Minat terhadap SUV listrik di Indonesia terus menunjukkan peningkatan, dan BYD Atto 3 masih menjadi salah satu model yang paling sering dibahas di segmen ini. Memasuki pertengahan 2026, harga OTR model ini kembali menjadi perhatian calon konsumen yang ingin beralih ke kendaraan listrik dengan fitur lengkap dan desain modern.
BYD Atto 3 sendiri sudah dikenal sebagai salah satu SUV listrik yang menawarkan kombinasi antara jarak tempuh, teknologi, serta kenyamanan kabin yang cukup kompetitif di kelasnya. Perubahan harga dan penyesuaian varian di pasar Indonesia membuat konsumen perlu kembali mengecek update terbaru sebelum melakukan pembelian.
Di Indonesia, BYD Atto 3 dipasarkan dengan kisaran harga OTR sekitar Rp390 jutaan hingga Rp520 jutaan per Juni 2026, tergantung varian dan fitur yang dipilih. Perbedaan ini umumnya dipengaruhi oleh kapasitas baterai, kelengkapan fitur keselamatan, serta teknologi pendukung berkendara yang disematkan pada masing-masing tipe.
Harga OTR BYD Atto 3 di wilayah Jakarta per Juni 2026

Harga BYD Atto 3 di Indonesia, khususnya wilayah Jakarta, per Juni 2026 berada di kisaran Rp390 juta hingga Rp520 juta. Banderol tersebut menyesuaikan dengan varian yang dipilih, di mana setiap tipe menawarkan perbedaan pada kapasitas baterai, fitur, serta jarak tempuh yang dihasilkan.
Berikut adalah rincian harga OTR Jakarta untuk masing-masing varian:
- Advanced (Standard Range): Rp390.000.000
- Advanced Plus: Rp415.000.000
- Superior (Extended Range): Rp520.000.000
Perbedaan BYD Atto 3 Setiap Tipe
BYD Atto 3 hadir dalam tiga varian utama, yaitu Advanced, Advanced Plus, dan Superior (Extended Range). Masing-masing tipe dibedakan berdasarkan kapasitas baterai, jarak tempuh, desain eksterior, fitur kenyamanan interior, hingga kelengkapan sistem keselamatan berkendara (ADAS), sehingga konsumen bisa menyesuaikan pilihan sesuai kebutuhan dan budget.
1. Performa dan Jangkauan (Baterai)
Pada sektor performa, varian Advanced dan Advanced Plus dibekali baterai berkapasitas 49,92 kWh yang mampu menempuh jarak hingga sekitar 410 km berdasarkan standar NEDC. Akselerasi 0–100 km/jam dicatat di angka sekitar 7,9 detik, cukup untuk penggunaan harian di perkotaan maupun perjalanan antar kota.
Sementara itu, varian Superior menggunakan baterai lebih besar yaitu 60,48 kWh yang memungkinkan jarak tempuh hingga sekitar 480 km. Performa akselerasinya juga sedikit lebih cepat dengan catatan 0–100 km/jam sekitar 7,3 detik, sehingga terasa lebih responsif di berbagai kondisi jalan.
2. Eksterior
Pada bagian luar, BYD Atto 3 Advanced sudah menggunakan velg alloy berukuran 17 inci dengan profil ban 215/70 R17 yang mengutamakan kenyamanan.
Advanced Plus naik kelas dengan penggunaan velg alloy 18 inci yang memberikan tampilan lebih sporty sekaligus meningkatkan stabilitas berkendara.
Sementara itu, Superior tetap memakai velg 18 inci namun dilengkapi tambahan roof rails dan kaca privasi yang membuat tampilannya lebih premium sekaligus fungsional.
3. Interior dan Kenyamanan
Di dalam kabin, Advanced dibekali layar sentuh 12,8 inci dengan fitur rotasi serta sistem audio 6 speaker untuk kebutuhan hiburan dasar.
Advanced Plus membawa peningkatan signifikan dengan layar 15,6 inci, tambahan wireless charging di bagian depan, serta fitur power tailgate untuk kemudahan akses bagasi.
Pada varian Superior, seluruh fitur Advanced Plus tetap hadir dengan tambahan sistem audio premium Dynaudio 8 speaker serta fitur kenyamanan ekstra berupa ventilasi dan pemanas pada jok depan.
