BYD resmi memasuki babak baru di pasar Indonesia. Setelah membangun basis bisnis dan jaringan penjualan sejak 2024, pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, kini resmi diperkenalkan sebagai fasilitas manufaktur kendaraan energi baru pertama BYD di Tanah Air.
Peresmian fasilitas tersebut berlangsung pada 3 September 2026 di Kawasan Industri Subang Smartpolitan.
Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam strategi lokalisasi global BYD.
Pabrik BYD Subang Punya Kapasitas 150.000 Unit
Fasilitas manufaktur BYD berdiri di atas lahan sekitar 126 hektare. Pembangunannya berlangsung sekitar 20 bulan dan dirancang dengan kapasitas produksi maksimal 150.000 kendaraan per tahun.
Pabrik ini menjadi fasilitas produksi BYD ke-13 secara global. Menariknya, fasilitas tersebut mengusung tingkat otomatisasi tinggi serta sistem produksi cerdas yang dirancang untuk menggabungkan teknologi manufaktur dengan keterampilan tenaga kerja lokal.
Beberapa fakta utama pabrik BYD di Subang meliputi:
| Detail | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi | Subang Smartpolitan, Jawa Barat |
| Luas lahan | Sekitar 126 hektare |
| Kapasitas produksi | Hingga 150.000 unit/tahun |
| Waktu pembangunan | Sekitar 20 bulan |
| Fasilitas produksi global | Ke-13 BYD |
Produksi Lokal BYD Sudah Tembus 100.000 Unit
Peresmian pabrik juga ditandai dengan roll-off BYD M6 DM sebagai unit ke-100.000 BYD yang diproduksi secara lokal di Indonesia.
Model tersebut bersama BYD M6 EV menjadi bagian dari awal perjalanan produksi kendaraan keluarga BYD di Tanah Air.
Moladiners, perkembangan produksi lokal ini berjalan seiring dengan pertumbuhan pasar BYD di Indonesia.
Sejak masuk pada Januari 2024, BYD telah mengirimkan lebih dari 100.000 kendaraan energi baru kepada konsumen Indonesia dan memperluas jaringan penjualan serta layanan ke lebih dari 100 lokasi.
Sepanjang Januari-Juli 2026, BYD Indonesia mencatat penjualan 32.800 unit dengan pangsa pasar sekitar 35 persen.
