 Series GT, hingga Audi A5 Sportback.
Pengalamannya di merek Eropa ternama menjadi nilai tambah bagi GAC Aion dalam membangun citra global.
Dimensi dan Interior GAC Aion N60 yang Fokus Kenyamanan

Secara dimensi, Aion N60 masuk kategori SUV listrik kompak. Panjang bodinya mencapai 4.615 mm, lebar 1.860 mm atau 1.883 mm tergantung varian, dan tinggi 1.673 mm.
Jarak sumbu roda 2.775 mm menjanjikan ruang kabin yang lega untuk lima penumpang.
Menariknya, Aion N60 akan dibekali kursi pijat gravitasi nol sebagai fitur standar. Fitur ini menunjukkan fokus Aion terhadap kenyamanan dan pengalaman berkendara, bukan sekadar mengejar performa atau jarak tempuh semata.
Spesifikasi Motor Listrik dan Jarak Tempuh
Untuk sistem penggerak, Moladiners akan disuguhkan dua pilihan motor listrik.
Opsi pertama menghasilkan tenaga maksimal 110 kW atau setara 148 hp, sedangkan varian lebih bertenaga mencapai 165 kW atau sekitar 221 hp.
Kedua motor tersebut dipadukan dengan baterai lithium iron phosphate (LFP), yang dikenal lebih tahan lama dan stabil.
Berdasarkan pengujian CLTC, jarak tempuh Aion N60 tersedia dalam tiga opsi, yakni 410 km, 510 km, dan hingga 630 km tergantung konfigurasi.
GAC juga menyematkan teknologi penggerak listrik berbahan paduan amorf untuk meningkatkan efisiensi energi. Hal ini menjadi nilai tambah dalam persaingan SUV listrik yang semakin ketat.
Teknologi Keselamatan dan Fitur Mengemudi Pintar

Versi produksi Aion N60 yang telah dipamerkan menggunakan sistem penggerak roda depan.
Selain itu, seluruh varian akan dibekali kemampuan LiDAR serta fitur bantuan mengemudi di jalan raya sebagai standar.
Port pengisian daya ditempatkan di fender depan sisi penumpang, posisi yang praktis dan umum ditemui pada mobil listrik modern.
Kehadiran teknologi ini menegaskan bahwa Aion N60 tidak hanya mengandalkan desain, tetapi juga kesiapan teknologi masa depan.
Peluang GAC Aion N60 Masuk Pasar Indonesia
Sebagai informasi, Aion merupakan merek kendaraan energi baru di bawah GAC Group yang berdiri sejak 2018.
Saat ini, Aion telah memiliki delapan model di pasar domestik Cina, dan N60 akan menjadi model kesembilan.
Di Indonesia sendiri, GAC Aion sudah memasarkan beberapa model listrik seperti Aion Y, Aion V, dan Aion U.
Meski belum ada konfirmasi resmi, tidak menutup kemungkinan Aion N60 akan menyusul masuk ke Tanah Air, mengingat pasar SUV listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Fenomena ini juga sejalan dengan tren global, di mana pabrikan Cina menggandeng desainer ternama dunia.
Contohnya BYD Atto 1 yang dirancang Wolfgang Egger, mantan desainer Lamborghini, dan sukses menarik perhatian berkat desain fungsional serta harga kompetitif.
Ingin terus update soal mobil terbaru, bocoran harga, hingga tren otomotif global? Langsung saja pantau berita dan ulasan terlengkapnya di Moladin.com!


