Bahan bakar Pajero menjadi salah satu hal penting yang wajib kamu perhatikan sebelum memutuskan membeli SUV ladder frame favorit di Indonesia ini. Pajero Sport dikenal tangguh, nyaman, dan punya performa mesin yang kuat, tapi performa tersebut sangat bergantung pada jenis BBM yang kamu gunakan serta bagaimana konsumsi BBM-nya untuk pemakaian harian maupun perjalanan jauh.
Menggunakan BBM yang sesuai spesifikasi mesin bukan cuma soal performa, tapi juga berpengaruh besar terhadap umur komponen seperti injektor dan turbo. Begitu juga konsumsi BBM, karena akan menentukan seberapa besar biaya operasional yang harus kamu keluarkan setiap bulan.
Rekomendasi BBM untuk Pajero Sport

Setiap mobil memiliki standar bahan bakar sendiri sesuai dengan desain mesin. Untuk Pajero Sport diesel, Mitsubishi sudah memberikan rekomendasi jelas di buku panduan manual.
Standar BBM Pajero Sport 2022 ke Atas
Untuk Pajero Sport produksi sekitar 2022, Mitsubishi menganjurkan:
- Angka cetane minimal 51
- Kandungan sulfur di bawah 50 ppm
BBM dengan spesifikasi ini bertujuan menjaga sistem injeksi tetap bersih, pembakaran lebih sempurna, serta emisi gas buang tetap rendah. Jika kamu memakai BBM di bawah standar, efeknya bisa langsung terasa pada performa dan dalam jangka panjang bisa merusak mesin.
Standar BBM Pajero Sport Diesel 2018
Untuk Pajero Sport diesel keluaran 2018, standar BBM yang dianjurkan sedikit lebih fleksibel:
- Minimal cetane 45
- Jika terdapat label Diesel EN590, maka dianjurkan pakai cetane 51
Artinya, secara teknis Pajero Sport 2018 masih bisa menggunakan solar dengan cetane di bawah 51, namun tetap lebih aman dan ideal jika kamu memakai BBM berkualitas tinggi agar mesin tetap awet.
Pilihan BBM yang Sesuai di Indonesia
Beberapa BBM diesel yang tersedia di SPBU Indonesia antara lain:
- Dexlite
Cetane sekitar 51, tapi kandungan sulfur masih cukup tinggi (hingga 1.200 ppm). - Pertamina Dex
Cetane 53 dengan sulfur maksimal 50 ppm, paling sesuai dengan rekomendasi pabrikan. - Shell V-Power Diesel
Cetane setara 51 dengan sulfur rendah, cocok untuk mesin diesel modern.
Kalau kamu ingin menjaga performa dan keawetan mesin, sebaiknya pilih BBM dengan sulfur rendah, karena sulfur tinggi bisa mempercepat pembentukan kerak di injektor.
Dampak BBM Berkualitas Rendah ke Mesin Pajero Sport

Menggunakan BBM yang kualitasnya rendah bisa menimbulkan beberapa masalah seperti:
- Endapan di injektor
- Asap knalpot menjadi hitam
- Mesin terasa kasar saat idle
- Konsumsi BBM jadi lebih boros
Jika kondisi ini terjadi, di buku manual juga dijelaskan bahwa kamu bisa menambahkan fuel system cleaner resmi dari Mitsubishi untuk membersihkan sistem bahan bakar. Tapi sebaiknya, pencegahan tetap lebih baik dengan langsung memakai BBM yang sesuai sejak awal.
Spesifikasi Mesin Pajero Sport dan Pengaruhnya ke Konsumsi BBM
Pajero Sport hadir dengan beberapa pilihan mesin yang tentu saja memengaruhi konsumsi BBM.
1. Mesin Diesel 2.5 4D56
Mesin ini banyak ditemukan di Pajero Sport generasi awal. Karakternya:
- Tenaga sekitar 136–178 hp
- Torsi besar di putaran rendah
- Tarikan kuat tapi relatif lebih boros dibanding mesin baru
Jika perawatannya kurang baik, konsumsi BBM bisa makin meningkat karena sistem injeksi dan turbo sangat berpengaruh pada efisiensi.
2. Mesin Diesel 2.4 4N15 MIVEC
Ini adalah mesin yang paling banyak dipakai di Pajero Sport generasi baru.
- Tenaga hingga 181 PS
- Torsi sampai 430 Nm
- Lebih halus dan lebih irit
Teknologi MIVEC dan turbo modern membuat pembakaran lebih efisien, sehingga konsumsi BBM Pajero Sport generasi ini tergolong paling hemat di kelasnya.
3. Mesin Bensin V6 3.0
Varian ini fokus ke performa:
- Tenaga sekitar 220 PS
- Suara mesin halus dan responsif
- Konsumsi BBM paling boros
Biasanya varian ini lebih cocok untuk kamu yang tidak terlalu mempermasalahkan biaya bahan bakar.
Konsumsi BBM Pajero Sport di Dalam Kota

