Siapa yang menyangka jika salah satu pemain otomotif baru di Indonesia, Changan ternyata merupakan merek kawakan. Hal ini dibuktikan dengan torehan produksi mobil ke 30 juta unit Changan sejak pertama kali masuk ke industri otomotif tahun 1983.
Di usia hampir 4 dekade, Changan menjadi produsen mobil independen Tiongkok pertama yang mencapai tonggak produksi 30 juta unit pada Desember 2025. Menariknya, dari kendaraan ke-20 juta hingga ke-30 juta, dibukukan Changan hanya dalam waktu empat tahun dengan 5 sub-merek yakni Avatr, Nevo, Deepal, Changan, dan Kaicheng.
Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi perjalanan panjang menuju volume besar yang hanya bisa diraih melalui kepercayaan pasar global dan konsistensi kualitas produk.

“Produksi 30 juta kendaraan mencerminkan konsistensi CHANGAN dalam menerapkan satu standar kualitas global. Setiap kendaraan dikembangkan melalui disiplin engineering dan proses pengujian jangka panjang hingga 10 tahun atau 260.000 kilometer,” kata Setiawan Surya, CEO CHANGAN Indonesia
“Standar inilah yang kami hadirkan secara utuh di Indonesia, sebagai wujud komitmen CHANGAN dalam memberikan keandalan, keamanan, dan kenyamanan yang dapat dipercaya dalam jangka panjang,” tambahnya.
Nilai Jual Changan

Sebagai salah satu produsen otomotif tertua di China, Changan membangun reputasi global mereka dengan pendekatan berbasis riset dan pengujian ketat. Salah satu hal paling mencolok ialah satu standar kualitas dari Konsistensi Engineering yang teruji hingga 10 tahun.
Tidak hanya itu Changan juga mengandalkan sistem R&D yang tersebar di 6 negara. Beberapa pusat R&D tersebut turut ditopang proses testing dan verification profesional yang menjadi fondasi keandalan setiap model yang dipasarkan.
Keunggulan Changan semakin diperkuat dengan keberadaannya sebagai satu-satunya produsen otomotif di industri yang didukung State Key Laboratory of Intelligent Vehicle Safety Technology.

Melalui sistem verifikasi internal CA-ITVS (Changan Automotive Intelligent Technology Validation System), setiap kendaraan Changan diuji menempuh jarak lebih dari 5 juta kilometer.
Pengujian ekstrem ini dirancang untuk menjamin daya tahan kendaraan hingga 10 tahun pemakaian atau setara 260.000 kilometer. Hal ini menjadi sebuah standar baku yang mencerminkan komitmen serius terhadap keselamatan dan kualitas jangka panjang.
Ke depan, Changan tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga transformasi. Menatap 2030, perusahaan memperkirakan lebih dari 60 persen penjualannya akan berasal dari kendaraan energi baru (NEV), sementara 30 persen ditargetkan datang dari pasar mancanegara.

Bahkan refleksi dari keikutsertaan Changan di pemeran otomotif Guangzhou 2025, mereka mengumumkan rencana untuk meluncurkan lebih dari 50 model NEV pada tahun 2030. Keseluruhan mobil akan dilengkapi dengan arsitektur cerdas Tianshu baru milik Changan, mencakup SUV kelas bawah, MPV ukuran menengah hingga besar, dan kendaraan off-road.
Hal ini menjadi bagian utuh yang menegaskan ambisi Changan untuk memperkuat posisinya sebagai merek otomotif global yang relevan, inovatif, dan terpercaya. Simak terus Moladin.com untuk informasi otomotif menarik lainnya.