Geely Riddara RD6 resmi diperkenalkan di pasar China sebagai pikap plug-in hybrid yang dirancang untuk menghadapi medan berat dan kondisi ekstrem.
Kehadiran model ini menandai langkah serius Geely memasuki segmen pikap elektrifikasi yang selama ini masih didominasi mesin konvensional berbasis diesel dan bensin.
Peluncuran ini sekaligus menegaskan bahwa elektrifikasi tidak hanya relevan untuk mobil penumpang, tetapi juga kendaraan kerja dan off-road.
Dua Varian untuk Kebutuhan Berbeda

Geely Riddara RD6 PHEV hadir dalam dua pilihan, yakni Mountain Edition dan Horizon High-Altitude Edition.
Keduanya dikembangkan untuk kebutuhan berbeda, mulai dari area pegunungan hingga wilayah bersuhu ekstrem.
Mountain Edition difokuskan untuk medan off-road berat, jalur sempit, dan permukaan tidak rata.
Sementara itu, Horizon High-Altitude Edition dirancang khusus untuk beroperasi di dataran tinggi dan kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu di bawah titik beku.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa Geely tidak sekadar menawarkan pikap hybrid, melainkan solusi mobilitas yang disesuaikan dengan karakter geografis pengguna.
Teknologi Hybrid NordThor EM-P Jadi Andalan
Jantung dari Geely Riddara RD6 adalah sistem hybrid terbaru NordThor EM-P.
Teknologi ini mengombinasikan mesin bensin 1.5 turbo dengan dua motor listrik yang disalurkan melalui transmisi DHT tiga percepatan.
Kombinasi tersebut menghasilkan tenaga gabungan 260 kW atau setara 349 hp dengan torsi puncak mencapai 914 Nm.
Angka ini terbilang impresif untuk sebuah pikap PHEV, terlebih dengan karakter penggunaan di medan berat.
Energi listrik disuplai oleh baterai lithium iron phosphate berkapasitas 19,09 kWh yang memungkinkan jarak tempuh murni listrik hingga 100 km berdasarkan standar CLTC.
Jarak Tempuh Tembus 1.068 Kilometer

Salah satu daya tarik utama Geely Riddara RD6 PHEV adalah klaim jarak tempuh total hingga 1.068 kilometer.
Capaian ini membuatnya sangat relevan bagi pengguna di daerah terpencil yang minim infrastruktur pengisian daya.
Menariknya, Geely menyebut sistem hybrid ini tetap bekerja optimal di ketinggian sekitar 3.800 meter di atas permukaan laut, dengan tingkat pencapaian jangkauan komprehensif hingga 95%.
Pikap ini juga diklaim mampu menaklukkan tanjakan dengan kemiringan 55% dalam kondisi bermuatan penuh.
Kemampuan Off-Road dan Adaptasi Suhu Ekstrem
Untuk menunjang karakter pikap petualang, Mountain Edition dibekali sistem penggerak semua roda (AWD), suspensi independen di keempat roda, serta ban all-terrain.
Radius putar 6,5 meter juga memudahkan manuver di jalur sempit maupun area kerja terbatas.
Dari sisi performa, akselerasi 0-100 km/jam dicatat 6,3 detik dalam kondisi tanpa muatan dan 8,6 detik saat membawa beban penuh.
Sementara itu, Horizon High-Altitude Edition diklaim mampu beroperasi pada suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius berkat sistem manajemen termal baterai yang telah dioptimalkan.
Distribusi torsi pada sistem AWD juga bekerja adaptif, membantu menjaga traksi di permukaan licin seperti salju, lumpur, atau jalur berbatu.
Perkiraan Harga dan Target Pasar

Di pasar China, Riddara RD6 PHEV dipasarkan dengan kisaran harga sekitar USD 20.000 hingga USD 21.700, atau setara Rp335 juta sampai Rp363 juta.
Rentang harga ini menempatkannya di segmen menengah-atas untuk kelas pikap hybrid.
Target pasarnya mencakup profesional lapangan, pelaku usaha di wilayah terpencil, hingga pengguna yang membutuhkan kendaraan kerja efisien namun tetap bertenaga.
Peluang Masuk Indonesia
Moladiners, meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait pemasaran di Indonesia, kehadiran Geely RD6 PHEV menjadi relevan dengan arah regulasi otomotif nasional menuju elektrifikasi per 2026.
Walau insentif PPnBM impor mulai berakhir, status PHEV tetap menawarkan efisiensi biaya operasional dan emisi lebih rendah.
Melalui model ini, Geely menegaskan bahwa elektrifikasi bukan hanya milik kendaraan penumpang, tetapi juga kendaraan utilitas dan off-road yang selama ini dikenal boros bahan bakar.
FAQ Seputar Geely Riddara RD6
1. Apakah pikap ini bisa digunakan untuk off-road berat?
Ya, khususnya varian Mountain Edition yang dilengkapi AWD, suspensi independen, dan ban all-terrain untuk medan ekstrem.
2. Berapa jarak tempuh listrik murni yang bisa dicapai?
Dalam mode listrik penuh, kendaraan ini mampu menempuh hingga 100 kilometer berdasarkan standar CLTC.
3. Apakah berpotensi masuk pasar Indonesia?
Meski belum ada konfirmasi resmi, peluangnya terbuka seiring meningkatnya minat terhadap kendaraan elektrifikasi dan PHEV di Tanah Air.
Pantau terus update otomotif terkini dan berbagai ulasan mobil baru maupun bekas berkualitas hanya di Moladin.com!


