Tren Otomotif

BAIC T1 Diuji 412 Km Jakarta-Bandung, Segini Konsumsi Listriknya

  • 20 Views
baic t1 cover

Daftar Isi

BAIC T1 menjalani media drive bersama 30 jurnalis dengan rute Jakarta-Bandung-Jakarta sejauh 412 kilometer. Dalam perjalanan yang berlangsung selama dua hari tersebut, mobil listrik ini mencatat konsumsi energi rata-rata 14,72 kWh/100 km.

Moladin menjadi salah satu media yang mendapat kesempatan untuk menjajal langsung BAIC T1 dalam rangkaian media drive yang digelar BAIC Indonesia pada 20 Agustus 2026. Pengujian dilakukan untuk melihat kemampuan mobil listrik tersebut dalam kondisi penggunaan yang lebih mendekati keseharian.

Sebanyak 30 jurnalis dari berbagai media nasional mengikuti kegiatan ini menggunakan 10 unit BAIC T1. Setiap mobil diisi tiga orang jurnalis berikut barang pribadi dan perlengkapan shooting.

Rute yang ditempuh juga tidak hanya mengandalkan jalan perkotaan. Perjalanan mencakup Jakarta, Kota Baru Parahyangan, Lembang, kawasan Kota Bandung, hingga kembali ke Jakarta melalui jalan tol.

Kondisi jalan yang dilewati pun beragam, mulai dari kemacetan, jalan perkotaan, jalan tol, tanjakan, turunan, hingga jalan kering. Selama perjalanan, jurnalis juga dapat mencoba sejumlah mode berkendara, yaitu Comfort, ECO, Sport, Adaptive, ECO+, dan Individual.

BAIC T1 Tempuh 412 Km Selama Dua Hari

baic t1 samping

Berdasarkan data yang dikumpulkan selama media drive, BAIC T1 mencatat jarak tempuh rata-rata 412 km dalam perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bandung.

Total waktu perjalanan mencapai sekitar 18 jam, sedangkan kecepatan rata-ratanya berada di angka 24 km/jam. Angka tersebut menggambarkan kondisi perjalanan yang cukup beragam, termasuk lalu lintas perkotaan dan perjalanan menuju kawasan Bandung serta Lembang.

Dari sisi konsumsi energi, BAIC T1 mencatat rata-rata 14,72 kWh/100 km. Jika dikonversikan, angka tersebut setara sekitar 6,7 km untuk setiap 1 kWh energi.

Selama perjalanan, total energi yang digunakan tercatat sekitar 60,7 kWh.

Sebelum berangkat dari Jakarta, kapasitas baterai high-voltage BAIC T1 rata-rata berada hampir 100 persen. Ketika tiba di Bandung dan Lembang, indikator baterai tersisa sekitar 18-20 persen.

Pengisian daya kemudian dilakukan sebelum perjalanan hari kedua. Saat kembali melanjutkan perjalanan, kapasitas baterai berada di kisaran 90 persen.

Setelah berkeliling Kota Bandung dan kembali menuju Jakarta, BAIC T1 masih menunjukkan sisa baterai sekitar 40-50 persen.

Menariknya, total biaya energi yang dibutuhkan selama rangkaian perjalanan dua hari tersebut rata-rata hanya sekitar Rp150 ribu.

Angka ini tentu dipengaruhi kondisi pengujian, termasuk gaya berkendara, kecepatan, kondisi lalu lintas, beban kendaraan, serta metode pengisian daya. Namun, hasil tersebut memberikan gambaran mengenai konsumsi energi BAIC T1 ketika digunakan dalam perjalanan nyata dengan jarak lebih dari 400 km.

BAIC T1 Lihat Detail

Tiga Orang dan Perlengkapan Shooting Ikut Dibawa

Pengujian BAIC T1 kali ini tidak dilakukan dalam kondisi kendaraan kosong. Setiap unit membawa tiga orang jurnalis sekaligus barang pribadi dan perlengkapan shooting.

