Sebelum mobil listrik membanjiri jalanan Indonesia dengan beragam model dan merek, Hyundai sudah lebih dulu membawa SUV listrik ke pasar Tanah Air.
Hyundai Kona EV 2020 menjadi salah satu pelopornya dengan menawarkan kombinasi desain crossover, performa motor listrik, dan jarak tempuh yang cukup untuk kebutuhan harian.
Meski bukan model terbaru, Kona EV tahun 2020 masih punya sejumlah keunggulan yang membuatnya menarik sebagai mobil listrik bekas.
Sekilas tentang Hyundai Kona EV
Hyundai Kona Electric resmi masuk Indonesia pada 6 November 2020 bersama Ioniq Electric. Model ini menjadi salah satu mobil listrik murni awal Hyundai di Tanah Air dan menawarkan format SUV kompak yang praktis untuk penggunaan harian.
Dibandingkan mobil listrik Hyundai generasi berikutnya, dimensinya memang lebih kompak.
Namun, karakter crossover, posisi duduk yang cukup tinggi, serta torsi instan membuat Kona Electric tetap menarik sebagai kendaraan harian.
Jarak Tempuh Hyundai Kona EV 2020
Salah satu pertimbangan penting sebelum membeli mobil listrik bekas adalah kemampuan jelajahnya.
Untuk versi Indonesia, Hyundai mengklaim jarak tempuh sekitar 345 km berdasarkan NEDC dan 289 km berdasarkan WLTP dalam kondisi baterai penuh.
Angka tersebut tentu bukan jaminan jarak aktual setiap perjalanan. Penggunaan AC, kecepatan, kondisi jalan, suhu, serta gaya mengemudi dapat memengaruhi konsumsi energi.
Harga Bekas Hyundai Kona EV 2020 di Pasaran
Harga bekasnya kini sudah turun cukup jauh dibandingkan banderol barunya. Pantauan sejumlah bursa mobil bekas menunjukkan unit 2020 dapat ditemukan di kisaran Rp174 juta hingga sekitar Rp235 juta, tergantung kondisi, jarak tempuh, dan riwayat kendaraan.
Sebagai gambaran, berikut kisaran yang bisa menjadi patokan awal:
- Rp174 juta–Rp200 juta: umumnya kilometer sudah cukup tinggi atau terdapat faktor seperti pajak yang perlu diperhatikan.
- Rp200 juta–Rp250 juta: unit dengan kondisi standar hingga baik dan riwayat penggunaan yang relatif jelas.
- Di atas Rp250 juta: biasanya ditawarkan untuk unit dengan kilometer rendah atau kondisi sangat terawat.
Moladiners tetap perlu berhati-hati terhadap harga yang terlalu murah. Kondisi baterai, riwayat servis, dan bekas tabrak atau banjir bisa membuat selisih harga terlihat besar.
Spesifikasi Hyundai Kona EV 2020
Untuk ukuran SUV listrik kompak, spesifikasinya masih cukup kompetitif. Berikut rincian utama versi yang dipasarkan di Indonesia:
Performa dan Baterai
- Motor: Permanent Magnet Synchronous Motor (PMSM)
- Tenaga: 100 kW atau 136 PS
- Torsi: 395 Nm
- Baterai: lithium-ion polymer 39,2 kWh
- Penggerak: roda depan
- Transmisi: single-speed reduction gear
- Akselerasi 0-100 km/jam: sekitar 9,9 detik
- Kecepatan maksimum: sekitar 155 km/jam
Hyundai membekali versi Indonesia dengan baterai 39,2 kWh, bukan kapasitas 64 kWh yang tersedia di sejumlah pasar luar negeri.
Fitur dan Kenyamanan
Kabin menawarkan panel instrumen digital, head unit layar sentuh dengan konektivitas smartphone, serta konsol tengah model floating dengan sistem transmisi shift-by-wire.
Fitur lainnya mencakup electronic parking brake, auto hold, AC digital, jok dengan pengaturan elektrik, hingga Heads-Up Display.
Sementara di eksterior terdapat lampu LED dan desain grille depan tertutup yang menjadi pembeda utama dari Kona bermesin bensin.
