Kenaikan harga Pertamax kembali berdampak langsung pada biaya harian pengguna mobil di Indonesia. Dengan harga yang kini berada di kisaran sekitar Rp16.250 per liter untuk Pertamax (RON 92) dan sekitar Rp17.000 per liter untuk Pertamax Green (RON 95), pengeluaran bahan bakar otomatis ikut meningkat, terutama bagi pengguna kendaraan yang aktif di jalan setiap hari.
Di tengah kondisi ini, efek kenaikan BBM tidak dirasakan sama oleh semua mobil. Beberapa model dengan konsumsi bahan bakar lebih tinggi, bobot besar, serta karakter mesin yang kurang efisien menjadi yang paling cepat merasakan dampaknya. Selisih biaya per kilometer pun ikut naik dan membuat pengeluaran bulanan pemiliknya semakin besar.
Akibatnya, sejumlah mobil kini masuk kategori paling terdampak kenaikan Pertamax. Berikut 10 mobil yang paling terkena dampak dan siap-siap bikin biaya BBM ikut melonjak.
Daftar Mobil Paling Terkena Dampak Pertamax Naik
Berikut daftar mobil yang paling terkena dampak Pertamax naik dan cukup “sensitif” terhadap perubahan harga BBM di Indonesia.
1. Toyota Avanza (Varian 1.5G)

Mobil ini masih menjadi salah satu pilihan utama untuk mobilitas harian di perkotaan maupun luar kota. Penggunaan yang dominan di rute padat membuat konsumsi bahan bakar lebih cepat terasa, terutama saat sering stop and go. Rata-rata efisiensi berada di kisaran 11–13 km/liter dengan tangki sekitar 43 liter.
Jika diisi penuh menggunakan Pertamax di kisaran Rp16.250/liter, biaya sekali pengisian bisa mencapai sekitar Rp698.000. Dalam kondisi harga BBM naik, pengeluaran mingguan pun ikut terdorong naik cukup terasa bagi pengguna aktif.
2. Toyota Kijang Innova (Mesin Bensin)
Karakter mesin yang bertenaga membuat konsumsi BBM pada MPV ini cenderung lebih tinggi dibanding kelas di bawahnya. Pemakaian dalam kota dengan beban penumpang penuh dapat membuat efisiensi turun di kisaran 8–10 km/liter.
Dengan kapasitas tangki sekitar 55 liter, biaya pengisian penuh bisa mendekati Rp893.000. Kondisi tersebut membuat frekuensi pengeluaran bahan bakar terasa lebih besar dalam penggunaan harian. Kenaikan harga Pertamax membuat biaya operasionalnya semakin meningkat terutama untuk pemakaian keluarga besar.
3. Mitsubishi Xpander
Segmen MPV modern ini cukup populer karena kombinasi kenyamanan dan efisiensi yang masih tergolong seimbang. Dalam kondisi normal, konsumsi BBM berada di kisaran 12–14 km/liter dengan tangki sekitar 45 liter.
Biaya full tank menggunakan Pertamax dapat mencapai sekitar Rp731.000. Namun saat digunakan di rute perkotaan padat, konsumsi bisa lebih boros dari angka ideal. Akibatnya, kenaikan harga BBM membuat pengeluaran bulanan ikut naik secara bertahap.
4. Hyundai Stargazer

Model MPV ini dirancang dengan fokus efisiensi untuk penggunaan keluarga sehari-hari. Konsumsi bahan bakar rata-rata berada di kisaran 12–15 km/liter dengan tangki sekitar 40 liter.
Jika diisi penuh Pertamax, biaya yang dibutuhkan berada di kisaran Rp650.000. Meski tergolong hemat, penggunaan rutin tetap membuat biaya bahan bakar terasa meningkat saat harga naik. Kondisi ini cukup berpengaruh bagi pengguna yang mengandalkan mobil untuk aktivitas harian.
5. Honda HR-V
SUV compact ini mengandalkan mesin modern yang direkomendasikan menggunakan BBM beroktan tinggi untuk performa optimal. Konsumsi BBM berada di kisaran 11–13 km/liter dengan tangki sekitar 40 liter. Biaya full tank Pertamax bisa mencapai sekitar Rp650.000 lebih.
Penggunaan di rute campuran membuat angka konsumsi cukup fluktuatif tergantung kondisi jalan. Kenaikan harga BBM membuat pengeluaran harian lebih mudah terasa meningkat.
6. Toyota Fortuner
SUV berukuran besar ini memiliki bobot tinggi yang berdampak langsung pada konsumsi bahan bakar. Dalam pemakaian normal, efisiensi berada di kisaran 8–11 km/liter dengan tangki sekitar 80 liter.
Biaya pengisian penuh bisa menembus lebih dari Rp1.300.000 menggunakan Pertamax. Kondisi jalan perkotaan membuat konsumsi jauh lebih boros dibanding perjalanan luar kota. Dampak kenaikan harga BBM menjadi sangat terasa karena volume pengisian yang besar.
7. Mitsubishi Pajero Sport