Artinya, mobil dijalankan dalam kondisi beban yang cukup penuh selama perjalanan. Kondisi tersebut memberikan kesempatan kepada para peserta untuk merasakan langsung ruang kabin sekaligus karakter kendaraan ketika membawa penumpang dan barang.

Kombinasi rute Jakarta-Bandung juga membuat pengujian tidak hanya berfokus pada konsumsi energi. Jurnalis dapat merasakan karakter suspensi, handling, kenyamanan kabin, hingga kemampuan mobil ketika melewati tanjakan dan turunan.

Kenyamanan Jadi Kesan yang Paling Banyak Disorot

Selain angka konsumsi energi, kenyamanan menjadi salah satu kesan paling kuat dari para jurnalis yang mengikuti media drive.

Mayoritas peserta menyatakan puas setelah mencoba BAIC T1, baik ketika berada di balik kemudi maupun sebagai penumpang. Beberapa aspek yang paling banyak mendapat apresiasi adalah suspensi, kekedapan kabin, kelapangan ruang, desain, serta kemudahan berkendara.

Sejumlah jurnalis bahkan memberikan nilai hingga 9/10. Alasan yang disampaikan mencakup desain stylish, interior yang dinilai premium, kelengkapan fitur, suspensi nyaman, serta keberadaan fitur Auto Parking.

Salah satu jurnalis memberikan nilai 8,5/10 dan menilai kenyamanan sebagai keunggulan utama BAIC T1.

“Comfort-nya benar-benar di luar dugaan, baik itu dari suspensi maupun space yang ada. Fiturnya cukup dan Auto Parking-nya cukup canggih.”

Kesan serupa juga muncul dari jurnalis lain yang menilai suspensi BAIC T1 mampu memberikan kenyamanan tanpa membuat mobil terasa terlalu limbung.

“Suspensinya oke banget, peredaman kabin juara, tenaga sangat cukup untuk penggunaan dalam kota dan luar kota.”

Karakter suspensi yang lembut tetapi tetap stabil juga menjadi salah satu hal yang mendapat perhatian.

“Bantingan suspensi terasa lembut, tapi tetap stabil dan tidak banyak memantul ketika kecepatan tinggi.”

Suspensi dan Kekedapan Kabin Jadi Kejutan

baic t1 interior

Ketika para jurnalis ditanya mengenai hal yang paling mengejutkan setelah mencoba BAIC T1, jawaban yang muncul cukup konsisten.

Suspensi dan kenyamanan berkendara menjadi salah satu aspek yang paling banyak disebut. Karakter suspensi BAIC T1 dinilai empuk dan nyaman, tetapi tidak berlebihan hingga membuat mobil terasa banyak memantul.

Beberapa komentar jurnalis menggambarkan karakter tersebut sebagai suspensi yang “super soft” ketika digunakan di perkotaan, tetapi tetap nyaman saat mobil dibawa keluar kota.

Ada pula yang menyebut suspensinya empuk tanpa membuat penumpang mudah merasa mual.

Kekedapan kabin turut menjadi perhatian. Hal ini terasa semakin relevan karena setiap kendaraan digunakan tiga orang sekaligus membawa barang pribadi dan perlengkapan shooting.

Kelapangan ruang kabin juga menjadi salah satu aspek yang cukup sering mendapatkan respons positif dari peserta media drive.

Auto Parking Assist Jadi Fitur Favorit Jurnalis

baic t1 belakang

Selain kenyamanan, Automatic Parking Assist atau APA menjadi fitur BAIC T1 yang paling sering mendapat perhatian dari para jurnalis.

Fitur tersebut dianggap memberikan kemudahan ketika melakukan manuver parkir, terutama di area yang ruang geraknya terbatas.

Salah satu jurnalis bahkan menilai fitur tersebut menarik untuk mobil yang berada di kisaran harga Rp300 jutaan.

“Untuk harga 300 jutaan, fitur Automatic Parking Assist-nya oke banget.”

Jurnalis lainnya menilai Auto Parking Assist cukup presisi ketika digunakan untuk parkir.

