Pemilik Motor Wajib Tahu! 3 Golongan yang Kena Pajak Progresif

MoladinSebagai pemilik motor, setiap tahunnya Anda pasti punya keharusan untuk membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) kepada pemerintah, yang tarifnya berbeda akibat beban pajak progresif. Apa itu pajak progresif? Dan siapa saja yang akan dikenakan? Simak ulasannya berikut ini.

 

Apa Itu Pajak Progresif?

pemilik-motor-wajib-tahu!-3-golongan-yang-kena-pajak-progresifPajak progresif merupakan jenis pajak untuk pemilik yang memiliki kendaraan lebih dari satu unit

Pajak progresif merupakan jenis pajak yang dikenakan kepada pemilik kendaraan, baik mobil dan motor, yang punya unit lebih dari satu. Adapun dasar hukumnya diatur dalam UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

 

Berapa Tarif yang Berlaku?

pemilik-motor-wajib-tahu!-3-golongan-yang-kena-pajak-progresifTarif pajak yang berlaku mulai dari kendaraan pertama hingga kelima berbeda

Mengacu pada pasal 6 UU No.28 Tahun 2009, disebutkan bahwa tarif pajak untuk kendaraan bermotor pertama paling rendah adalah 1% dan paling tinggi sebesar 2%. Sementara untuk kendaraan bermotor ke dua dan seterusnya akan dikenakan pajak progresif paling rendah adalah 2% dan yang tertinggi sebesar 10%.

Faktanya, tiap daerah punya kebijakan masing-masing mengenai kenaikan tarif pajak progresif asal tidak melebihi rentang yang ditetapkan oleh pasal 6 UU No.28 Tahun 2009. Untuk lebih jelas, coba simak kenaikan pajak ini di wilayah DKI Jakarta berikut ini:

  • Kendaraan pertama: 2%
  • Kendaraan ke dua: 2,5%
  • Kendaraan ke tiga: 3%
  • Kendaraan ke empat: 3,5%
  • Kendaraan ke lima: 4%

Dari penjelasan di atas, Anda bisa melihat bahwa kenaikan pajak progresif di wilayah DKI Jakarta 0,5%. Berbeda dengan Anda yang tinggal di Provinsi Sulawesi Selatan. Kabarnya, tarif di sana merupakan yang terendah di Indonesia. Kenaikan pajak di daerah tersebut hanya 0,25% dimulai dengan tarif sebesar 2% untuk kendaraan motor ke dua.

 

3 Golongan yang Kena Pajak Progresif

Bagi Anda yang punya kendaraan bermotor, perlu tahu nih kira-kira siapa saja sih golongan yang akan dikenakan pajak jenis ini. Berikut penjelasannya.

1. Punya Banyak Motor dengan 1 Nama Pemilik

Sesuai penjelasan UU No.28 Tahun 2009, mereka yang punya lebih dari satu motor dengan nama pemilik yang sama di tiap STNK-nya, maka akan dibebankan mulai dari motor ke dua dan selanjutnya.

Lalu, bagaimana bila di rumah Saya memiliki 1 motor dan 1 mobil, apakah akan dikenakan pajak progresif? Tidak, karena keduanya dianggap sebagai jenis kendaraan yang berbeda.

2. Jual Motor Bekas Tanpa Blokir STNK Lama

Anda pernah menjual motor kepada orang lain? Sudah blokir STNK motor tersebut, belum? Kalau belum, awas, nantinya Anda akan dikenakan pajak progresif untuk pembelian motor ke dua, lho. Mengapa demikian?

Tentu karena nama Anda tercantum di STNK lama yang artinya Anda masih dianggap menjadi pemilik yang sah sekalipun motor tersebut sudah menjadi milik orang lain. Jadi, ketika beli motor baru maka motor itu terhitung sebagai motor ke dua.

Aturan ini berlaku berdasarkan UU No.28 Tahun 2009 enyebutkan bahwa pajak ini diberlakukan berdasarkan nama dan/atau alamat yang sama. Kalau tak ingin dikenakan pajak progresif, maka segera lakukan pemblokiran STNK lama lewat Samsat di mana motor tersebut terdaftar.

Syaratnya adalah melampirkan KTP, Kartu Keluarga (KK), kemudian isi formulir permohonan blokir kendaraan. Tak butuh waktu lama untuk melakukannya. Setelah proses blokir selesai, maka hari itu juga Anda tak akan dikenakan pajak progresif.

3.  Tinggal Serumah dengan Pemilik Motor

Golongan terakhir yang akan dikenakan pajak progresif adalah mereka yang tinggal serumah dengan pemilik motor. Contoh kasusnya seperti ini. Misalkan Anda masih tinggal dengan orang tua di alamat yang sama.

Orang tua Anda punya 2 motor, kemudian Anda berencana untuk membeli motor pribadi. Nah, nantinya motor tersebut akan dihitung sebagai kendaraan ke tiga dan akan dikenai pajak progresif.

Kondisi ini juga berlaku sekalipun Anda pisah KK dengan keluarga karena sudah menikah, tapi kalau masih tinggal serumah dengan orang tua yang punya jenis kendaraan sama, maka akan tetap dikenakan pajak. Meski begitu, untuk kasus ini sebenarnya bisa dihindari.

Caranya adalah dengan mengajukan keberatan ke Samsat dengan membawa KK yang baru sebagai bukti bahwa Anda sudah pisah KK dengan orang tua. Setelah urusan administrasi selesai, selanjutnya Anda akan terbebas dari pajak progresif.

Itulah penjelasan mengenai pajak beserta siapa saja yang dikenai beban. Karena bersifat tahunan, tak jarang para pemilik motor lupa dengan nominal yang harus dibayar. Bila demikian, Anda bisa melakukan pengecekan melalui website Samsat setempat atau langsung datang ke Samsat tempat kendaraan Anda terdaftar. Nah, sudahkah Anda bayar pajak tahun ini?

Baca juga;

Share this!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *