Citroën resmi meramaikan pasar hatchback murah dengan menghadirkan C3 Live (0), varian paling terjangkau dari keluarga C3. Mobil ini langsung menyita perhatian karena dibanderol setara Rp 90 jutaan, angka yang tergolong ekstrem untuk sebuah mobil bermerek Eropa.
Peluncurannya dilakukan di India, pasar yang memang menjadi basis produksi dan pengembangan C3. Meski diposisikan sebagai model entry-level, Citroën C3 Live (0) tetap menawarkan desain khas Eropa, mesin bensin turbo, serta fitur hiburan modern yang biasanya hanya ditemukan di mobil dengan harga lebih tinggi.
Kenapa Harga Citroën C3 Live (0) Bisa Rp 90 Jutaan?
Harga super murah Citroën C3 Live (0) bukan karena kualitas yang dipangkas habis-habisan, tapi karena mobil ini memang dirancang khusus untuk pasar India. Negara tersebut dikenal sangat sensitif terhadap harga, sehingga pabrikan yang ingin sukses harus benar-benar menekan biaya produksi.
Citroën memproduksi C3 Live (0) secara lokal di India, dengan tingkat kandungan komponen dalam negeri yang tinggi. Strategi ini membuat mobil terbebas dari biaya impor, pajak masuk, dan ongkos logistik yang biasanya membuat harga mobil Eropa melonjak di banyak negara.
Selain itu, Citroën menerapkan pendekatan “one-spec strategy”. Varian Live (0) hanya tersedia dalam satu warna dan satu konfigurasi. Tanpa banyak opsi tambahan, pabrikan bisa memproduksi mobil dalam jumlah besar dengan spesifikasi seragam, sehingga biaya per unit turun signifikan.
Platform dan mesin yang digunakan juga bukan barang baru. C3 Live (0) memakai mesin PureTech 1.2 turbo dan arsitektur yang sudah dipakai di berbagai model Citroën dan Stellantis. Karena biaya riset dan pengembangannya sudah lama tertutup, harga jual bisa ditekan tanpa harus mengorbankan performa atau efisiensi.
Spesifikasi Citroën C3 Live (0)
Meski murah, C3 Live (0) tidak tampil sebagai mobil murahan. Di balik kap mesinnya terpasang mesin 1.2 liter tiga silinder turbo yang mampu menghasilkan sekitar 110 PS dan torsi 205 Nm. Angka ini tergolong besar untuk hatchback murah dan membuatnya cukup bertenaga untuk pemakaian harian maupun perjalanan luar kota.
Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi manual 6-percepatan yang fokus pada efisiensi dan keandalan. Konsumsi bahan bakarnya diklaim mencapai 18,3 km per liter, menjadikannya irit di kelasnya.
Dari sisi ukuran, C3 Live (0) mengusung bodi kompak dengan panjang hampir 4 meter dan wheelbase 2.540 mm, sehingga masih lincah di perkotaan tapi tetap cukup lega untuk empat hingga lima penumpang. Bagasinya berkapasitas 315 liter, cukup untuk kebutuhan harian atau perjalanan singkat.
Fitur yang Tetap Terasa “Mahal”

Di dalam kabin, Citroën tetap menyematkan layar infotainment 10,1 inci yang sudah mendukung Android Auto dan Apple CarPlay. Fitur ini biasanya hanya ditemukan di mobil yang jauh lebih mahal di segmen hatchback.
C3 Live (0) juga dilengkapi kamera mundur, speaker audio, serta berbagai sentuhan eksterior seperti fog lamp beraksen krom, body cladding, dan wheel cover. Semua ini memberi kesan modern meski statusnya adalah varian murah.
Namun, untuk menekan harga, Citroën memang memangkas hal-hal non-esensial seperti pilihan warna dan opsi personalisasi. Mobil ini hanya tersedia dalam satu warna hitam, Perla Nera Black.
Kesimpulan
Saat ini Citroën C3 Live (0) memang masih dipasarkan khusus di India. Namun melihat tren masuknya model-model Citroën murah ke Asia Tenggara, peluang mobil ini hadir di Indonesia tetap terbuka di masa depan, apalagi jika permintaan mobil terjangkau terus meningkat.
Pantau terus Moladin jika kamu ingin membaca update paling lengkap soal spesifikasi, harga, hingga potensi peluncuran mobil baru di Indonesia, supaya nggak ketinggalan informasi penting sebelum resmi dijual.