Perbedaan Hyundai Kona EV dan Hyundai Kona Bensin
Secara tampilan, keduanya masih membawa bahasa desain yang sama. Namun, perbedaan paling besar tentu berada pada sumber tenaga dan sistem penggeraknya. Berikut bedanya:
| Parameter | Kona EV 2020 | Kona Bensin 2020 |
|---|---|---|
| Sumber tenaga | Motor listrik | Mesin bensin 2.0L |
| Baterai/tangki | 39,2 kWh | Tangki bensin |
| Tenaga | 136 PS | Sekitar 149 PS |
| Torsi | 395 Nm | Sekitar 180 Nm |
| Transmisi | Single-speed | Otomatis 6-percepatan |
| Grille | Tertutup | Terbuka |
| Penggerak | Roda depan | Roda depan |
Perbedaan tersebut membuat karakter berkendaranya cukup berbeda. Kona EV terasa lebih responsif sejak pedal akselerator diinjak, sedangkan versi bensin memberikan sensasi berkendara yang lebih familiar.
Kelebihan Hyundai Kona EV 2020

Untuk ukuran mobil listrik generasi awal, ada beberapa alasan mengapa model ini masih menarik, antara lain:
1. Torsi Instan
Motor listrik menghasilkan torsi 395 Nm yang tersedia sejak awal. Hasilnya, respons akselerasi terasa cepat, terutama ketika digunakan di dalam kota.
2. Handling Stabil
Posisi baterai di bawah lantai membantu menurunkan pusat gravitasi. Konfigurasi tersebut membuat mobil terasa cukup stabil ketika bermanuver.
3. Efisiensi Energi
Untuk pemakaian harian, konsumsi listrik relatif ekonomis dibandingkan biaya energi kendaraan berbahan bakar fosil, terutama jika pengisian dilakukan di rumah.
4. Fitur Masih Lengkap
Meski merupakan produk generasi awal, fitur kenyamanan dan keselamatannya masih relevan untuk penggunaan sehari-hari.
5. Bebas Emisi dan Ganjil-Genap
Sebagai kendaraan listrik murni, Kona EV tidak menghasilkan emisi knalpot. Di Jakarta, kendaraan listrik juga mendapatkan pengecualian dari aturan ganjil-genap sesuai ketentuan yang berlaku.
Tips Membeli Mobil Listrik Bekas
Membeli EV bekas tidak cukup hanya melihat bodi dan kilometer. Komponen kelistrikan juga wajib mendapat perhatian khusus. Moladiners bisa menerapkan beberapa langkah berikut:
1. Gunakan Jasa Inspeksi
Moladiners bisa menggunakan jasa inspeksi mobil bekas seperti MoInspeksi dari Moladin untuk membantu memeriksa kondisi kendaraan secara lebih menyeluruh sebelum transaksi.
2. Periksa Kondisi Baterai
Tanyakan riwayat penggunaan dan pengisian baterai. Jika memungkinkan, lakukan pemeriksaan kesehatan baterai melalui alat diagnostik.
3. Cek Riwayat Servis
Pastikan kendaraan memiliki catatan servis yang jelas. Riwayat perawatan dapat membantu mengetahui bagaimana mobil digunakan pemilik sebelumnya.
4. Lakukan Test Drive
Rasakan respons akselerasi, pengereman, kemudi, suspensi, serta muncul atau tidaknya suara aneh ketika mobil melewati jalan yang kurang rata.
5. Periksa Dokumen dan Pajak
Cocokkan nomor rangka, nomor mesin, STNK, BPKB, serta status pajak. Jangan sampai harga murah justru diikuti biaya tambahan yang besar setelah transaksi.
Pertimbangkan Biaya Kepemilikan Jangka Panjang
Sebelum membeli, Moladiners juga sebaiknya menghitung kebutuhan charging di rumah, biaya pemasangan perangkat pendukung, asuransi, pajak, serta potensi penggantian komponen yang sudah aus.
Pada akhirnya, Hyundai Kona EV 2020 cocok dipertimbangkan sebagai SUV listrik bekas jika kamu menemukan unit dengan kondisi baterai sehat, riwayat perawatan jelas, dan harga yang sepadan.
Tertarik membandingkan mobil listrik bekas lainnya atau mencari informasi otomotif terbaru? Simak berita dan ulasan selengkapnya di Moladin.com!



