Thursday, October 6, 2022

4 Masalah Toyota Alphard Gen 1, Awas Menyesal Beli

by Tigor Sihombing
Masalah Toyota Alphard Gen 1

Mengetahui masalah Toyota Alphard Gen 1 penting adanya. Terlebih kamu berencana membeli unit ini, dengan demikian setidaknya bisa melakukan persiapan baik bujet dan juga mental. 

Kalau melihat harga, Alphard bekas generasi pertama memang murah banget. Kisaran banderolnya mulai dari Rp 150 jutaan. Tapi kamu harus tahu ini tetaplah mobil mewah yang biaya perawatannya tidak semurah kendaraan sejuta umat seperti Xenia dan Avanza.

Paling gampang, Alphard berkode AH10 itu punya mesin yang cukup boros. Hal ini wajar, karena Alphard harus menggunakan Pertamax, serta kapasitas mesinnya yang besar. Seperti diketahui, Toyota Alphard Gen 1 memliki 2 pilihan mesin 2.400 (2AZ-FE) dan 3.000cc (1MZ-FE). Jadi jangan sampai bisa beli, tapi tidak bisa isi bensinnya ya!

Selanjutnya juga perhatikan juga pasaran harganya. Seperti yang kita ketahui Toyota Alphard Gen 1 atau yang disebut generasi pertama meluncur secara resmi di Indonesia tahun 2003 dan berakhir hingga 2008.

Toyota Alphard generasi pertama hadir dengan pilihan lima varian. Antara lain variannya adalah G, V , ASG, MZdan MZG. Perbedaan mencoloknya pada varian MZ dan MZG mengusung mesin yang lebih besar 3.000 cc. Sementara varian di bawahnya pakai kubikasi 2.400 cc.

Nah untuk kamu yang ingin membeli unit bekasnya, saat ini harga pasaran Toyota Alphard Gen 1 pasarannya berkisar Rp 150 – 250 jutaan tergantung tahun dan kondisi.

Baca juga  Toyota GR Supra Terbaru Meluncur, Harga Tembus Rp 2 Miliar

Selain itu, perhatikan juga masalah-masalah yang sering terjadi pada Toyota Alphard Gen 1, seperti yang telah kami rangkum di bawah ini.

1. Engine Mounting Getas

Masalah Toyota Alphard Gen 1

Selain itu fungsi lain engine mounting adalah untuk mengurangi getaran pada mesin yang bisa merembet sampai dalam kabin. Yang namanya bahan terbuat dari karet, dan berada di bawah mesin riskan terkena cipratan oli, panas, dan air hujan, maka komponen ini sangat rentan pada mobil berusia lanjut.

Masalah Toyota Alphard Gen 1 yang pertama adalah terkait engine mounting. Apa lagi untuk Toyota Alphard generasi pertama yang sudah memasuki usia 19 tahun jika dihitung dari awal-awal dipasarkan, pastinya adal indikasi engine mounting sudah lemah.

Engine mounting sendiri berada di bagian bawah mesin mobil, terbuat  dari logam dan karet. Fungsi utamanya adalah sebagai pegangan antara mesin dan chasis mobil.

Selain itu fungsi lain engine mounting adalah untuk mengurangi getaran pada mesin yang bisa merembet sampai dalam kabin. Yang namanya bahan terbuat dari karet, dan berada di bawah mesin riskan terkena cipratan oli, panas, dan air hujan, maka komponen ini sangat rentan pada mobil berusia lanjut.

Baca juga  Toyota GR Supra 35th Anniversary Edition, Tidak Semua Bisa Beli

“Alphard generasi satu yang datang kesini biasanya mengalami kerusakan engine mounting, hal ini wajar mengingat usianya. Biasanya mengalami keausan pada besi penyangganya dan karet sudah keras bahkan sudah botak,” kata Putera mekanik mobil di bilangan Otista Jakara Timur.

Putera mengatakan jika engine mounting bisa dibeli satuan dengan harga Rp 300-700 ribu tergantung merek dan kualitas. Sedangkan untuk harga satu set kualitas original berkisar Rp 2,5 – jutaan.

