Sentuhan magis mobil listrik bergaya SUV milik Jaecoo yakni J5 EV terbukti bukan isapan jempol. Hari ini (24/1) dilakukan handover Jaecoo J5 EV ke-3000 unit di Noya, PIK 2, Jakarta.
Antusiame masyarakat pada mobil listrik yang desainnya konservatif menyerupai Range Rover ini, memang begitu luar biasa. Jaecoo J5 EV yang diniagakan mulai Rp 299.900.000 sukss diserbu pasar, bahkan SPK sebanyak 2000 unit dicapai dalam dua hari setelah launching ternyata diluar ekspektasi pihak Jaecoo.
Jaecoo yang merupakan bagian dari group chery memang menjalin kerjasama joint venture bersama Jaguar Land Rover sejak tahun 2011 tak disangka-sangka manarik perhatian pecinta otomotif Tanah Air.

Imbasnya website resmi Jaecoo sempat down, dan pemintaan membludak, bahkan hingga awal tahun 2026 masih banyak unit yang belum diterima konsumen. Dengan keadaan ini pihak Chery group selaku induk Jaecoo bernaung meminta maaf kepada konsumen dan mengusahakan percepatan produksi akan selaras dengan kualitas demi kepuasan konsumen.
Total SPK Jaecoo J5 EV diklaim sudah menyentuh angka 10.000 SPK. “Kami berusaha agar bisa mengirimkan seluruh unit kepada konsumen yang sudah melakukan pemesanan di tahun lalu hingga Februari 2026,” terang Mohamad Ilham Pratama, Head of Marketing JAECOO Indonesia dalam diskusi Bersama FORWOT, Jumat (23/1) di Sentul, Bogor.
Penawaran Price Lock Insurance Kepada Konsumen

Meskipun telah melakukan handover untuk 3000 unit J5 EV untuk SPK pada tahun 2025, pihak Jaecoo masih berusaha mempercepat target produksi mereka.
Dengan rencana pemerintah untuk menghentikan subsidi mobil listrik menjadi mobil nasional di tahun 2026 pihak Chery menyampaikan akan menaati peraturan baru yang akan diterapkan. Sekaligus menyiapkan kebijakan baru kepada konsumen menyelaraskan dengan keputusan permerintah.

Willy Winawan – Head of Sales Jaecoo Indonesia menjelaskan, terdapat penawaran yang dapat diambil konsumen yang konsisten dan tetap ingin membeli Jaecoo J5 EV di SPK tahun 2025 lalu yaitu “Price Lock Insurance”.
Ia menjelaskan bila ada konsumen yang melakukan pembelian tahun 2025 dengan harga Rp. 299.900.000 bisa membeli sertifikat asuransi ini dengan nominal Rp 8.000.000.
Skema ini diambil agar konsumen tetap mendapatkan harga yang masih terjangkau yaitu di kisaran under Rp 300 Juta. Lalu misalkan kebijakan pemerintah perihal subsidi berubah, maka konsumen akan mendapatkan uang insurancenya kembali yang hitungannya disesuaikan dengan kebijakan baru pemerintah Indonesia mengenai subsidi kendaraan listrik, hal ini juga berpengaruh pada harga pasti Jaecoo J5 EV kedepannya di tahun 2026.

“Harga yang kami jual masih tentatif sesuai dengan peraturan pemerintah mengenai pajak kendaraan listrik” Tutup beliau sebelum melepas konvoi Jaecoo J5 EV di PIK 2.
Simak terus Moladin.com & channel Google News Moladin untuk informasi otomotif menarik lainnya.