Tren Otomotif

Chery Exeed Liefeng, Mobil Pertama dengan Baterai Solid-State dan Jangkauan 1.500 km di 2026

  • 21 Views
641
chery liefeng

Daftar Isi

Chery melalui sub‑brand premium Exeed telah mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan mobil dengan teknologi baterai solid-state pada tahun 2026, menggunakan model shooting brake bernama Liefeng. Model ini menjadi salah satu mobil listrik generasi berikutnya yang menggabungkan jarak tempuh sangat jauh, performa tinggi, dan baterai solid‑state terbaru.

Teknologi baterai solid‑state yang dipilih oleh Chery disebut sebagai Rhino S dengan kepadatan energi hingga 600 Wh/kg, yang menjadi salah satu faktor utama di balik kemampuan jangkauan luar biasa tersebut. 

Jarak Tempuh Ekstrem dan Performa Tinggi

chery liefeng

Salah satu klaim paling menarik dari Liefeng adalah mampu mencapai jarak tempuh hingga 1.500 km, bahkan pada kondisi suhu ekstrim ‑30 °C,  kondisi di mana baterai kendaraan listrik pada umumnya sangat terpengaruh. Chery mengklaim bahwa baterai ini beroperasi secara andal dalam lingkungan sedingin itu dan menawarkan keunggulan signifikan dibanding baterai lithium‑ion konvensional.

Selain itu, Liefeng juga diperkirakan akan dibangun pada arsitektur 800 V dengan motor listrik yang mampu mencapai 30.000 rpm. Mobil ini juga diklaim dapat melakukan akselerasi dari 0–100 km/jam kurang dari 3 detik, serta memiliki kecepatan puncak hingga sekitar 260 km/jam. 

Teknologi Baterai Solid-State Rhino S

Baterai solid‑state yang akan digunakan pada Liefeng memiliki kepadatan energi yang jauh lebih tinggi daripada baterai EV konvensional yang umumnya berkisar di angka 200–300 Wh/kg. Dengan angka 600 Wh/kg, baterai ini tidak hanya meningkatkan jangkauan tetapi juga menghadirkan stabilitas termal yang lebih baik.

Baterai solid‑state sendiri tengah dianggap sebagai teknologi masa depan kendaraan listrik karena berpotensi memberikan jangkauan lebih panjang, keamanan lebih tinggi, serta performa lebih konsisten di berbagai suhu. Namun, para ahli masih menyebut bahwa baterai solid‑state butuh pengembangan lebih lanjut agar siap diproduksi secara massal. 

Pendekatan Peluncuran dan Strategi Chery

Chery berencana melakukan pendekatan bertahap dalam memperkenalkan teknologi ini ke pasar. Pada tahap awal, kendaraan seperti Liefeng diproyeksikan akan digunakan pada armada ride‑hailing dan rental untuk mengumpulkan data operasional tambahan pada tahun 2026, sebelum produksi massal skala besar ditargetkan pada 2027.

Langkah ini menunjukkan bahwa Chery tidak hanya fokus pada teknologi baterai sebagai fitur unggulan, tetapi juga strategi implementasi yang realistis untuk memastikan performa dan keandalan di kondisi nyata sebelum dijual secara luas. 

Tantangan dan Tinjauan Industri

Meski banyak klaim positif tentang baterai solid‑state dan jangkauan ekstrem Liefeng, masih ada sejumlah tantangan. Para pakar industri otomotif China menilai bahwa meskipun 2026–2027 merupakan periode penting untuk solid‑state, teknologi ini belum sepenuhnya siap untuk produksi massal besar‑besaran. Hal ini menjadi titik pertimbangan bagi pembeli dan produsen lain yang tengah berlomba menerapkan baterai solid‑state. 

Dengan mengandalkan teknologi solid-state, Chery Liefeng berpotensi menjadi pionir dalam segmen EV, menawarkan mobil dengan jarak tempuh lebih panjang, kemampuan lebih stabil di suhu ekstrim, dan performa yang luar biasa. Waktu akan menjawab bagaimana teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas di pasar global.

Bagi kamu yang ingin terus memantau perkembangan terbaru mengenai Chery Liefeng, harga, spesifikasi, dan berita mobil lainnya, kamu bisa selalu mengunjungi Moladin yang menyediakan informasi terkini dan terpercaya mengenai dunia otomotif.

Artikel Tren Otomotif
Rekomendasi Untuk Kamu

Lihat Artikel Terkait

Terpopuler di
Tren Otomotif