2. Motor Sliding Door Sering Rusak

Masalah Toyota Alphard Gen 1

Saat motor listrik rusak, memang pintu masih bisa dibuka secara manual. Tapi ongkos perbaikan sliding door otomatis milik Alphard tergolong mahal. 

Masalah Toyota Alphard Gen 1 berikutnya adalah motor sliding door yang bermasalah. Biasanya puntu gejala yang ditimbulkan adalah pintu lambat menutup, bahkan terasa oblak.

Hal ini wajar, karena mobil tersebut menggunakan konsep pintu geser yang buka tutupnya secara elektronik. Berbeda dengan buka pintu mobil konvensional. 

Saat motor listrik rusak, memang pintu masih bisa dibuka secara manual. Tapi kalau mau diperbaiki, ongkos renovasi sliding door otomatis milik Alphard tergolong mahal.  Saat ini harga pasaran service dan perbaikan pintu sliding door Toyota Alphard 2008 ke bawah berkisar dari Rp 800 – 1 jutaan.

Baca juga  Sejarah Toyota Starlet, Mobil Gaul Anak Muda 90-an

3. Sok Breaker Lemah

Masalah Toyota Alphard Gen 1

Sokbreker depan Alphard merek Kayaba di pasaran dijual Rp 2,8 – Rp 3 jutaan. Sedangkan belakang berkisar Rp 1,6 jutaan.

Masalah Toyota Alphard Gen 1 berikutnya adalah soal sok breaker sudah lemah. Selain karena usia pakai, sok breaker Alphard bisa rusak lebih awal jika sering diisi oleh penumpang penuh.

Apalagi dengan dimensi panjang 4.865 mm, lebar 1.830 dan tinggi 1.935 mm, Toyota Alphard terbilang bongsor. Inilah yang membuat bobotnya juga lebih berat, sehingga membuat kerja suspensi juga berat.

“Bantingan suspensi Alphard mestinya lembut, jika keras berarti bermasalah, apalagi jika sudah mengayun, dan rasa berkendara kurang stabil, artinya suspensi mulai lemah,” tambah Putera.

Jika menangani masalah ini kamu harus mengganti sok breaker dengan yang baru. Misal sokbreker depan Alphard merek Kayaba di pasaran dijual Rp 2,8 – Rp 3 jutaan. Sedangkan belakang berkisar Rp 1,6 jutaan.

4. Mesin Bersuara Kasar

Masalah Toyota Alphard Gen 1

Bunyi kasar pada mesin Alphard Gen 1 biasanya ditimbulkan karena Balancer Timing Chain yang bermasalah.

Masalah Toyota Alphard Gen 1 berikutnya adalah soal mesin yang kasar. Hal ini juga wajar mengingat mobil yang sudah tebilang lawas. 

“Kalau mesin Alphard sebenarnya bandel, jarang rusak. Tapi umumnya jika karena usia pakai, biasanya terdengar kasar dan mesin panas,” tambah Putera.

Dia menambahkan jika menemukan bunyi di mesin, umumnya ditimbulkan dari Balancer Timing Chain bermasalah. Untuk memperbaiki, silahkan bawa ke bengkel terpercaya untuk dilakukan perbaikan. Sekadar informasi, satu set balancer timing chain Alphard Gen 1 untuk trim 2.4 di banderol kisaran harga Rp 1,5-1,8 jutaan.

Itulah tadi bahasan soal masalah Toyota Alphard Gen 1. Simak terus Moladin.com untuk update berita terbaru seputar otomotif. 

Moladin adalah platform mobil bekas berkualitas dan terpercaya. Sudah tersedia di 135 kota dengan 40.000 agen dan dealer, jadi kalau kamu mau beli mobil bekas, di Moladin aja! 

Related Articles

Platform Jual dan Beli Mobil Bekas Terbaik

















Logo Midtrans

Logo Bank Indonesia
Logo Kementerian Komunikasi dan Informatika