Model SUV ini memiliki karakter mesin diesel bertenaga yang tetap membutuhkan biaya operasional cukup besar. Konsumsi BBM rata-rata berada di kisaran 9–12 km/liter dengan tangki sekitar 68 liter.
Biaya full tank dapat mencapai sekitar Rp1.105.000 tergantung jenis BBM yang digunakan. Penggunaan harian di dalam kota cenderung meningkatkan konsumsi secara signifikan. Hal ini membuat kenaikan harga BBM tetap berdampak pada pengeluaran pemiliknya.
8. Toyota Land Cruiser
SUV premium ini dikenal dengan mesin besar dan bobot yang sangat berat sehingga konsumsi BBM relatif tinggi. Efisiensi berada di kisaran 5–7 km/liter dengan tangki sekitar 93 liter. Biaya pengisian penuh bisa menembus sekitar Rp1.510.000 menggunakan Pertamax.
Mobil ini lebih banyak digunakan untuk perjalanan jauh atau kondisi medan berat. Kenaikan harga BBM membuat biaya operasionalnya semakin signifikan.
9. Nissan X-Trail
Kenyamanan kabin menjadi salah satu keunggulan SUV ini, namun konsumsi BBM tergolong moderat hingga cukup boros di kondisi tertentu. Rata-rata efisiensi berada di kisaran 9–12 km/liter dengan tangki sekitar 60 liter.
Biaya full tank bisa mencapai sekitar Rp975.000. Penggunaan di area perkotaan padat dapat meningkatkan konsumsi secara signifikan. Dampak kenaikan harga BBM cukup terasa bagi pengguna harian.
10. Honda CR-V

SUV ini mengusung mesin modern yang cukup efisien namun tetap membutuhkan BBM beroktan tinggi untuk performa optimal. Konsumsi rata-rata berada di kisaran 10–13 km/liter dengan tangki sekitar 57 liter.
Biaya pengisian penuh bisa mencapai sekitar Rp925.000 menggunakan Pertamax. Penggunaan rute campuran membuat konsumsi cukup fluktuatif tergantung kondisi jalan. Kenaikan harga BBM membuat biaya operasional bulanan ikut meningkat meskipun tergolong efisien di kelasnya.
Perbandingan Biaya Full Tank Sebelum dan Sesudah Pertamax Naik
| Mobil | Kapasitas Tangki | Sebelum (Rp12.300/liter) | Sesudah (Rp16.250/liter) | Selisih |
| Toyota Avanza 1.5G | 43 L | Rp528.900 | Rp698.750 | Rp169.850 |
| Toyota Kijang Innova Bensin | 55 L | Rp676.500 | Rp893.750 | Rp217.250 |
| Mitsubishi Xpander | 45 L | Rp553.500 | Rp731.250 | Rp177.750 |
| Hyundai Stargazer | 40 L | Rp492.000 | Rp650.000 | Rp158.000 |
| Honda HR-V | 40 L | Rp492.000 | Rp650.000 | Rp158.000 |
| Toyota Fortuner Bensin | 80 L | Rp984.000 | Rp1.300.000 | Rp316.000 |
| Mitsubishi Pajero Sport* | 68 L | Rp836.400 | Rp1.105.000 | Rp268.600 |
| Toyota Land Cruiser | 93 L | Rp1.143.900 | Rp1.511.250 | Rp367.350 |
| Nissan X-Trail | 60 L | Rp738.000 | Rp975.000 | Rp237.000 |
| Honda CR-V | 57 L | Rp701.100 | Rp926.250 | Rp225.150 |
Tips Menekan Pengeluaran Transportasi Saat Harga Pertamax Naik

Kenaikan harga Pertamax memang membuat biaya operasional mobil ikut meningkat. Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar pengeluaran transportasi harian tetap terkendali tanpa harus mengurangi mobilitas.
1. Gunakan Mobil Saat Benar-Benar Dibutuhkan
Jika tujuan masih bisa dijangkau menggunakan moda transportasi lain, tidak ada salahnya mengurangi penggunaan mobil. Cara ini cukup efektif untuk menekan frekuensi pengisian BBM dalam sebulan.
2. Kombinasikan Mobil dan Transportasi Umum
Bagi pekerja yang beraktivitas di pusat kota, penggunaan transportasi umum seperti KRL, MRT, LRT, atau bus dapat menjadi alternatif yang lebih hemat. Mobil bisa digunakan untuk perjalanan menuju stasiun atau halte terdekat, lalu perjalanan dilanjutkan menggunakan transportasi massal.
3. Terapkan Car Pooling
Berbagi kendaraan dengan rekan kerja atau anggota keluarga yang memiliki tujuan searah dapat membantu membagi biaya BBM dan tol. Selain lebih hemat, jumlah kendaraan di jalan juga bisa berkurang.
4. Jaga Kondisi Mobil Tetap Optimal
Mesin yang terawat umumnya memiliki konsumsi bahan bakar yang lebih efisien. Penggantian oli tepat waktu, pengecekan filter udara, dan servis berkala dapat membantu mengurangi pemborosan BBM.
5. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Akselerasi mendadak dan pengereman berulang membuat konsumsi bahan bakar meningkat. Menjaga kecepatan stabil serta mengantisipasi kondisi lalu lintas dapat membantu menghemat BBM setiap hari.
6. Manfaatkan Aplikasi Navigasi
Kemacetan menjadi salah satu penyebab konsumsi BBM meningkat. Memilih rute yang lebih lancar melalui aplikasi navigasi dapat mengurangi waktu perjalanan dan membuat penggunaan bahan bakar lebih efisien.
7. Lakukan Inspeksi Mobil Secara Berkala
Konsumsi BBM yang tiba-tiba boros bisa menjadi tanda adanya masalah pada kendaraan. Inspeksi menyeluruh dapat membantu mendeteksi kondisi mesin, sistem pembakaran, hingga komponen pendukung lainnya. Salah satu pilihan yang bisa dimanfaatkan adalah layanan inspeksi mobil dari Moladin untuk memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima.
Kenaikan harga Pertamax memang membuat biaya operasional sejumlah mobil ikut meningkat, terutama pada kendaraan yang memiliki konsumsi BBM tinggi atau digunakan untuk mobilitas harian. Pantau juga Moladin untuk mendapatkan informasi terbaru seputar dunia otomotif, harga BBM, serta berbagai tips perawatan kendaraan.



