PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) merangsek peta persaingan Compact SUV listrik dengan amunisi baru Suzuki e VITARA. Dibangun dari platform EV baru bernama Heartect-e, Suzuki mengklaim jika kehadiran mobil ini merupakan jaminan akan keselamatan berkendara di jalan.
Versi penggerak dua roda e VITARA menjadi satu-satunya yang dijual di Indonesia. Dengan motor ditempatkan di poros depan, sementara sebagian besar mobil listrik murni saat inimenggunakan motor di belakang, karena lebih baik untuk penempatan, kemampuan mengemudi, dan keselamatan. Mobil-mobil tersebut biasanya juga memiliki bagasi depan (frunk), yang tidak dimiliki oleh Vitara e.

Suzuki e VITARA memiliki panjang hampir 4,3 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi 1,6 meter, dengan jarak sumbu roda 2,7 meter. Jarak ground clearance cukup wajar yakni 185 mm, sedangkan berat kosong hampir 1,8 ton.
Interior Suzuki e VITARA cukup berkesan modern, meningkatkan standar kendaraan Suzuki dalam hal desain dan kualias. Dasbor asimetrisnya menampilkan panel layar ganda di bagian atas dan permukaan kulit imitasi cokelat lembut di bagian tengah, bersama dengan ventilasi AC berwarna perak gelap.
Lingkar kemudi dengan dua palang terasa nyaman dipegang. Di dasbor Anda masih mendapatkan kontrol fisik untuk beberapa pengaturan seperti AC dan volume infotainment, dan ini adalah hal yang bagus karena tidak seluruh pengaturan harus melalui layer sentuh 10 incinya.

Kemudian ada konsol tengah yang dilapisi warna hitam mengkilap, dengan cup holder, tatakan wireless charging, pemilih mode berkendara, dan pengaturan fungsi lain.
Pemilihan gigi transmisi juga tergolong unik dan mudah digunakan, karena Anda harus menekannya ke bawah untuk N dan memutarnya ke kanan untuk D atau ke kiri untuk mundur. Sisanya hanya ada AC Climate Control satu zona, kamera 360 derajat dengan kejernihan cukupan.

Dan saat kami mencoba duduk, busa jok depan mampu menopang bobot tubuh dengan baik, walau tidak langsung memberikan posisi mengemudi ideal dan membutuhkan waktu untuk membiasakan diri karena posisi lutut agak sedikt terangkat.
Namun, kursi pengemudi yang sudah elektris dan setir yang dapat diatur tilt dan teleskopik membantu Anda menemukan posisi duduk ideal. Di kursi belakang, terdapat banyak ruang kaki berkat jarak sumbu roda 2.700 mm, tetapi ruang kepala akan sempit untuk orang dengan tinggi 170 mm ke atas.
Terdapat banyak ruang penyimpanan di kabin Suzuki e VITARA, mulai di bawah konsol tengah yang mengambang dan sandaran tangan tengah, kantong pintu, dan laci dasbor.

Sisanya ada sunroof satu panel yang tidak dapat dibuka di bagian depan, plus jendela belakang yang tipis dan jok berwarna gelap, membuat bagian belakang kabin terasa kurang roomy.
ADAS Lengkap
Beberapa kekurangan yang kami sebutkan di atas nyatanya lunas dibayar dengan kelengkapan keselamatan yang mumpuni. Soal keselamatan Suzuki e VITARA ternyata begitu serus dengan 6 airbag, ESC, kontrol traksi, dan teknologi ADAS Level 2 tentunya.
Kehadiran mobil Suzuki dengan ADAS di Indonesia merupakan kelanjutan atas komitmen Suzuki dalam mewujudkan kualitas keamanan tertinggi bagi penggunanya. Melanjutkan Langkah baik yang dirintis Suzuki Fronx yang juga sudah dilengkapi dengan fitur ADAS.

Fitur ADAS Level 2 pada Suzuki e VITARA meliputi beberapa aspek, seperti pengereman darurat otomatis, lane keep assist, adaptive cruise control, regenerative braking dan masih banyak lagi. Klaim Suzuki teknologi ADAS di e VITARA sudah dikalibrasi dengan baik untuk beragam kondisi jalan bahkan cocok untuk lalu lintas ibukota Jakarta yang pada.
AEB tidak aktif terlalu dini, lane keeping assist yang tidak agresif, dan cruise control adaptif yang mampu menjaga jarak aman dari kendaraan di depan bikin kenyamanan berkendara meningkat tentunya.
Ingin terus update soal mobil terbaru, bocoran harga, hingga tren otomotif global? Langsung saja pantau berita dan ulasan terlengkapnya di Moladin.com!