Selain APA, sejumlah fitur lain yang ikut menarik perhatian adalah Vehicle-to-Vehicle Charging, walk-away lock, approach unlock, luggage space, serta pilihan suara alarm kendaraan.

Pengalaman Berkendara Dinilai Sesuai Ekspektasi

Media drive ini juga digunakan BAIC Indonesia untuk mengetahui respons jurnalis setelah mengemudikan T1 secara langsung.

Sebagian besar responden menyebut pengalaman berkendara sesuai hingga melampaui ekspektasi awal. Kenyamanan kembali menjadi alasan yang cukup dominan.

Salah satu responden menyebut pengalaman menggunakan BAIC T1 sedikit melebihi ekspektasi karena faktor kenyamanan.

Responden lain bahkan memberikan respons singkat, “Melampaui ekspektasi, good job.”

Hasil tersebut menunjukkan bahwa karakter comfort-oriented menjadi salah satu aspek yang cukup menonjol setelah BAIC T1 digunakan secara langsung.

Desain dan Kabin Lega Jadi Daya Tarik

Tidak hanya kenyamanan, desain eksterior dan interior juga menjadi alasan yang disebut para jurnalis ketika ditanya mengenai daya tarik BAIC T1.

Sejumlah respons yang muncul antara lain “stylish”, “model yang menarik”, “kabin lega”, serta “penampilan dan luas kabin”.

Desain dashboard juga mendapat perhatian. Salah satu jurnalis menilai posisi dashboard yang relatif rendah memberikan visibilitas yang baik bagi pengemudi.

“BAIC T1 punya dasbor rendah yang bikin visibilitas pengemudi sangat baik. Cocok buat pemula.”

Visibilitas tersebut dinilai bisa menjadi salah satu nilai tambah bagi konsumen yang baru beralih ke mobil listrik maupun pengemudi yang lebih banyak menggunakan kendaraan di perkotaan.

BAIC T1 Dinilai Cocok untuk Mobilitas Harian

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 400 km, para jurnalis memberikan beragam gambaran mengenai BAIC T1.

Beberapa di antaranya menyebut mobil listrik tersebut sebagai kendaraan yang “nyaman”, “kompak tapi lega”, “nyaman, hemat dan lengkap”, “comfort-oriented”, hingga “praktis”.

Ada pula jurnalis yang menyebut BAIC T1 sebagai “mobil listrik yang sangat layak dicoba”.

Penilaian lain bahkan menggambarkannya sebagai “Best Comfort EV Under 400 Million” serta mobil listrik yang menawarkan kenyamanan dan fitur menarik.

Respons tersebut memperlihatkan bahwa kenyamanan menjadi salah satu karakter yang paling kuat setelah BAIC T1 diuji secara langsung.

Di sisi lain, hasil media drive sejauh 412 km juga memberikan gambaran mengenai efisiensi energi mobil listrik tersebut. Dengan konsumsi rata-rata 14,72 kWh/100 km dan kebutuhan energi sekitar 60,7 kWh selama perjalanan, BAIC T1 menunjukkan potensi penggunaan yang cukup efisien untuk mobilitas harian maupun perjalanan luar kota.

Buat konsumen yang sedang mencari mobil listrik untuk penggunaan sehari-hari, hasil pengujian langsung seperti ini bisa menjadi salah satu pertimbangan selain spesifikasi, fitur, harga, dan infrastruktur pengisian daya.

Tertarik mengetahui lebih banyak soal BAIC T1 dan pilihan mobil listrik lainnya? Pantau terus informasi terbaru seputar harga, spesifikasi, serta hasil pengujian mobil di Moladin.

Untuk Driver Online
Program Mobil Sewaan jadi Hak Milik by Moladin

Mobil Sewaan jadi Hak Milik untuk untuk Driver Online yang Siap Naik Kelas

FREE Asuransi All Risk*
Diskon Charge 50%
Mobil Diganti Saat Perbaikan*
Lihat Penawaran
Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif
Seedbacklink