4. Sistem Keselamatan (ADAS)
Untuk fitur keselamatan, varian Advanced sudah dibekali 7 airbag, kamera 360 derajat, serta sensor parkir untuk mendukung keamanan dasar saat berkendara.
Sementara Advanced Plus dan Superior mendapatkan paket ADAS lebih lengkap yang mencakup Adaptive Cruise Control dengan Stop & Go, Automatic Emergency Braking (AEB), Lane Departure Warning (LDW), hingga Blind Spot Detection (BSD), sehingga pengalaman berkendara menjadi lebih aman dan modern.
Perbedaan BYD Atto 3 Setiap Tipe

| Aspek | Advanced | Advanced Plus | Superior (Extended Range) |
| Baterai | 49,92 kWh | 49,92 kWh | 60,48 kWh |
| Jarak Tempuh (NEDC) | ±410 km | ±410 km | ±480 km |
| Akselerasi 0–100 km/jam | ±7,9 detik | ±7,9 detik | ±7,3 detik |
| Velg | 17 inci (215/70 R17) | 18 inci | 18 inci |
| Roof Rail & Privacy Glass | Tidak ada | Tidak ada | Ada |
| Layar Infotainment | 12,8 inci (rotasi) | 15,6 inci | 15,6 inci |
| Wireless Charging | Tidak ada | Ada | Ada |
| Power Tailgate | Tidak ada | Ada | Ada |
| Audio System | 6 speaker | 6 speaker | 8 speaker (Dynaudio) |
| Kenyamanan Jok | Standar | Standar | Ventilasi + pemanas |
| Keselamatan (ADAS) | 7 airbag, kamera 360, sensor parkir | ADAS lengkap | ADAS lengkap + fitur sama dengan Plus |
Ketahanan Baterai dan Estimasi Biaya Perawatan BYD Atto 3
Ketahanan baterai
BYD Atto 3 menggunakan baterai Blade LFP yang umumnya memiliki umur pakai sekitar 1.500 hingga 3.000 siklus pengisian. Jika dikonversi ke jarak tempuh, 1 kali pengisian penuh sekitar 400 km.
Dengan asumsi pemakaian harian sekitar 18.000 km per tahun, maka:
- 1.500 siklus × 400 km = sekitar 600.000 km (skema konservatif)
- 3.000 siklus × 400 km = sekitar 1.200.000 km (kondisi optimal)
Dalam penggunaan normal di Indonesia, baterai ini berpotensi bertahan sekitar 10–15 tahun sebelum mengalami penurunan kapasitas yang signifikan, tergantung pola pengisian dan kondisi pemakaian.
Estimasi biaya perawatan per tahun
Karena merupakan mobil listrik, BYD Atto 3 tidak membutuhkan oli mesin atau komponen pembakaran, sehingga biaya servis lebih rendah dibanding mobil konvensional.
Perkiraan biaya tahunan:
- Servis berkala ringan sekitar Rp1,5 juta hingga Rp3 juta
- Pemeriksaan sistem kelistrikan dan software sekitar Rp500 ribu hingga Rp1 juta
- Kampas rem lebih awet karena regenerative braking, biasanya diganti tiap 40.000–60.000 km
- Ban sekitar Rp4 juta hingga Rp6 juta per set dengan masa pakai 3–4 tahun
Total estimasi biaya 5 tahun
Jika dihitung secara kasar:
- Perawatan rutin sekitar Rp7,5 juta hingga Rp15 juta
- Penggantian ban sekitar Rp4 juta hingga Rp6 juta
Total 5 tahun berada di kisaran Rp11 juta hingga Rp21 juta di luar biaya listrik.
Biaya energi
Dengan konsumsi rata-rata sekitar 5–6 km per kWh:
- 18.000 km per tahun membutuhkan sekitar 3.000–3.600 kWh
- Dengan tarif listrik sekitar Rp1.500 per kWh
- Biaya listrik tahunan sekitar Rp4,5 juta hingga Rp5,4 juta
Secara keseluruhan, BYD Atto 3 menawarkan biaya kepemilikan yang relatif rendah untuk ukuran SUV listrik di kelasnya. Penghematan terbesar berasal dari biaya perawatan yang minim dan efisiensi penggunaan energi yang lebih stabil dibanding mobil berbahan bakar bensin.
Untuk kamu yang ingin melihat harga terbaru, simulasi kredit, hingga promo mobil listrik lainnya, kamu bisa cek langsung di Moladin dan temukan penawaran terbaik sesuai kebutuhanmu sekarang juga.