Pemakaian di dalam kota identik dengan macet dan stop and go. Ini membuat konsumsi BBM lebih tinggi dibanding di tol.
Secara umum, konsumsi BBM Pajero Sport diesel di kota berada di kisaran:
- 11 – 13 km per liter
Beberapa hasil uji media mencatat Pajero Sport Dakar mencatat sekitar 11 km per liter di rute kombinasi dengan dominasi macet. Angka ini masih tergolong wajar untuk SUV berbobot besar.
Di kota besar seperti Surabaya atau Jakarta, konsumsi bisa sedikit turun karena:
- Lampu merah sering
- Kecepatan rendah
- Waktu idle mesin lebih lama
Kamu bisa menjaga konsumsi tetap stabil dengan gaya mengemudi halus dan tidak sering menginjak gas mendadak.
Konsumsi BBM Pajero Sport di Luar Kota dan Tol
Saat kecepatan stabil, mesin diesel Pajero Sport bekerja lebih efisien.
Di rute tol dan luar kota, konsumsi BBM bisa mencapai:
- 14 – 15,5 km per liter
Dalam beberapa pengujian mudik, Pajero Sport Dakar mencatat sekitar 14,4 km per liter di jalan tol. Dengan tangki sekitar 68 liter, jarak tempuhnya bisa sangat jauh dalam sekali isi penuh.
Jika kamu menjaga kecepatan konstan dan tidak membawa muatan berlebih, konsumsi bisa mendekati klaim pabrikan.
Perbedaan Konsumsi BBM Berdasarkan Tipe Penggerak
Pajero Sport tersedia dalam:
- 4×2 → lebih irit
- 4×4 → sedikit lebih boros
Tipe 4×4 memiliki tambahan komponen seperti gardan depan dan transfer case yang menambah bobot, sehingga konsumsi BBM biasanya lebih tinggi beberapa persen dibanding 4×2.
Kalau kamu lebih sering berkendara di kota dan jarang off-road, tipe 4×2 biasanya sudah sangat cukup dan lebih ramah di kantong.
Faktor yang Mempengaruhi Konsumsi BBM Pajero Sport
Selain mesin dan tipe, ada beberapa faktor lain yang sangat memengaruhi konsumsi BBM.
1. Gaya Mengemudi
Akselerasi halus dan menjaga putaran mesin rendah sangat membantu menghemat BBM. Mengemudi agresif bisa membuat konsumsi naik drastis.
2. Kondisi Mesin dan Injeksi
Injektor kotor, filter solar mampet, atau turbo bermasalah bisa membuat pembakaran tidak optimal dan BBM lebih boros.
3. Tekanan Ban
Ban kurang angin membuat mesin bekerja lebih berat. Pastikan tekanan ban sesuai rekomendasi pabrikan.
4. Beban Muatan
Mobil penuh penumpang plus barang di roof rack akan meningkatkan konsumsi BBM, terutama di tol karena hambatan angin bertambah.
5. Kualitas Bahan Bakar
BBM dengan sulfur tinggi bisa membuat sistem injeksi cepat kotor dan konsumsi BBM naik. Menggunakan BBM sesuai standar membantu menjaga efisiensi.
BBM Tepat dan Konsumsi Irit Bisa Kamu Dapatkan
Kalau kamu ingin Pajero Sport tetap nyaman dipakai harian dan tidak boros, kuncinya ada di dua hal utama: pakai BBM sesuai rekomendasi pabrikan dan jaga kondisi mesin tetap prima.
Untuk mesin diesel modern, sebaiknya gunakan BBM dengan:
- Cetane minimal 51
- Sulfur rendah
Sementara untuk konsumsi BBM, kamu bisa mengharapkan:
- Dalam kota: sekitar 11–13 km per liter
- Luar kota/tol: sekitar 14–15,5 km per liter
Dengan perawatan yang tepat dan gaya mengemudi yang santai, Pajero Sport tetap bisa jadi SUV besar yang nyaman tanpa bikin dompet cepat tipis. Kalau kamu sedang mempertimbangkan membeli Pajero Sport bekas, pastikan juga kamu cek riwayat servis dan kondisi sistem bahan bakarnya supaya konsumsi BBM tetap optimal dalam jangka panjang.
Kunjungi Moladin.com sekarang dan temukan panduan otomotif terlengkap untuk bantu kamu mengambil keputusan yang paling tepat!


