Cara Blokir STNK Motor, Agar Terhindar Pajak Progresif!

Cara blokir STNK motor – Sebelum membeli kendaraan sepeda motor yang baru, pemilik wajib untuk melakukan pemblokiran terhadap Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kendaraan bermotor lamanya yang sudah terjual. Kenapa? Hal ini agar pemilik kendaraan terhindar dari yang namanya pajak progresif.

Bagi setiap orang yang namanya terdaftar memiliki lebih dari satu kendaraan, dipastikan akan terkena pajak progresif. Merujuk pada aturan Perda DKI Jakarta No. 2 Tahun 2015. Dikatakan bahwa bukan hanya nama saja, melainkan bisa juga didasarkan pada kepemilikan dalam satu alamat (Kartu Keluarga) yang sama. Namun, terkadang belum banyak orang yang mengetahui cara blokir STNK motor.

Cara blokir STNK motor sendiri sebetulnya tidak sulit ya Moladiners. Pastinya mudah dan tidak memakan waktu lama. Pemblokiran STNK motor sangat dianjurkan jika memiliki kendaraan lebih dari satu yang atas nama pribadi atau satu alamat (Kartu Keluarga) lalu sudah dijual.

Lalu bagaimana cara blokir STNK motor? Pertama pemblokiran STNK sepeda motor hanya bisa dilakukan di Samsat tempat sepeda motor terdaftar. Setelah itu, pemiliki kendaraan hanya tinggal menuju loket bagian pemblokiran STNK.

Sebelum melakukan pemblokiran STNK motor, Moladiners wajib tahu syarat yang harus dibawa. Pertama isi form pemblokiran kendaraan, lalu membuat pernyataan yang isinya menyatakan kalau kendaraan tersebut sudah dijual.

Setelah itu, pemohon melampirkan fotokopi STNK kendaraan lama disertai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP). Buat Moladiners yang tidak memiliki fotokopi STNK, jangan khawatir. Pemblokiran STNK tetap bisa dilakukan. Asalkan hafal nomor polisi dan jenis kendaraan yang juga disertakan KTP sesuai dengan STNK dan surat pernyataan.

Baca juga;

 

Kenali Besaran Pajak Progresif

cara-blokir-stnk-motor,-agar-terhindar-pajak-progresif!
Ilustrasi pajak progresif

Setelah mengetahui cara blokir STNK motor, pemilik kendaraan wajib kenali besaran pajak progresif. Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta No. 2 Tahun 2015 Tengan Perubahan Atas Peraturan Daerah No. 8 Tahun 2010 Tentang Pajak Kendaraan Bermotor, berikut besaran pajak progresif yang dibebankan kepada pemilik kendaraan mulai dari kepemilikikan pertama sampai seterusnya.

  • Kepemilikan kendaraan bermotor pertama, sebesar 2 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua, sebesar 2,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga, sebesar 3 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keempat, sebesar 3,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kelima, sebesar 4 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keenam, sebesar 4,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh, sebesar 5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedelapan, sebesar 5,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesembilan, sebesar 6 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesepuluh, sebesar 6,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kesebelas, sebesar 7 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kedua belas, sebesar 7,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketiga belas, sebesar 8 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keempat belas sebesar 8,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor kelima belas, sebesar 9 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor keenam belas, sebesar 9,5 persen
  • Kepemilikan kendaraan bermotor ketujuh belas, dan seterusnya sebesar 10 persen.

Buat kamu yang tertarik membeli motor baru dengan DP ringan dan berbagai promo lain, langsung saja klik link ini!

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *